Kisah Ayah Jual Koleksi Lego Seharga Lebih dari Rp200 Juta Demi Biayai IVF Bersama Istri

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 513x dilihat
Kisah Ayah Jual Koleksi Lego Seharga Lebih dari Rp200 Juta Demi Biayai IVF Bersama Istri

Bagikan Postingan

Jakarta -

Perjuangan mendapatkan momongan tak selalu mudah bagi setiap pasangan. Ada yang kudu melewati proses panjang, mencoba beragam cara, hingga menyiapkan biaya yang tidak sedikit untuk menjalani program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF).

Hal ini pula yang dialami pasangan asal Inggris, James dan Jessica Smith. Demi mendapatkan kesempatan mempunyai anak kedua, James rela menjual sebagian besar koleksi LEGO yang sudah dikumpulkannya selama lebih dari 20 tahun.

Koleksi kesayangannya tersebut diperkirakan berbobot lebih dari £10 ribu alias sekitar Rp200 juta. James memilih melepas koleksi itu untuk membantu membiayai perawatan kesuburan yang tetap kudu mereka jalani.


Perjuangan mendapatkan anak pertama

James, 40 tahun, dan Jessica, 39 tahun, sudah berupaya mendapatkan momongan selama sekitar satu separuh tahun sebelum akhirnya mengetahui bahwa mereka mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

"Kami kesulitan untuk mengandung selama sekitar satu separuh tahun. Itu adalah infertilitas yang tidak dapat dijelaskan dan mereka tidak pernah menemukan jawabannya," ujar James dikutip dari People.

Pasangan ini kemudian menjalani IVF melalui jasa kesehatan publik Inggris alias National Health Service (NHS). Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika mereka menyambut kelahiran putra pertama pada Oktober 2024.

Namun, setelah mempunyai seorang anak, perjalanan mereka untuk menambah momongan rupanya belum selesai.

Ingin memberikan adik untuk sang putra

Sekitar setahun setelah kelahiran anak pertama, James dan Jessica kembali menjalani perawatan kesuburan. Mereka memulai perawatan pada Oktober 2025 dengan angan dapat memberikan adik untuk putra mereka.

Sayangnya, perjalanan tersebut kembali diwarnai dengan kesedihan. Jessica sempat mengalami chemical pregnancy setelah menjalani transfer embrio. Pada percobaan berikutnya, kehamilan tersebut berhujung dengan keguguran.

Saat ini, pasangan tersebut tetap mempunyai satu blastokista yang tersisa dan berambisi dapat melakukan transfer embrio kembali ketika waktunya tepat.

Biaya IVF membikin family kudu berhemat

Berbeda dengan IVF pertama yang mereka dapatkan melalui NHS, perawatan kesuburan berikutnya kudu mereka tanggung sendiri.

Perawatan tersebut diperkirakan memerlukan biaya lebih dari US$12 ribu alias sekitar Rp190 juta. James dan Jessica juga tetap mempunyai sekitar £9 ribu alias US$12 ribu pembayaran yang kudu diselesaikan. Mereka apalagi mengeluarkan sekitar US$1.400 alias lebih dari Rp20 juta setiap bulan untuk bayar perawatan tersebut.

Biaya itu mencakup rangkaian prosedur IVF, mulai dari suntikan hormon dan stimulasi, pemantauan melalui USG, pengambilan sel telur, fertilisasi, perkembangan embrio hingga tahap blastokista, serta transfer embrio andaikan tersedia.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi family mini ini.

Ayah rela jual koleksi LEGO 20 tahun

James kemudian mengambil keputusan besar. Ia memutuskan menjual sekitar 90 persen koleksi LEGO miliknya untuk membantu melunasi biaya perawatan kesuburan. Koleksi tersebut bukan sekadar mainan biasa. James telah mengumpulkannya selama lebih dari 20 tahun dan mempunyai sekitar 35 set LEGO.

Beberapa koleksinya apalagi merupakan set langka, termasuk Star Wars Millennium Falcon, Imperial Star Destroyer, USS Enterprise, koleksi Marvel, hingga sebuah kokpit fiksi ilmiah berukuran nyaris seperti aslinya dan dapat digunakan secara interaktif.

Koleksi tersebut secara keseluruhan diperkirakan berbobot lebih dari £10 ribu alias sekitar Rp200 juta.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah kokpit berukuran besar yang diharapkan dapat terjual sekitar £1.000 alias lebih dari Rp20 juta. Koleksi LEGO James rencananya bakal dilelang melalui Vectis Auctions pada 17 September 2026.

Sedih kehilangan koleksi, tetapi senang bisa berjuang untuk keluarga

Bagi James, menjual koleksi yang telah dikumpulkannya selama puluhan tahun tentu bukan keputusan yang mudah. Namun, dia memandang ada sesuatu yang jauh lebih berbobot daripada koleksi tersebut.

"Aku memang menyukai koleksi LEGO-ku, tetapi saya lebih senang melepaskannya dan membangun LEGO berbareng putra kami, dan semoga suatu hari kelak dengan anak kedua kami," kata James.

Saat ini, James dan Jessica berambisi hasil penjualan koleksi tersebut dapat membantu mereka melunasi biaya perawatan yang tetap berjalan.

Mereka sebelumnya bayar sekitar £1.000 alias lebih dari Rp20 juta setiap bulan. Dengan menjual koleksi LEGO, pasangan ini berambisi bisa bayar biaya tersebut sekaligus sehingga beban finansial mereka menjadi lebih ringan.

Perjuangan IVF tak hanya soal prosedur medis

Kisah James dan Jessica juga menunjukkan bahwa perjalanan IVF dapat menjadi proses yang panjang, baik secara fisik, emosional maupun finansial.

Dikutip dari American Society for Reproductive Medicine, infertilitas merupakan kondisi yang dapat memberikan akibat psikologis dan emosional bagi pasangan yang mengalaminya. Karena itu, support dari pasangan, keluarga, maupun tenaga ahli menjadi bagian krusial selama menjalani perawatan kesuburan.

Pada pasangan ini, perjalanan tersebut apalagi melibatkan kehilangan kehamilan setelah transfer embrio. Meski demikian, mereka tetap mempunyai satu blastokista dan memilih terus berusaha.

Bagi James, kehilangan koleksi LEGO yang telah menemaninya selama puluhan tahun terasa berat. Namun, dia berambisi suatu hari kelak dapat kembali mengoleksi dan membangun LEGO berbareng anak-anaknya. Sementara itu, Jessica mengaku berterima kasih atas pengorbanan sang suami.

"Aku berterima kasih kepada suamiku lantaran rela melepaskan koleksinya," ujar Jessica. 

Ia berambisi pengorbanan tersebut dapat membantu mereka mewujudkan kemauan untuk memperbesar keluarga.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung, perjalanan menuju kehamilan memang bisa penuh dengan angan sekaligus ketidakpastian. Kisah James dan Jessica menjadi pengingat bahwa di kembali setiap proses IVF, ada perjuangan, keputusan besar, dan angan sebuah family untuk berjumpa dengan buah hati yang mereka nantikan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads