Jakarta -
Kasus kelainan langka kembar parasit, fetus in fetu, belum lama ini ditemukan di Pakistan. Seorang anak berumur lima tahun didiagnosis fetus in fetu setelah mengalami keluhan batuk yang tak kunjung sembuh dan kesulitan bernapas.
Selama pemeriksaan dan pemindaian medis, master menemukan bahwa janin yang belum sepenuhnya berkembang berada di dalam dada bocah lima tahun berjulukan Rehan ini. Janin tersebut ada di dekat jantung dan pembuluh darah utama.
Ahli bedah toraks di Sheikh Zayed Medical College and Hospital di Rahim Yar Khan, Dr. Sultan Mahmood dan timnya, mengambil tindakan operasi untuk mengeluarkan janin dari dalam tubuh Rehan. Mahmood memimpin prosedur pembedahan yang sangat rumit ini, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan pembedahan tersebut sukses mengeluarkan janin prematur yang sudah tidak hidup. Mahmood mengatakan bahwa operasi tersebut sangat kompleks, lantaran janin terletak sangat dekat dengan jantung dan arteri utama, di mana kesalahan mini sekalipun dapat berakibat fatal.
Ibunda Rehan mengatakan bahwa mereka telah berkonsultasi dengan beberapa master sebelumnya, tetapi tidak ada yang dapat mendiagnosis kelainan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis, dan mengatakan bahwa kondisi putranya telah membaik secara signifikan setelah operasi.
Juru bicara rumah sakit, Dr. Ilyas Rana, mengatakan bahwa Rehan telah dirawat di bangsal toraks dan mendapatkan perawatan medis tingkat lanjut. Ia menyebut keberhasilan operasi sebagai pencapaian besar bagi rumah sakit dan bukti skill para master serta akomodasi modern di sana.
Para mahir medis mengatakan kasus fetus in fetu di mana janin berada di daerah dada sangat jarang terjadi di seluruh dunia.
Apa itu fetus in fetu?
Mahmood menjelaskan bahwa fetus in fetu merupakan kondisi bawaan di mana salah satu janin kandas berkembang dengan baik dan tetap berada di dalam tubuh janin lainnya. Kasus ini terbilang sangat langka lantaran hanya sedikit yang dilaporkan, Bunda.
"Di seluruh dunia, kondisi ini terjadi pada sekitar satu dari setiap 500.000 kelahiran. Sebagian besar kasus ditemukan di perut, sedangkan keberadaannya di dada sangat jarang," katanya, dilansir laman The Express Tribune.
Menurut ulasan di Journal of Indian Association of Pediatric Surgeons tahun 2008, fetus in fetu juga dilaporkan telah ditemukan di letak lain. Selain retroperitoneal alias area belakang rongga perut, ada pula yang 'hamil' kembarannya di daerah sacrococcygeal alias sakrum. Hanya sedikit laporan yang menemukannya di kepala, skrotum, dan mulut.
"Fetus in fetu adalah kelainan bawaan yang jarang terjadi. Ini merupakan suatu kondisi di mana janin yang abnormal dan berkarakter parasit ditemukan di tubuh kembarannya. Kelainan ini pertama kali didefinisikan pada awal abad ke-19 oleh Meckel," demikian isi ulasan di jurnal.
Meskipun prevalensinya mini terjadi pada bayi dan anak-anak, namun ada laporan yang mengungkap bahwa kelainan ini bisa ditemukan sampai usia lanjut lantaran tidak menunjukkan gejala.
Penyebab fetus in fetu
Dilansir laman Live Science, penyebab fetus in fetu tidak diketahui secara pasti, Bunda. Namun, para intelektual beranggapan bahwa janin dalam kasus ini adalah jenis 'kembar parasit' yang langka.
Nah, kembar parasit ini terbentuk ketika alias selama seorang ibu menjalani kehamilan kembar identik. Di awal kehamilan, salah satu janin 'diserap' oleh janin lainnya.
"Ini terjadi sebagai bagian dari proses perkembangan janin ketika ada rongga menutup selama perkembangan, dan salah satu embrio masuk ke ruangan tersebut," ujar kepala neonatologi di Assuta Medical Center di Ashdod, Israel, Dr. Omer Globus.
"Janin di dalam itu sebagian berkembang, tetapi tidak hidup dan tetap berada di sana," sambungnya kepada The Times of Israel.
Teori lain menjelaskan bahwa fetus in fetu adalah sejenis teratoma, ialah tumor yang dapat mengandung tiga jenis sel utama yang ditemukan pada tahap awal pembentukan embrio, Bunda. Beberapa peneliti mengatakan bahwa keberadaan tulang belakang adalah pembeda dari diagnosis fetus in fetu dengan teratoma. Sebab, pada kasus teratoma tidak ditemukan tulang belakang.
Demikian kisah master yang sukses melakukan operasi pada anak lima tahun dengan pemeriksaan fetus in fetu, serta penjelasan mengenai kondisi langka ini. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·