Kisah Haru Bunda Jalani Operasi Caesar Bersamaan Dengan Pengangkatan 6 Tumor

Jun 10, 2026 06:30 PM - 2 jam yang lalu 49

Jakarta -

Kisah perjuangan Bunda melahirkan belum lama ini dibagikan ke publik. Bunda berumur 35 tahun yang dirahasiakan identitasnya ini sukses menjalani operasi caesar berbarengan dengan pengangkatan enam tumor, di Kazakhstan's Almaty Multidisciplinary Clinical Hospital.

Melansir dari laman The Caspian Post, para master di rumah sakit ini telah sukses melakukan operasi pengamanan organ yang langka dan sangat kompleks. Mereka membantu bayi lahir dan mengangkat beberapa tumor di tubuh ibu dalam prosedur pembedahan yang sama.

Bunda berumur 35 tahun ini didiagnosis menderita fibroid rahim multiple pada awal kehamilan. Ia dirujuk ke rumah sakit dari akomodasi medis distrik untuk perawatan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada usia kehamilan 37 minggu, master melakukan operasi caesar terencana, memastikan kelahiran bayi yang aman. Segera setelah itu, mahir bedah melanjutkan prosedur miomektomi yang menantang, mengangkat enam tumor rahim dengan ukuran mulai dari 4-10 sentimeter (cm).

Terlepas dari kompleksitas menggabungkan persalinan dengan pengangkatan tumor, tim medis sukses mempertahankan rahim pasien, sehingga menghindari tindakan histerektomi.

Para master juga mencatat bahwa prosedur campuran semacam itu termasuk yang paling susah dalam bagian obstetri dan ginekologi. Selain lantaran tingginya akibat pendarahan, tindakan ini juga bisa menyebabkan komplikasi pembedahan.

Setidaknya, ada tiga master ahli obstetri dan ginekologi berperan-serta dalam operasi tersebut. Pihak rumah sakit menekankan bahwa pemeriksaan tepat waktu dan strategi pengobatan perseorangan sangat krusial untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Operasi caesar bersamaan dengan pengangkatan tumor

Kasus tumor selama kehamilan sebenarnya jarang terjadi, Bunda. Pengangkatan tumor selama operasi caesar sering disebut miomektomi caesar. Menurut ulasan di Medical Journal Armed Forces India tahun 2016, tindakan miomektomi caesar umumnya tidak dianjurkan selain jika diperlukan secara medis.

Miomektomi pada saat operasi caesar bakal menyebabkan perdarahan dahsyat dan peningkatan morbiditas perioperatif alias komplikasi kesehatan yang dialami pasien, selama menjalani rangkaian proses pembedahan. Hal tersebut dipercaya terjadi lantaran peningkatan vaskularisasi pada rahim selama hamil.

"Kehamilan dengan fibroid termasuk berisiko tinggi. Banyak komplikasi dapat terjadi dalam kasus ini," demikian isi studi.

"Selama kehamilan, penanganannya biasanya konservatif, tetapi terkadang, pengobatan bedah juga diperlukan. Beberapa penulis telah mempublikasikan hasil penelitian mereka tentang miomektomi selama kehamilan ketika pengobatan konservatif kandas meredakan indikasi tersebut."

Miomektomi selama operasi caesar tidak selalu merupakan prosedur yang rawan dan dapat dilakukan tanpa komplikasi yang signifikan. Namun, miomektomi kudu dilakukan setelah operasi caesar selain jika persalinan tidak memungkinkan tanpa pengangkatan fibroid. Pada kondisi tersebut, fibroid mungkin kudu diangkat terlebih dahulu.

Demikian kisah Bunda yang menjalani operasi caesar berbarengan dengan pengangkatan enam tumor. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya