Kisah Ibu Hamil Terus Merasa Haus Hingga Minum 5 Liter Setiap Hari, Ternyata Idap Tumor

Apr 20, 2026 08:10 AM - 1 hari yang lalu 1812

Jakarta -

Kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan adalah perihal yang wajar selama kehamilan. Namun, gimana jika seorang ibu mengandung terus merasa haus hingga minum 5 liter air setiap hari?

Kebiasaan unik tersebut dialami seorang wanita berinisial H dari Vietnam. Perempuan 38 tahun ini diketahui minum 5 liter air setiap hari hingga master kudu melakukan pemeriksaan medis.

Bunda H diketahui mempunyai riwayat melahirkan bayi besar, tekanan darah tinggi, dan kelahiran prematur pada ketiga kehamilannya sebelumnya. Ia juga mempunyai kadar kalium rendah selama hamil.

Setelah dilakukan pemeriksaan, master di FV Thomson Maternity, Vo Thi Thanh Van, MD, MSc, mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi. Bunda H pun memerlukan pemantauan ketat selama kehamilan keeempatnya ini.

"Pasien mempunyai jejak luka operasi caesar sebelumnya, janin yang besar, dan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi, yang semuanya meningkatkan akibat eklampsia (tekanan hipertensi dengan kejang). Dua kehamilan terakhirnya juga prematur, dan usia kehamilan saat persalinan semakin pendek, sehingga kehamilan ini membawa akibat tinggi kelahiran prematur yang lebih dini," kata Van, dilansir laman resmi FV Hospital.

Bunda ini lampau diperiksa untuk mengetahui aspek akibat yang dapat menyebabkan persalinan prematur. Hal itu dilakukan agar master bisa membikin rencana perawatan dan pemantauan yang dipersonalisasi dan sesuai untuk kehamilan berisiko tinggi.

Pada usia kehamilan 28 minggu, tekanan darah Bunda H meningkat secara signifikan, dan dia pun kudu dirawat di rumah sakit untuk observasi terus-menerus hingga kondisinya stabil. Dua minggu setelah keluar dari rumah sakit, dia mengalami preeklampsia dan dirawat kembali di bawah pemantauan ketat hingga memasuki masa persalinan.

Didiagnosis mengalami tumor

Selama dirawat di rumah sakit, tim kebidanan memperhatikan bahwa Bunda H minum hingga 5 liter air per hari dan buang air mini sekitar 6 liter, dengan rasa haus yang terus-menerus. Dokter awalnya mencurigai glukosuria insipidus, ialah suatu kondisi yang mengganggu keahlian ginjal untuk memekatkan urine dan dapat menyebabkan kehilangan kalium.

Namun, ketika pasien diminta untuk membatasi asupan air untuk pengetesan lebih lanjut, master menemukan kondisi urine yang tetap pekat. Mereka lampau menyingkirkan kemungkinan glukosuria insipidus, dan mencurigai dua kemungkinan kondisi yang terjadi secara bersamaan, ialah hipokalemia yang disebabkan oleh hiperaldosteronisme (kemungkinan lantaran tumor adrenal), dan corak polidipsia psikologis (minum air secara kompulsif).

Bunda H mengaku bahwa dia telah mengunjungi beberapa akomodasi medis lantaran kadar kaliumnya yang terus-menerus rendah, tetapi penyebab utamanya tidak teridentifikasi. Ia lantas disarankan untuk mengonsumsi suplemen kalium oral, dan makan lebih banyak pisang serta minum air kelapa.

Nah, lantaran dia tetap mengandung dan tidak dapat menjalani MRI adrenal, dia diberi resep suplemen kalium tambahan dan disarankan untuk tidak minum lebih dari 2,5 liter air per hari untuk menghindari beragam akibat termasuk ketidakseimbangan natrium, peningkatan beban ginjal, gangguan elektrolit, dan tekanan darah tinggi.

"Jika kadar kaliumnya turun lebih jauh, dia bisa mengalami kelemahan otot, kelumpuhan, alias apalagi serangan jantung," ujar Van.

Pada usia kehamilan 34 minggu alias setelah janin berkembang sepenuhnya, H menjalani operasi caesar yang telah direncanakan. Persalinan melangkah sesuai rencana, dan seorang bayi wanita yang sehat lahir dengan berat nyaris 2,6 kilogram (kg).

Setelah melahirkan, Bunda H menjalani MRI kelenjar adrenal. Dokter pun mengungkapkan adanya tumor di kelenjar adrenal kanan yang menyebabkan hiperaldosteronisme dan kadar kaliumnya rendah. Setelah pemulihan pasca persalinan, Bunda H dijadwalkan untuk menjalani operasi.

Penanganan kehamilan berisiko tinggi yang dialami Bunda H ini melibatkan kerjasama antara tim obstetri, pediatri, dan endokrinologi. Mereka melakukan pemantauan yang jeli terhadap preeklampsia, gangguan minum kompulsif, dan perkembangan bayi.

Demikian kisah Bunda yang terus haus hingga minum 5 liter per hari dan akhirnya didiagnosis mengalami tumor.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya