Kisah Ibu Tertua di China setelah Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun

Jun 09, 2026 04:10 PM - 2 bulan yang lalu 59693

Sheng Hailin menjadi ibu tertua di China yang melahirkan anak kembarnya di usia 60 tahun. Sheng Hailin melahirkan anak kembar wanita berjulukan Zhizhi dan Huihui, pada Mei 2010.

Melalui akun media sosial, Sheng Hailin kerap mendokumentasikan kehidupannya sebagai Bunda dari anak kembar yang sekarang sudah menginjak remaja. Perempuan asal provinsi Anhui di Tiongkok tengah ini juga sempat membagikan kisah hidupnya yang pilu sebelum melahirkan anak kembar.

Kisah Sheng Hailin mengandung anak kembar

Pada tahun 1980, Sheng Hailin melahirkan anak pertamanya yang berjulukan Tingting. Menurut China Youth Daily, Tingting meninggal bumi pada tahun 2009 lantaran keracunan karbon monoksida.


Setelah kematian putri sulungnya, Sheng Hailin memutuskan untuk menjalani program bayi tabung. Saat itu, usianya sudah menginjak 60 tahun, Bunda.

Kehamilan kembar yang dijalani Sheng Hailin tak mudah. Melansir dari laman South China Morning Post (SCMP), dia sempat mengalami pembengkakan parah dan pendarahan dahsyat sebelum melahirkan anak kembar.

Kondisi medis tersebut sukses dilalui Sheng Hailin. Pada Mei 2010, wanita yang sekarang berumur 76 tahun itu melahirkan kedua putrinya secara prematur.

Perjuangan Sheng Hailin membesarkan anak kembar

Kelahiran si kembar memberi Sheng Hailin dan suaminya kesempatan kedua untuk menjadi orang tua. Namun, kelahiran si kembar juga memicu perdebatan nasional, dengan banyak orang mempertanyakan masa depan anak kembar mereka.

Catatan publik menunjukkan bahwa Sheng Hailin adalah kepala rumah sakit sebelum pensiun. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai guru besar di universitas.

Meskipun keduanya mempunyai kehidupan yang mapan, biaya membesarkan anak perempuan, tetap dianggap bisa memberikan tekanan berat pada keluarga. Apalagi, pasangan ini sudah tak lagi muda saat dikaruniai anak kembar.

Bertekad untuk mengamankan masa depan kedua putrinya, Sheng Hailin dilaporkan melakukan perjalanan ke seluruh Tiongkok untuk memberikan edukasi soal kesehatan. Dari hasil jerih payahnya ini, dia tak hanya bisa menyekolahkan kedua anaknya, tapi juga mendaftarkan mereka ikut kursus tari dan piano.

Namun, stabilitas yang diraihnya dengan susah payah itu tidak memperkuat lama. Pada tahun 2016, suaminya mengalami stroke. Suami Sheng Hailin meninggal lantaran kandas jantung dan paru-paru pada tahun 2022, dan dimakamkan di samping putri sulung mereka.

Di tahun berikutnya, Sheng Hailin mengalami ujian finansial. Ia ditipu lebih dari dua juta yuan oleh seorang wanita berjulukan Chen yang diduga menjebaknya dalam investasi palsu.

Namun, Hailin tak mau terpuruk. Memasuki usia 73 tahun, dia memutuskan untuk bekerja sebagai content creator dan rutin melakukan siaran langsung untuk menabung demi masa depan putrinya. Di platform video pendek, dia apalagi sering berbagi tips tentang pengasuhan anak dan memasak sembari menjual produk kesehatan dan perlengkapan rumah tangga.

Sheng Hailin sekarang menjalani hidup sebagai single mother untuk kedua anak kembarnya. Sebagai seorang Bunda, dia berambisi bisa hidup lebih lama untuk memandang kedua anaknya tumbuh.

"Saya bakal selalu bangga menjadi seorang ibu," kata Sheng Hailin.

Dalam ulasan di The Beijing News, Sheng Hailin pernah mengakui bahwa jalan yang ditempuhnya susah untuk ditiru. Untuk bisa bertahan, setidaknya dia memerlukan pengetahuan, kesehatan yang baik, serta keahlian untuk terus menghasilkan pendapatan.

Namun demikian, dia berambisi para ibu bisa menarik pelajaran berbobot dari kisah hidupnya. Ia mau para ibu dapat menemukan keberanian untuk hidup demi diri mereka sendiri dalam segala situasi.

Demikian kisah Bunda mengandung bayi kembar di usia 60 tahun, yang sekarang menjalani hidup sebagai single mother.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya