Jakarta -
Setiap Bunda memang mempunyai cerita kehamilan dan persalinan masing-masing. Nah, rupanya nih, konsul ke master alias perawat yang sama saat cek rutin hingga melahirkan perkecil akibat trauma lho.
Bagi para wanita di mana pun yang sedang mengandung dan mau melahirkan, tentunya selalu berambisi jika persalinannya dilancarkan dan mereka dapat melahirkan bayi yang sehat tanpa kurang suatu apa pun.
Namun realitasnya memang terkadang tak seindah yang dibayangkan ya, Bunda. Adakalanya, sebagian wanita pun kudu menerima realita yang tak sesuai diharapkannya.
Misalnya saja mengalami proses melahirkan yang susah dan meninggalkan trauma kehamilan baginya. Sehingga, perihal tersebut terus membayanginya ketika mau program mengandung kembali.
Ya, perihal tersebut memang sangat mengganggu ketenangan hidup para Bunda. Meskipun trauma tersebut cukup serius, namun perihal itu tak berfaedah menjadi penghalang bagi mereka yang mau menambah anak kembali.
Kabar baiknya adalah ketika Bunda konsul ke perawat alias master yang sama saat cek rutin hingga melahirkan dapat memperkecil akibat trauma yang mungkin ada sehingga tak terbawa berkepanjangan ya.
Trauma melahirkan itu nyata
Setiap wanita mengandung tentu mau melahirkan bayi yang sehat. Begitu juga ketika proses persalinan, mereka juga mau melaluinya dengan kondisi bentuk dan emosional yang tetap baik-baik saja.
Sayangnya, tidak semua mimpi bagus itu selalu terwujud. Di Australia misalnya, perihal tersebut tetap menjadi hambatan bagi sebagian wanita di sana. Sebab, sekira 28 persen wanita di Australia menggambarkan kelahiran terbaru mereka sebagai traumatis.
Trauma kelahiran sendiri digambarkan sebagai pengalaman yang kurang mengenakkan yang dihadapi para ibu saat melahirkan. Hal tersebut dapat mencakup ketakutan bakal nyawa mereka alias bayi mereka, kehilangan kendali, kerusakan pada perineum alias dasar panggul, perawatan yang tidak nyaman alias kurang sopan, alias perlakuan jelek dari tim medis.
Dengan adanya pengalaman tersebut, sebuah penelitian terbaru pun meneliti perihal tersebut. Dalam studi terbarunya, para peneliti meneliti hasil kelahiran serta pengalaman bentuk dan psikologis wanita serta bayi yang mengalami lima jenis (atau model) perawatan berbeda di Australia selama pandemi Covid seperti dikutip dari laman The Conversation.
Kemudian, para peneliti menemukan bahwa berjumpa dengan perawat yang sama alias tim perawat berasosiasi dengan tingkat intervensi dan trauma kelahiran yang lebih rendah dibandingkan dengan perawatan standar.
Hal ini memang menjadi angin segar bagi para wanita ya, Bunda. Apalagi, bagi beberapa perempuan, perawatan obstetri juga dapat menyebabkan tingkat trauma kelahiran yang lebih rendah dibandingkan perawatan standar dalam sistem publik.
Studi meneliti trauma melahirkan
Sebagian besar wanita Australia menerima perawatan umum standar alias perawatan berbareng dari master umum. Dalam perawatan umum standar, wanita memandang para staf rumah sakit bergantian mulai dari bidan, master kandungan, dan lainnya selama kehamilan, saat melahirkan dengan perawat alias master yang belum pernah mereka temui.
Dalam perawatan berbareng ialah terjadi ketika ada pengaturan antara master umum dan rumah sakit, wanita mungkin paling sering menemui master umum selama kehamilan dan staf rumah sakit untuk memenuhi janji antenatal. Sementara, master umum biasanya tidak mendampingi kelahiran, selain di beberapa pedesaan dan daerah terpencil.
Sementara, dalam model kontinuitas perawatan, satu alias sedikit perawat dan master kandungan memberikan sebagian besar perawatan sebelum, selama, dan setelah kelahiran. Hal ini juga termasuk adanya kesinambungan dari perawatan kebidanan dalam sistem publik, perawatan obstetri pribadi, dan perawatan perawat pribadi.
Dan, ketika para wanita diberikan keleluasaan dalam memilih dengan pilihan tersebut, mereka pun sebenarnya lebih memilih model kesinambungan perawatan.
Apa yang menjadi temuan studi tersebut?
Studi yang dilakukan tersebut meneliti pengalaman 3.682 wanita Australia yang melahirkan pada 2020 dan 2021. Dibandingkan dengan wanita yang menerima perawatan standar, para peneliti menemukan bahwa mereka yang menjalani kesinambungan perawatan perawat diketahui sebagai berikut:
1. Lebih mini kemungkinannya untuk diinduksi alias mengalami tetesan oksitosin untuk mempercepat persalinan
2. Jauh lebih mungkin mengalami persalinan normal
3. Lebih mungkin perawat mengunjungi mereka di rumah setelah persalinan
4. Lebih mini kemungkinannya untuk operasi caesar
5. Lebih mini kemungkinan bayi mereka dirawat di perawatan intensif unik alias neonatal alias menerima susu formula di rumah sakit ketika mereka memilih untuk menyusui
6. Ada separuh kemungkinan untuk menggambarkan kelahiran mereka sebagai traumatis.
Perbedaan ini terlihat apalagi setelah disesuaikan dengan perbedaan golongan yang dapat memengaruhi hasil, seperti usia perempuan, akibat medis, pendidikan, status pekerjaan, negara kelahiran, pendapatan, dan kesehatan mental.
Hal krusial lainnya ialah temuan ini sejalan dengan bukti puluhan tahun yang ada. Pada tinjauan Cochrane tahun 2024 terhadap 17 uji coba terkontrol random menemukan bahwa model kesinambungan perawatan kebidanan mengurangi beberapa intervensi kelahiran, termasuk operasi caesar, forceps dan persalinan vakum, serta episiotomi (bedah pemotongan perineum).
Selain itu, studi tersebut juga menemukan bahwa meskipun wanita yang menjalani perawatan obstetri pribadi mempunyai tingkat intervensi persalinan yang lebih tinggi, mereka mempunyai tingkat trauma kelahiran yang lebih rendah dibandingkan perawatan standar. Tidak ada perbedaan hasil pada bayi, seperti rawat inap di perawatan unik alias perawatan intensif neonatal.
Hal ini tentunya menunjukkan bahwa ketika pilihan seorang wanita sesuai dengan filosofi tim medis pilihannya, hasilnya rupanya lebih baik. Meskipun tingkat intervensi lebih tinggi, beberapa wanita mencari, alias tidak merasa khawatir, tentang intervensi obstetri yang lebih tinggi. Kontinuitas itu sendiri, terlepas dari siapa ahli kesehatan yang andil di dalamnya, nyatanya mengurangi trauma kelahiran pada perempuan.
Studi tetap mempunyai keterbatasan
Seperti halnya studi lainnya, studi ini pun tetap terdapat keterbatasan. Diketahui bahwa studi ini mengandalkan pelaporan hasil persalinan sehingga mungkin ada kesulitan dalam mengingat yang memengaruhi pelaporan beberapa akibat kesehatan dan info krusial lainnya.
Proporsi tinggi wanita yang merespons ialah sebanyak 86 persen lahir di Australia dan berbincang bahasa Inggris di rumah sebanyak 92 persen, dan hanya 2 persen yang merupakan Aborigin alias Torres Strait Islander, sehingga keberagaman populasi Australia tidak terwakili.
"Kami tidak memeriksa kematian bayi meninggal alias neonatal lantaran semua wanita yang menjawab survei mempunyai bayi hidup. Jadi orang tetap bisa mengalami perihal itu tapi tidak tercatat dalam informasi kami."
Pengalaman traumatis yang dimiliki seseorang memang tak mudah untuk menghilang begitu saja. Sehingga, memberikan wanita pemandu yang stabil dan sudah berkawan dengan kisah mereka, memahami kekhawatiran mereka, dan memihak mereka saat sedang tertekan sangatlah penting.
Hal ini juga dapat memungkinkan ibu yang berkepentingan dalam mendapatkan jenis perawatan individual yang diharapkannya. Dari hasil penelitian, nyaris separuh dari semua model perawatan ( alias sekira 49 persen) mempunyai perawat sebagai pengasuh yang ditunjuk, dengan 16 persen di antaranya mempunyai kesinambungan perawatan perawat selama masa melahirkan.
Namun, model kesinambungan perawatan kebidanan lebih umum di pusat kota dan lebih susah diakses di pedesaan dan daerah terpencil. Selain itu, perawatan obstetri dan perawat swasta berbiaya pribadi dan tidak tersedia di semua tempat. Di sisi lain, jumlah perawat swasta sangat sedikit banyak yang kesulitan mendapatkan kewenangan masuk ke rumah sakit seperti dokter.
Terbaru, New South Wales Birth Trauma baru-baru ini merekomendasikan ekspansi model kesinambungan perawatan guna membantu mengurangi tingginya tingkat trauma kelahiran di Australia. Dengan adanya studi ini diharapkan bahwa perihal ini nantinya bisa memberikan perbedaan signifikan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)