Konsumsi Zat Besi Tidak Meningkatkan Peluang Hamil? Ini Hasil Studi Terbaru

May 13, 2026 06:40 PM - 56 menit yang lalu 16

Jakarta -

Banyak wanita rutin mengonsumsi multivitamin saat memulai program hamil. Salah satu yang sering dikonsumsi adalah vitamin mengandung unsur besi yang dipercaya dapat meningkatkan kesempatan kehamilan.

Banyak orang menyatakan bahwa pemenuhan unsur besi dapat meningkatkan kesuburan dan kesempatan hamil. Tak hanya itu, asupan unsur besi yang cukup juga memengaruhi lama waktu yang dibutuhkan seorang wanita untuk hamil, Bunda.

Lantas, benarkah konsumsi unsur besi bisa meningkatkan kesempatan hamil?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Zat besi dan kesempatan hamil

Studi yang dilakukan peneliti dari Boston University beberapa tahun lampau menemukan bahwa tidak ada hubungan yang konsisten antara mengonsumsi unsur besi dan kehamilan. Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition tahun 2019 ini menemukan bahwa unsur besi heme, yang sebagian besar berasal dari daging, tidak berpengaruh pada lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita untuk hamil.

Sementara itu, unsur besi non-heme, yang sebagian besar ditemukan dalam sayuran dan suplemen makanan, memang mempunyai pengaruh yang moderat. Tetapi, unsur besi non-heme ini disarankan untuk diberikan pada wanita yang lebih mungkin kekurangan unsur besi lantaran menstruasi yang berat alias pernah melahirkan sebelumnya.

"Bagi mereka yang merencanakan kehamilan, mungkin bijak untuk mengonsumsi multivitamin pra-kehamilan, tetapi lebih baik memenuhi kebutuhan masam folat daripada unsur besi," kata penulis senior studi, guru besar epidemiologi Elizabeth Hatch, dilansir laman Boston University School of Public Health.

"Jika mempunyai siklus menstruasi yang sangat berat, maka ada baiknya untuk memeriksakan status unsur besi ke penyedia jasa kesehatan."

Dalam studi ini, hatch dan rekan-rekannya menganalisis informasi dari dua kohort prospektif wanita yang mencoba untuk hamil. Data terdiri dari 2.969 wanita Amerika Utara dalam studi PRESTO berbasis SPH, dan 1.693 wanita Denmark dalam studi Snart Foraeldre.

Dalam kedua kohort tersebut, peserta diminta untuk mengisi kuesioner setiap 8 minggu selama satu tahun alias sampai mereka hamil. Para peneliti memperkirakan asupan unsur besi heme dan non-heme dari hasil kuesioner tentang diet dan penggunaan suplemen makanan.

Hasilnya, para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan unsur besi heme dengan jumlah siklus yang dibutuhkan untuk hamil. Namun, mengonsumsi lebih banyak unsur besi non-heme (baik dari suplemen makanan maupun dari makanan) dikaitkan dengan sedikit peningkatan kesempatan kehamilan pada wanita yang sebelumnya pernah melahirkan.

Dalam kohort PRESTO, asupan unsur besi non-heme juga dikaitkan dengan sedikit peningkatan kesempatan kehamilan di antara wanita yang mengalami menstruasi berat alias siklus menstruasi pendek.

Penelitian terbaru tentang unsur besi dan kesempatan hamil

Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica pada April 2025 mengungkap temuan baru yang berbanding terbalik dengan penelitian sebelumnya. Studi kohort observasional retrospektif ini meneliti hubungan antara pengobatan defisiensi unsur besi dengan hasil konsepsi dan kehamilan pada wanita dengan infertilitas dan defisiensi unsur besi.

Hasilnya, pengisian kembali persediaan unsur besi yang lenyap berasosiasi positif dengan hasil konsepsi (jumlah kehamilan yang lebih tinggi) dan hasil kehamilan (tingkat kelahiran hidup yang lebih tinggi dan tingkat keguguran yang lebih rendah), terlepas dari metode teknologi reproduksi yang digunakan.

Menurut mahir endokrinologi reproduksi dan ahli kesuburan, Eric Surrey, MD, dalam sebuah studi lainnya, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen unsur besi mempunyai akibat infertilitas ovulasi yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi suplemen. Infertilitas ovulasi adalah ketidakmampuan untuk menghasilkan sel telur yang sehat untuk pembuahan.

"Para mahir mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum mereka merekomendasikan suplemen unsur besi kepada semua wanita sebagai peningkat kesuburan," ujar Surrey, dilansir What to Expect.

"Tetapi apalagi jika unsur besi tidak direkomendasikan, seorang wanita tetap perlu meningkatkan persediaan unsur besi secara alami sebelum hamil. Zat besi adalah salah satu mineral yang bakal diserap oleh calon bayi. Kekurangan unsur besi di awal kehamilan dapat meningkatkan akibat anemia," sambungnya.

Bila Bunda mau menambahkan asupan unsur besi dalam program hamil, ada baiknya dikonsultasikan dulu ke master ya. Jika hasil tes menunjukkan bahwa Bunda mungkin memerlukan suplemen unsur besi, Maka master dapat menentukan dosis yang tepat.

Namun, jika kadar unsur besi tercukupi, Bunda mungkin tidak memerlukan suplemen unsur besi terpisah. Tetapi, kita mungkin tetap perlu memastikan untuk mengonsumsi vitamin prenatal setiap hari.

Demikian hasil studi tentang perlu alias tidaknya konsumsi zat besi saat program hamil. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya