Baju merupakan kebutuhan pokok yang kita gunakan sehari-hari untuk melindungi tubuh. Namun, temuan logam berbisa di baju anak yang terjadi baru-baru ini membikin banyak orang tua merasa cemas bakal bahayanya, Bunda.
Seperti yang kita tahu, kebiasaan anak-anak menggigit baju susah dihindarkan. Mungkin, inilah argumen kenapa kualitas bahan pokok pembuatan baju haruslah yang terbaik dan menggunakan bahan yang aman.
Pasalnya, logam timbal yang terkandung dalam baju sangat mudah menyerap ke dalam tubuh anak, Bunda. Bayangkan, sungguh berbahayanya paparan timbal andaikan seorang anak menghisap alias menggigit kain tersebut dalam waktu yang lama?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, info ini sangat krusial bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap keamanan baju anak yang dijual di pasaran. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Penggunaan logam timbal pada pakaian
Saat ini, tren industri fast fashion selalu hangat dibicarakan. Fast fashion membikin proses produksi menjadi lebih cepat, terjangkau, dan semakin masif. Kondisi ini sangat diuntungkan pada pasar anak-anak, karena pertumbuhan anak yang pesat membuatnya sering berganti ukuran baju.
Namun, di kembali harganya yang murah, orang tua perlu mewaspadai mengenai kualitas dan keamanannya. Salah satunya adalah penggunaan timbal, khususnya timbal (II) asetat, yang sering diakali untuk membikin pewarna busana lebih menempel pada kain.
Zat ini diketahui juga sangat murah harganya dan bisa membikin warna busana terlihat lebih cerah dan tahan lama. Tak heran andaikan timbal digunakan untuk memproduksi baju anak-anak yang condong sangat berwarna, Bunda.
Kebutuhan produksi fast fashion yang cepat, massal, dan tidak merogoh kocek besar inilah yang membikin aspek kualitas kurang diperhatikan. Hal ini tentunya sangat berakibat pada kesehatan, terutama jika busana tersebut mengandung unsur rawan seperti timbal.
Temuan timbal sebagai logam berbisa di baju anak
Timbal yang ditemukan pada baju anak awalnya dipaparkan oleh para peneliti dari Universitas Marian pada forum American Chemical Society (ACS). Saat itu, mereka menemukan seorang anak yang mengalami peningkatan kadar timbal dalam darah.
Setelah ditelusuri, rupanya timbal tersebut berasal dari lapisan mainan yang mempunyai kandungan timbal di atas pemisah kondusif 100 ppm. Inilah yang membikin para peneliti juga mulai menguji temuan timbal alias logam berbisa lain di baju anak.
Para peneliti tersebut kemudian memeriksa 11 sampel kemeja dengan beragam warna, seperti merah, pink, orange, kuning, abu-abu, dan biru. Sampel tersebut mereka beli dari empat pengecer yang mencakup fast fashion hingga peralatan diskon.
Hasilnya betul-betul mengkhawatirkan, Bunda. Salah satu peneliti, Priscila Espinoza, mengungkapkan bahwa kemeja yang diuji mengandung timbal yang melampaui pemisah aman. Temuan ini langsung menjadi sorotan karena anak-anak merupakan golongan paling rentan terhadap paparan timbal.
“Anak-anak bukan hanya yang paling rentan terhadap pengaruh timbal, tetapi mereka juga populasi yang bakal memasukkan busana ke dalam mulut mereka,” kata peneliti lain, Cristina Avello, dikutip dari laman resmi ACS.
Para intelektual lain yang membantu penelitian ini juga menemukan bahwa busana dengan warna cerah seperti merah dan kuning mempunyai kadar timbal lebih tinggi dibandingkan warna yang lebih lembut alias kalem.
Bagaimana timbal masuk ke dalam tubuh dan efeknya
Dalam paparan studi tersebut, para peneliti membikin simulasi gimana proses pencernaan paparan timbal di lambung. Mereka juga menganalisis seberapa besar timbal dapat larut dalam masam lambung dan mengaitkan kemungkinan paparan saat anak mengisap, memegang, alias mengunyah kain.
Hasilnya menunjukkan bahwa paparan timbal melalui langkah tersebut sangat melampaui pemisah kondusif untuk anak-anak yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Bahkan, para peneliti memperkirakan bahwa risikonya terhadap kesehatan anak jauh lebih besar.
Penelitian tersebut menyebut bahwa paparan logam berbisa di baju anak dan kebiasaan mengunyah kain dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah hingga mencapai tingkat yang memerlukan penanganan medis, Bunda.
Paparan timbal sangat berbahaya. Dampaknya bakal mencakup gangguan perilaku, kerusakan otak dan sistem saraf pusat, serta beragam masalah kesehatan lainnya, terutama pada anak yang berumur di bawah enam tahun.
Melansir dari laman Independent, para mahir sekarang menyarankan penggiat industri tekstil untuk beranjak ke pewarna alami yang lebih aman, seperti kulit kayu pohon ek, kulit buah delima, dan rosemary. Namun, peralihan ini pastinya memerlukan proses, Bunda.
Demikian info mengenai temuan logam berbisa di baju anak yang patut diwaspadai oleh orang tua. Semoga penjelasannya bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·