Psikolog Ungkap Kalimat Yang Bisa Tenangkan Anak Tantrum Dalam Hitungan Detik

May 13, 2026 03:30 PM - 2 jam yang lalu 64

Jakarta -

Kalau Si Kecil lagi tantrum di tempat umum, rasanya Bunda pasti panik dan bingung kudu bereaksi seperti apa. Apalagi saat anak menangis, berteriak, hingga sampai susah ditenangkan dalam waktu yang lama.

Tak sedikit orang tua yang akhirnya ikut terpancing emosi ketika menghadapi situasi seperti ini. Padahal, langkah orang tua menanggapi bisa sangat berpengaruh pada kondisi emosional anak saat itu juga, Bunda.

Seperti kita ketahui, tantrum menjadi salah satu fase yang cukup sering terjadi pada anak, terlebih ketika mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bicara soal ini, psikolog asal Amerika Serikat sekaligus penulis kitab 10 Days to a Less Defiant Child, Jeffrey Bernstein, Ph.D., membagikan langkah untuk menghadapi situasi seperti ini.

Bernstein menjelaskan bahwa ada satu kalimat yang bisa menenangkan anak saat sedang mengalami tantrum. Penasaran seperti apa? Mari kita simak selengkapnya berikut ini.

Psikolog ungkap kalimat yang bisa menenangkan anak tantrum

Saat Si Kecil sedang tantrum, respons orang tua tentu menentukan gimana suasana bakal melangkah setelahnya. Karena itu, Bernstein menyarankan orang tua untuk mengatakan, "Bunda mengerti Anda sedang jengkel sekarang. Bunda di sini untukmu".

Meski sudah biasa terdengar, kalimat ini dapat memberi pengaruh menenangkan untuk anak yang sedang kewalahan dengan emosinya. Ketika emosi sedang memuncak, anak biasanya merasa tidak didengarkan oleh orang di sekitarnya.

Kondisi inilah yang membikin mereka menjadi semakin marah hingga susah mengendalikan diri. Nah lewat kalimat tersebut, orang tua sebenarnya sedang melakukan beberapa perihal sekaligus, Bunda.

Anak merasa perasaannya diakui, mendapatkan rasa kondusif dari Bunda, dan tidak dipaksa langsung tenang saat itu juga. Menurut Bernstein, pengesahan menjadi perihal krusial dalam langkah yang satu ini.

Saat anak merasa emosinya dilihat dan dihargai, mereka biasanya mulai menurunkan sikap defensifnya. Anak yang awalnya berteriak alias melawan pun bisa merasa lebih kondusif untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan.

Sebab, di kembali kemarahan anak, kerap tersimpan rasa takut, sedih, alias stres yang belum bisa mereka sampaikan dengan baik. Selain itu, kalimat ini juga bisa meredakan ketegangan antara orang tua dan anak.

Tips menenangkan anak yang tantrum

Tentu saja, mengucapkan kalimat tersebut belum cukup, Bunda. Orang tua juga bisa mendukungnya dengan beberapa langkah agar anak lebih mudah mengatur emosi dan merasa dekat dengan orang tuanya. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Tetap tenang

Saat anak sedang marah alias menangis, usahakan orang tua tetap berbincang dengan tenang, ya. Nada bunyi dan bahasa tubuh yang lembut dapat membikin anak merasa lebih aman.

Hindari membalas emosi anak dengan nada tinggi alias wajah yang tegang. Si Kecil biasanya lebih mudah tenang ketika memandang orang tuanya tetap sabar menghadapi situasi tersebut.

2. Sesuaikan dengan situasi anak

Cara menghadapi tantrum bisa berbeda tergantung usia anak. Untuk balita, orang tua bisa berjongkok alias bertimpuh agar posisi mata sejajar dengan anak saat berbicara.

Sementara pada anak yang lebih besar alias remaja, tak jarang mereka butuh sedikit ruang untuk menenangkan diri. Dalam perihal ini, Bunda bisa tetap dampingi dari dekat tanpa memaksa anak untuk langsung bicara.

3. Beri anak waktu

Selanjutnya, anak mungkin tidak langsung berakhir menangis setelah mendengar kalimat yang menenangkan. Namun, kata-kata yang diucapkan dengan lembut tetap bisa meredakan emosi mereka, Bunda.

Karena itu, orang tua kudu sabar saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Tak bisa dipungkiri, proses menenangkan emosi anak memang memerlukan waktu ya, Bunda.

4. Ajak anak bicara setelah tenang

Setelah suasana membaik, orang tua bisa membujuk anak membicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa demikian? Hal ini agar mereka bisa belajar mengenal perasaannya dengan lebih baik.

Selain itu, anak juga bakal merasa didengarkan dan dimengerti oleh orang tuanya. Dari situ, mereka pun perlahan mulai mencari langkah yang lebih baik untuk menyampaikan emosinya.

5. Lakukan secara konsisten

Berikutnya, anak memerlukan respons yang konsisten saat emosinya sedang tidak stabil, Bunda. Semakin sering orang tua menanggapi dengan tenang, anak biasanya bakal lebih mudah mengatur perasaannya sendiri.

Kebiasaan ini juga memperkuat hubungan anak dan orang tua. Lambat laun, mereka pun bakal lebih nyaman datang kepada orang tuanya saat sedang merasa sedih.

Perlu diketahui bahwa langkah yang disarankan psikolog Bernstein ini sejalan dengan penelitian tentang hubungan orang tua dan anak. Anak yang merasa dihargai biasanya lebih mudah belajar mengatur emosi dan menghadapi masalah dengan baik seiring bertambah usia.

Meski begitu, tidak ada kalimat yang bisa langsung menghentikan semua tantrum anak dalam sekejap. Namun, respons yang tenang dari orang tua membikin suasana menjadi lebih nyaman bagi anak.

Itulah penjelasan mengenai kalimat yang disebut psikolog dapat membantu menenangkan anak tantrum dalam hitungan detik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya