Jakarta -
Bagi ibu hamil, mengadakan syukuran saat kehamilan menginjak empat bulan menjadi salah satu corak syukur sekaligus permohonan yang terbaik di mana ruh janin ditiupkan di fase tersebut. Simak kumpulan angan 4 bulanan komplit Arab, Latin, & artinya, yuk.
Kehamilan menjadi sebuah rezeki dari Allah kepada setiap pasangan suami istri. Dengan kehadiran keturunan yang dipercayakan Allah pada pasutri tentunya rasa syukur pun tak terhingga.
Gelaran pengajian biasa dihela sebagai corak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah. Selain itu, helatan pengajian alias syukuran kehamilan tersebut menjadi salah satu arena untuk mendoakan janin di dalam rahim ibu semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan sampai persalinan mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam syukuran alias pengajian 4 bulanan yang biasanya diselenggarakan, ada beragam angan yang lazim dipanjatkan di dalamnya. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:
Doa 4 bulanan: Arab, Latin, dan artinya
Di masa-masa kehamilan awal, termasuk saat memasuki usia 4 bulan, kondisi janin memang tetap sangat rentan dalam perkembangannya. Sehingga, melangitkan angan menjadi salah satu langkah agar Allah senantiasa menjaga kandungan Bunda.
Inilah beberapa angan 4 bulanan, Arab, Latin, dan artinya
1. Doa pertama
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ مَافى بَطْنِ .....مِنَ الْجَنِيْنِ وَاجْعَلْهُ ذُرِّيَةُ طَيِّبَةً وَاجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا صَحِيْحًا مُعَافَى عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفّقًا لِلْخَيْرَاتِ غَنِيًّا سَخِيًّا زَائِرًا لِلْحَرَمَيْنِ ِلاَدَاءِ النُّسُكَيْنِ بَرًّا لِلْوَالِدَيْنِ . اَللّٰهُمَّ اَحْسِنْ خَلْقَهُ وَخُلُقَهُ وَحَسِّنْ صَوْتَهُ لِقِرَأَةِ الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ وَالْحَدِيْثِ النَّبَوِىِّ بِجَاهِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اَللّٰهُمَّ وَفِّقْهُ لِطَاعَتِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللّٰهُمَّ سَهِّلْ خُرُوْجَهُ عِنْدَ الْوِلاَدَةِ وَارْزُقْهُ وَاُمَّهُ وَوَالِدَهُ السَّلاَمَةَ وَالسَّعَادَةَ وَالْعَافِيَةَ وَالشَّهَادَةَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا "
(Allahummah fadz maa fii bathnii... (sebut nama Bunda yang sedang hamil) minal janiini waj'alhu dzurriyyatan thayyibatan, waj'alhu waladan shalihan shahiihan mu'aataa, 'aaqilan haadziqan 'aaliman 'aamilan sa'iidan marzuuqan lil khairaati, ghaniyyan sakhiyyan zaa-iran ilal haramaini, li adaa-in nusukaini barran lil waalidaini. Allahuma ahsin khalqahu wa hassin shautahu li qiraa-atil qur'aanil kariimi, wal hadiitsin nabawiyyi bijaahi nabiiyika Muhammadin shallalaahu 'alaihi wasallam. Allahuma waffiqhu li thaa'atika wa husni 'ibaadatika. Allahuma sahhil khuruujahu 'indal wilaadati war zuqhu wa ummahu wa waalidahus salaamata was sa'aadata wal 'aafiyata wasy-syahaadata wa husnil khaathimah. Rabbanaa hablanaan min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata aiyuunin waj'alnaa lil muttaqiina immamaa).
Artinya: "Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang berdomisili dalam perut... (nama Bunda), hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan menjadikannya sebagai anak yang saleh, yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas, yang pandai, yang mengamalkan ilmunya, yang beruntung, yang dianugerahi rizki lapang, yang terbimbing pada perilaku-perilaku baik, yang kaya, yang dermawan, yang berjamu ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan corak ibadah (haji dan umrah) dan yang berkhidmat kepada kedua orang tuanya. Ya Allah, baguskanlah dia dalam corak rupa dan akhlak, dan baguskanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran Alkarim dan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah, hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau berikan rezeki padanya, dan kepada ibu-bapaknya keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan, ke-syahid-an dan berhujung dengan baik (husnul khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin kaum bertakwa."
2. Doa kedua
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(Falammaa wa dho'atha qolat robbi innii wa dho'tuha untsaa walloohu 'alamu bima wadhoat walaisadz dzakaru kal unstaa wainnii sammaituha maryama wa innii u'idzuha bika wadzurriyyataha minasy syaitoonirrojiimi).
Artinya: "Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya saya melahirkannya anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya saya telah menamai dia Maryam dan saya minta perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk". (QS. Al-Imran: 36)
3. Doa ketiga
اَللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِىْ مَادَامَ فِى بَطْنِىْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُما شِفَاءً لَقاؤُما شِفَاءً لَقاؤُماً اَللهُمَّ صَوِّرْهُ حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ اِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِىْ وَقْتَ وِلاَدَتِىْ سَهْلاً وَّتَسْلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وافصح لسانه واحسن صوته لقراءة الحديث والقرآن ببركة محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.
(Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin).
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah, bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam corak yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keagamaan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan corak yang bagus dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."
7 Surat yang dibaca saat mengandung 4 bulan: Arab, Latin, dan artinya
Untuk membantu melancarkan kehamilan hingga persalinan, memanjatkan angan melalui ayat-ayat Al Qur'an bisa menjadi rutintias yang dilakukan setiap harinya, Bunda. Berikut ini beberapa referensi 7 surat yang dibaca saat mengandung 4 bulan seperti dikutip dari beragam sumber:
1. QS Al Ikhlas
Membaca surat Al Ikhlas dapat membantu ibu mengandung senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah serta menjauhkan mereka dari penyakit hati.
Surat Al-Ikhlas adalah surat urutan ke 112 dalam Al Quran. Berisikan 4 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
Qul huwallaahu ahad.
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
Allaahusshomad.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
Lam yalid wa lam yuulad.
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
2. Ayat kursi
Ayat Kursi Arab:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Ayat Kursi Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Arti Ayat Kursi: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, selain apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
3. Al Mulk
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Latin: Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr(un).
Artinya: "Maha Berkah Dzat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,"
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Latin: Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā(n), wa huwal-'azīzul-gafūr(u).
Artinya: "yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara Anda yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
Latin: Allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji'il-baṣara perihal tarā min fuṭūr(in).
Artinya: "(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak bakal memandang pada buatan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah Anda memandang suatu cela?"
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
Latin: Ṡummarji'il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr(un).
Artinya: "Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam buatan Allah), niscaya pandanganmu bakal kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya)."
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ
Latin: Wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr(i).
Artinya: "Sungguh, Kami betul-betul telah menghiasi langit bumi dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai perangkat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) balasan (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."
وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
Latin: Wa lil-lażīna kafarū birabbihim 'ażābu jahannam(a), wa bi'sal-maṣīr(u).
Artinya: "Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya bakal mendapat balasan (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali."
اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ
Latin: Iżā ulqū fīhā sami'ū lahā syahīqaw wa hiya tafūr(u).
Artinya: "Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat dia membara."
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ
Latin: Takādu tamayyazu minal-gaiẓ(i), kullamā ulqiya fīhā faujun sa'alahum khazanatuhā alam ya'tikum nażīr(un).
Artinya: "(Neraka itu) nyaris meledak lantaran marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, "Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?"
قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ
Latin: Qālū balā qad jā'anā nażīr(un), fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai'(in), in antum illā fī ḍalālin kabīr(in).
Artinya: "Mereka menjawab, "Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, 'Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.'" (Para malaikat berkata,) "Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar."
وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
Latin: Wa qālū lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣḥābis-sa'īr(i).
Artinya: "Mereka juga berkata, "Andaikan dulu kami mendengarkan alias memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penunggu (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala)."
فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
Latin: Fa'tarafū biżambihim, fasuḥqal li'aṣḥābis-sa'īr(i).
Artinya: "Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penunggu (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala) itu."
اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Latin: Innal-lażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya bakal memperoleh pembebasan dan pahala yang besar."
وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Latin: Wa asirrū qaulakum awijharū bih(ī), innahū 'alīmum bidzatiṣ-ṣudūr(i).
Artinya: "Rahasiakanlah perkataanmu alias nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
Latin: Alā ya'lamu man khalaq(a), wa huwal-laṭīful-khabīr(u).
Artinya: "Apakah (pantas) Dzat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Latin: Huwal-lażī ja'ala lakumul-arḍa żalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū mir rizqih(ī), wa ilaihin-nusyūr(u).
Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi untuk Anda dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya Anda (kembali setelah) dibangkitkan."
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ
Latin: A'amintum man fis-samā'i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa'iżā hiya tamūr(u).
Artinya: "Sudah merasa amankah Anda dari Dzat yang di langit, ialah (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya berbareng Anda ketika tiba-tiba dia terguncang?"
اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ
Latin: Am amintum man fis-samā'i ay yursila 'alaikum ḥāṣibā(n), fa sata'lamūna kaifa nażīr(i).
Artinya: "Atau, sudah merasa amankah Anda dari Dzat yang di langit, ialah (dari bencana) dikirimkannya angin besar batu oleh-Nya kepadamu? Kelak Anda bakal mengetahui gimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku."
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ
Latin: Wa laqad każżabal-lażīna min qablihim fakaifa kāna nakīr(i).
Artinya: "Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun betul-betul telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, sungguh hebatnya kemurkaan-Ku!"
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
Latin: Awalam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn(a), mā yumsikuhunna illar-raḥmān(u), innahū bikulli syai'im baṣīr(un).
Artinya: "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu."
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍۚ
Latin: Am man hāżal-lażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dūnir-raḥmān(i), inil-kāfirūna illā fī gurūr(in).
Artinya: "Atau, siapakah yang bakal menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu."
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
Latin: Am man hāżal-lażī yarzuqukum in amsaka rizqah(ū), bal lajjū fī 'utuwwiw wa nufūr(in).
Artinya: "Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran)."
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Latin: Afamay yamsyī mukibban 'alā wajhihī ahdā ammay yamsyī sawiyyan 'alā ṣirāṭim mustaqīm(in).
Artinya: "Apakah orang yang melangkah dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang melangkah tegap di atas jalan yang lurus?"
قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Latin: Qul huwal-lażī ansya'akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af'idah(ta), qalīlam mā tasykurūn(a).
Artinya: "Katakanlah, "Dialah Dzat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali Anda bersyukur."
قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Latin: Qul huwal-lażī żara'akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarūn(a).
Artinya: "Katakanlah, "Dialah yang menjadikan Anda berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah Anda bakal dikumpulkan."
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Latin: Wa yaqūlūna matā hāżal-wa'du in kuntum ṣādiqīn(a).
Artinya: "Mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika Anda orang-orang benar?"
قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Latin: Qul innamal-'ilmu 'indallāh(i), wa innamā ana nażīrum mubīn(un).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas."
فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
Latin: Falammā ra'auhu zulfatan sī'at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda'ūn(a).
Artinya: "Ketika mereka memandang balasan (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), "Ini adalah (sesuatu) yang dulu Anda selalu mengaku (bahwa Anda tidak bakal dibangkitkan)."
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَاۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
Latin: Qul ara'aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma'iya au raḥimanā, famay yujīrul-kāfirīna min 'ażābin alīm(in).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Tahukah Anda jika Allah mematikan saya dan orang-orang yang bersamaku alias memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lampau siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari balasan yang pedih?"
قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Latin: Qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa 'alaihi tawakkalnā, fasata'lamūna man huwa fī ḍalālim mubīn(in).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Dzat Yang Maha Pengasih, kami beragama kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak Anda bakal tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ
Latin: Qul ara'aitum in aṣbaḥa mā'ukum gauran famay ya'tīkum bimā'im ma'īn(in).
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air Anda surut ke dalam tanah, siapa yang bakal memberimu air yang mengalir?"
4. Al Insyirah
1) أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
A lam nasyraḥ laka ṣadrak
Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2) وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
Wa waḍa'nā 'angka wizrak
Artinya: dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3) ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ
Allażī angqaḍa ẓahrak
Artinya: yang memberatkan punggungmu?
4) وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Wa rafa'nā laka żikrak
Artinya: dan Kami tinggikan bagimu julukan (nama)mu,
5) فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: lantaran sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6) إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Inna ma'al-'usri yusrā
Artinya: sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7) فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Fa iżā faragta fanṣab
Artinya: Maka andaikan Anda telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
5. Ar Rahman
ٱلرَّحْمَٰنُ
Arab-Latin: ar-raḥmān
1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,
عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ
'allamal-qur`ān
2. Yang telah mengajarkan al Quran.
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ
khalaqal-insān
3. Dia menciptakan manusia.
عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
'allamahul-bayān
4. Mengajarnya pandai berbicara.
ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān
5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
wan-najmu wasy-syajaru yasjudān
6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ
was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān
7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ
allā taṭgau fil-mīzān
8. Supaya Anda jangan melampaui pemisah tentang neraca itu.
وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ
wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān
9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan setara dan janganlah Anda mengurangi neraca itu.
وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām
10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ
fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām
Artinya: 11. Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ
wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān
12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang wangi baunya.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
13. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ
khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār
14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār
15. dan Dia menciptakan hantu dari nyala api.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
16. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ
rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn
17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit mentari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
18. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
marajal-baḥraini yaltaqiyān
19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ
bainahumā barzakhul lā yabgiyān
20. antara keduanya ada pemisah yang tidak dilampaui masing-masing.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
21. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
يَخْرُجُ مِنْهُمَا ٱللُّؤْلُؤُ وَٱلْمَرْجَانُ
yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān
22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
23. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
وَلَهُ ٱلْجَوَارِ ٱلْمُنشَـَٔاتُ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَٰمِ
wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a'lām
24. Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
25. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
kullu man 'alaihā fān
26. Semua yang ada di bumi itu bakal binasa.
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ
wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām
27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
28. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ
yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n
29. Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
30. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang Anda dustakan?
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ
sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān
31. Kami bakal memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
32. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ
yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān
33. Hai jama'ah hantu dan manusia, jika Anda sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, Anda tidak dapat menembusnya selain dengan kekuatan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
34. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ
yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān
35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka Anda tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
36. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَٱلدِّهَانِ
fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān
37. Maka andaikan langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
38. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٌ وَلَا جَآنٌّ
fa yauma`iżil lā yus`alu 'an żambihī insuw wa lā jānn
39. Pada waktu itu manusia dan hantu tidak ditanya tentang dosanya.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
40. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
يُعْرَفُ ٱلْمُجْرِمُونَ بِسِيمَٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِٱلنَّوَٰصِى وَٱلْأَقْدَامِ
yu'raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām
41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lampau dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
42. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى يُكَذِّبُ بِهَا ٱلْمُجْرِمُونَ
hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn
43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ
yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān
44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
45. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān
46. Dan bagi orang yang takut bakal saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
47. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?,
ذَوَاتَآ أَفْنَانٍ
żawātā afnān
48. Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
49. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ
fīhimā 'aināni tajriyān
50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
51. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوْجَانِ
fīhimā ming kulli fākihatin zaujān
52. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
53. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشٍۭ بَطَآئِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى ٱلْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
muttaki`īna 'alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān
54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
55. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ
fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
57. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ
ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
59. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ
hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān
60. Tidak ada jawaban kebaikan selain kebaikan (pula).
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
61. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
wa min dụnihimā jannatān
62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
63. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
مُدْهَآمَّتَانِ
mud-hāmmatān
64. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
65. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
fīhimā 'aināni naḍḍākhatān
66. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
67. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān
68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
69. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ
fīhinna khairātun ḥisān
70. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
71. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ
ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām
72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
73. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ
lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn
74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
75. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِىٍّ حِسَانٍ
muttaki`īna 'alā rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisān
76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
77. Maka nikmat Tuhan Anda yang manakah yang Anda dustakan?
تَبَٰرَكَ ٱسْمُ رَبِّكَ ذِى ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ
tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām
78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
6. Al Waqiah
Salah satu keistimewaan dari membaca surat Al Waqiah adalah diberikan keselamatan dan dijauhkan dari kesempitan, dicukupi segala kebutuhannya, dan hidupnya dijauhkan dari kesulitan. Berikut ini quote QS Al Waqiah ayat 1-20:
1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
iżā waqa'atil-wāqi'ah
Artinya: "Apabila terjadi hari Kiamat,"
2. لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ
laisa liwaq'atihā kāżibah
Artinya: "Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)."
3. خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
khāfiḍatur rāfi'ah
Artinya: "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."
4. إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا
iżā rujjatil-arḍu rajjā
Artinya: "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,"
5. وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
wa bussatil-jibālu bassā
Artinya: "Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,"
6. فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا
fa kānat habā`am mumbaṡṡā
Artinya: "Maka jadilah dia debu yang beterbangan,"
7. وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ
wa kuntum azwājan ṡalāṡah
Artinya: "Dan Anda menjadi tiga golongan,"
8. فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah
Artinya: "Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,"
9. وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah
Artinya: "Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,"
10. وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ
was-sābiqụnas-sābiqụn
Artinya: "Dan orang-orang yang paling dulu (beriman), merekalah yang paling dulu (masuk surga)."
11. أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ
ulā`ikal-muqarrabụn
Artinya: "Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),"
12. فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
fī jannātin-na'īm
Artinya: "Berada dalam surga kenikmatan,"
13. ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ
ṡullatum minal-awwalīn
Artinya: "segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,"
14. وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ
wa qalīlum minal-ākhirīn
Artinya: "dan segolongan mini dari orang-orang yang kemudian."
15. عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ
'alā sururim mauḍụnah
Artinya: "Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,"
16. مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
muttaki`īna 'alaihā mutaqābilīn
Artinya: "mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan."
17. يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ
yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn
Artinya: "Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,"
18. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ
bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma'īn
Artinya: "dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,"
19. لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ
lā yuṣadda'ụna 'an-hā wa lā yunzifụn
Artinya: "mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,"
20. وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ
wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn
Artinya: "dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,"
7. Surat Yasin
Surat Yasin menyimpan banyak kebaikan bumi dan alambaka bagi siapa saja yang membacanya. Dijelaskan dalam kitab Khaziinah al-Asraar karya Sayyid Muhammad Haq an-nazily dikatakan, "Orang yang membaca surat Yasin bakal mendapatkan syafa'at (pertolongan) dan orang yang mendengarkannya bakal diampuni Allah. Ia bakal membawa kebaikan yang merata bagi yang membacanya. Berikut ini quote Surat Yasin ayat 1-40:
يسٓ
1. yā sīn. Yaa siin
وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ
2. wal-qur`ānil-ḥakīm. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
3. innaka laminal-mursalīn. Sesungguhnya Anda salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
4. 'alā ṣirāṭim mustaqīm. (yang berada) diatas jalan yang lurus,
تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
5. tanzīlal-'azīzir-raḥīm. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ
6. litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn. Agar Anda memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, lantaran itu mereka lalai.
لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
7. laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn. Sesungguhnya telah pasti bertindak perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ
8. innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lampau tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka lantaran itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
9. wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn. Dan Kami adakan di hadapan mereka tembok dan di belakang mereka tembok (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
10. wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn. Sama saja bagi mereka apakah Anda memberi peringatan kepada mereka ataukah Anda tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak bakal beriman.
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
11. innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm 11. Sesungguhnya Anda hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka berita ceria dengan pembebasan dan pahala yang mulia.
إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ
12. innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang meninggal dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ
13. waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, ialah masyarakat suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ
14. iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lampau mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".
قَالُوا۟ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ
15. qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, Anda tidak lain hanyalah pembohong belaka".
قَالُوا۟ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ
16. qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".
وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ
17. wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn. Dan tanggungjawab kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
قَالُوٓا۟ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا۟ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
18. qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang lantaran kamu, sesungguhnya jika Anda tidak berakhir (menyeru kami), niscaya kami bakal merajam Anda dan Anda pasti bakal mendapat siksa yang perih dari kami".
قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
19. qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan Anda adalah lantaran Anda sendiri. Apakah jika Anda diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya Anda adalah kaum yang melampui batas".
وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ
20. wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas dia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".
ٱتَّبِعُوا۟ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ
21. ittabi'ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn. Ikutilah orang yang tiada minta jawaban kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
22. wa mā liya lā a'budullażī faṭaranī wa ilaihi turja'ụn. Mengapa saya tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah Anda (semua) bakal dikembalikan?
ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ
23. a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn 23. Mengapa saya bakal menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi faedah sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
24. innī iżal lafī ḍalālim mubīn. Sesungguhnya saya jika begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ
25. innī āmantu birabbikum fasma'ụn 25. Sesungguhnya saya telah beragama kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ
26. qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lamụn. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.
مَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ
27. bimā gafara lī rabbī wa ja'alanī minal-mukramīn. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi maaf kepadaku dan menjadikan saya termasuk orang-orang yang dimuliakan"
۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ
28. wa mā anzalnā 'alā qaumihī mim ba'dihī min jundim minas-samā`i wa mā kunnā munzilīn. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَٰمِدُونَ
29. ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum khāmidụn. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan bunyi saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
يَٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ
30. yā ḥasratan 'alal-'ibād, mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ
31. a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji'ụn. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.
وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
32. wa ing kullul lammā jamī'ul ladainā muḥḍarụn. Dan setiap mereka semuanya bakal dikumpulkan lagi kepada Kami.
وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
33. wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ
34. wa ja'alnā fīhā jannātim min nakhīliw wa a'nābiw wa fajjarnā fīhā minal-'uyụn. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
35. liya`kulụ min ṡamarihī wa mā 'amilat-hu aidīhim, a fa lā yasykurụn. agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
36. sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamụn. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ
37. wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ
38. wasy-syamsu tajrī limustaqarril lahā, żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm. dan mentari melangkah ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ
39. wal-qamara qaddarnāhu manāzila ḥattā 'āda kal-'urjụnil-qadīm. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai corak tandan yang tua.
لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
40. lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa kullun fī falakiy yasbaḥụn. Tidaklah mungkin bagi mentari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Perayaan rasa syukur atas kehamilan biasanya diwujudkan dalam gelaran pengajian ataupun kegiatan syukuran seperti 4 bulanan. Momen ini menjadi corak rasa syukur dan upaya memohon perlindungan bagi janin di dalam rahim yang di fase tersebut memasuki periode ditiupkan ruh.
Seperti dijelaskan DR. Dr. H. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk dalam kitab Panduan Kehamilan Muslimah. Menurutnya, Allah SWT meniupkan ruh-Nya kepada janin di bulan ke-4.
Di dalam Islam sendiri, periode pemberian ruh memang terjadi setelah 120 hari sejak permulaan kehamilan alias mulai usia kehamilan 4 bulan. Berdasarkan keterangan dari Adil bin Yusuf al-'Izazy' dalam Buku Panduan Kehamilan: Perspektif Islam dan Kedokteran Modern, bahwa periode usia kehamilan 4 bulan merupakan fase yang dimaksud dalam Surat Al Mu'minun ayat 14 yang berbunyi:
"Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik."
Terkait syukuran 4 bulanan, Imam Rasjidi menambahkan agar mengisi kegiatan tersebut dengan membaca surat-surat pilihan. Hal ini dimaksudkan agar bayi yang dilahirkan senantiasa sehat dan mempunyai kepribadian yang baik.
Sesuai tradisi masyarakat kita, biasanya pada minggu ini selalu diadakan selamatan 4 bulanan dan kedua orang tua dianjurkan untuk membaca surat-surat pilihan, seperti surat Yusuf dan surat Maryam agar bayi yang dilahirkan mempunyai kepribadian dan paras yang tampan seperti Nabi Yusuf alias paras yang elok seperti Siti Maryam, ibu Nabi Isa AS, seperti ditulisnya.
Hukum mengadakan syukuran 4 bulanan
Mengadakan syukuran seperti syukuran 4 bulanan banyak diadakan masyarakat sebagai corak syukur mereka kepada Allah SWT. Di dalam Islam, tidak ada rekomendasi yang secara perincian mengatur perihal tersebut. Sah-sah saja melakukan syukuran 4 bulanan meski kebiasaan tersebut bukan bagian dari hukum Islam.
Para ustadz terdahulu mengatakan bahwa syukuran boleh-boleh saja digelar asalkan tujuannya baik dan tidak mengarah pada corak kegiatan syirik, seperti dikutip dari laman Detikhikmah.
Pernyataan tersebut merujuk pada surat Al-A'raf ayat 189:
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya: "Dia lah unsur yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu dan darinya Dia ciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka ketika dia telah mencampurinya, sang istri mengandung dengan kandungan yang ringan dan teruslah dia dengan kandungan ringan itu. Lalu ketika dia merasa berat kandungannya keduanya bermohon kepada Allah Tuhannya, "Apabila Engkau beri kami anak yang saleh maka pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur."
Kutipan dari ayat di atas menafsirkan gimana kehidupan Nabi Adam dan Hawa dan menceritakan beratnya perjuangan wanita di masa-masa awal kehamilan yang bersambung dengan perut yang membesar dan melewati fase persalinan.
Nabi Adam dan Hawa pun sering bermohon memohon kepada Allah agar diberikan keselamatan dan keberkahan untuk calon anaknya tersebut. Dari situlah, para ustadz kemudian mempercayai bahwa kegiatan syukuran boleh saja dilakukan asalkan diisi dengan memanjatkan angan dan mengucap syukur pada Allah atas kehamilan yang diberikan.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·