Jakarta -
Kehamilan biasanya identik dengan mual, ngidam, alias mudah lelah. Namun, tak sedikit Bunda yang justru mengalami indikasi mengandung unik yang di luar dugaan, apalagi terdengar tidak masuk akal. Dari dudukan toilet berubah warna, tumbuh gigi random, hingga keringat berwarna biru. Kisah-kisah ini betul-betul terjadi dan sempat viral. Simak yuk Bunda kisahnya.
Kumpulan kisah Bunda alami indikasi mengandung unik
Simak yuk beberapa kisah unik Bunda saat mengandung berikut ini:
1. Dudukan toilet berubah jadi biru, rupanya hamil!
Kisah ini dialami oleh Naginah Gogolli yang berumur 32 tahun, seorang Bunda asal Brooklyn, Amerika Serikat. Awalnya, Naginah Gogolli dan suaminya Peter bingung kenapa dudukan toilet yang tadinya putih bersih berubah jadi biru keunguan.
Gogolli tidak tahu apa penyebab dudukan toilet yang tadinya putih bersih berubah jadi biru keunguan. Gogolli mengatakan bahwa dia mencoba menghilangkan noda tersebut dengan semua produk pembersih yang bisa dibayangkan, tetapi tidak ada yang sukses menghilangkan warna biru-ungu tersebut.
"Otak kita secara logis menyimpulkan bahwa perubahan warna tersebut disebabkan oleh perpindahan warna dari pakaian. Saya bertanya-tanya apakah salah satu dari kami mengenakan celana hantu murah dan warna kulit kami beranjak ke toilet. Tapi kami tidak punya baju baru saat itu. Waktu itu juga tepat di awal COVID-19, jadi sejujurnya, kami kebanyakan memakai piyama alias busana santai," kata Gogolli.
Setelah ditelusuri, Peter suami Gogoli menemukan teori di dalam internet yang menunjukkan bahwa dudukan toilet bisa berubah menjadi biru alias ungu di awal kehamilan. Dengan nada bercanda, Peter menyampaikannya pendapat tersebut kepada istrinya. Namun istrinya pun menyanggahnya.
Namun kecuriaan Peter akhirnya terbukti bahwa Gogolli sedang hamil. Pada bulan Agustus, Gogolli membagikan video di TikTok (@.naginah) yang merinci teori dudukan toilet dan video tersebut telah menarik banyak perhatian di bumi maya. Video tersebut telah ditonton lebih dari 2,7 juta kali dan mendapatkan lebih dari 185.300 suka di TikTok.
Grogolli apalagi tidak pernah membayangkan pengalamannya bakal menarik begitu banyak perhatian di bumi maya, tetapi Gogolli juga kagum dengan banyaknya wanita yang membagikan kisah serupa.
"Saya terkejut memandang banyaknya wanita lain yang mengalami dudukan toilet berwarna ungu/biru di awal kehamilan mereka. Rasanya memvalidasi lantaran bisa berbagi pengalaman. Banyak perempuan, termasuk saya, juga diberitahu oleh penyedia jasa kesehatan bahwa mereka belum pernah mendengarnya,” ujarnya.
"Tentu saja, kita tahu bahwa perpindahan warna kulit alias kondisi medis seperti kromhidrosis bisa menjadi penyebabnya, tetapi kita tidak boleh mengabaikan dan menyepelekan wanita yang mengatakan bahwa sesuatu yang spesifik sedang terjadi pada mereka," tutupnya.
2. Tumbuh gigi random di gusi
Gejala mengandung unik kedua dialami oleh Aisha Owens Bunda asal North Carolina, Amerika Serikat. Di usia kehamilan tiga bulan, Aisha Owens merasakan ada sesuatu yang asing di gusinya. Awalnya Aisha Owens mengira itu hanya makanan yang nyelip.
"Sejujurnya saya pikir itu biji popcorn yang tersangkut di sana. Tapi kemudian saya ingat... saya tidak pernah makan popcorn," kata Aisha Owens dikutip dari Newsweek.
Tapi semakin hari, muncul tonjolan keras yang rupanya adalah gigi baru yang tumbuh secara tak terduga. Aisha Owens pun terkejut saat master gigi memastikan bahwa itu memang gigi supernumerary, ialah gigi tambahan yang tumbuh di luar jumlah normal.
"Kelihatannya seperti gigi mini yang tajam, nyaris seperti gigi hiu kecil. Gigi itu muncul di bagian bawah mulut saya, tepat di belakang gigi depan saya," kata ibu berumur 31 tahun itu.
Sejak saat itu, Aisha Owens merasa tidak nyaman saat makan, terutama saat menggigit apel alias roti lapis, dan membuatnya merasa seperti sesuatu yang ada di kitab teks biologi. Bahkan master gigi Owens pun sempat merasakan kebingungan yang sama dengan Owens.
"Para perawat di klinik datang satu per satu untuk memeriksanya. Ketika dia dirontgen, dia mengatakan kepada saya bahwa gigi itu tidak terhubung alias berakar pada apa pun, jadi dia pun bertanya-tanya," kata Owens.
Dr. Jenna Chimon, DDS, master gigi kosmetik utama di Long Island Veneers, mengatakan bahwa kejadian ini memang langka dan mungkin terjadi pada ibu hamil. Pergeseran hormon selama kehamilan mungkin juga berperan.
"Yang dia gambarkan adalah apa yang kami sebut gigi supernumerary, ialah gigi tambahan yang terkadang terbentuk di samping gigi normal. Gigi ini biasanya terdeteksi pada masa kanak-kanak, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, gigi ini dapat tumbuh di kemudian hari, terutama jika gigi tersebut impaksi alias dorman di rahang," kata Chimon.
"Gigi supernumerary sangat jarang muncul selama kehamilan, tetapi ada kemungkinan bahwa perubahan hormon tersebut berkontribusi secara langsung dengan memengaruhi jaringan alias tulang di sekitarnya. Perubahan ini dapat memungkinkan gigi yang sebelumnya dorman alias impaksi akhirnya tumbuh," sambungnya.
Akhirnya, gigi misterius itu dicabut, dan Owens sekarang telah pulih. Nah, walaupun tumbuh gigi seperti Owens Aisha sangat langka, perihal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan rutin ke master gigi selama kehamilan.
3. Keringat berwarna biru selama kehamilan
Keisha Sethi seorang Bunda di New York, Amerika Serikat juga mengalami indikasi mengandung unik seperti dua Bunda di atas. Keisha Sethi merasa keringatnya yang berubah menjadi warna biru.
Awalnya Keisha Sethi tak menyadari perihal ini, hingga akhirnya dia memeriksa segala sesuatu yang dia gunakan. Dari hasil pemeriksaan tersebut Keisha Sethi memandang jelas terdapat bercak biru pada baju, selimut, hingga toilet yang dia gunakan.
"Situasi ini terjadi begitu tiba-tiba. Sungguh luar biasa, sebenarnya, rasanya seperti saya bocor tinta biru semalaman. Saya merasa seperti seekor gurita,” kata Keisha Sethi dilansir dari Nypost.
Keisha Sethi dan suaminya Brad merasa terkejut dan bingung apa yang dialaminya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menelpon jasa kesehatan dan menceritakan apa yang terjadi pada mereka.
"Saya menelepon jasa kesehatan dan mereka mengatakan bahwa mereka belum pernah mendengarnya sebelumnya. Ini begitu langka. Orang yang saya ajak bicara apalagi tertawa lantaran dia pikir saya sedang bercanda,” kata Keisha Sethi, dikutip dari Nypost.
Melansir dari Healthline, laporan tentang keringat yang berubah menjadi biru sejatinya bukan lah perihal yang baru. Banyak orang yang beranggapan kehamilan adalah aspek utama yang membikin keringat menjadi biru seperti yang dialami oleh Keisha Sethi.
Ada beberapa aspek ibu mengandung seperti Keisha Sethi merasakan keringat menjadi biru. Pertama, Chromhidrosisb kondisi yang sangat langka di mana penderitanya mempunyai jumlah lipofuscin yang berlebih dalam kelenjar keringat.
Lipofuscin sendiri adalah pigmen berwarna kuning dan coklat yang terdapat di seluruh tubuh. Pada chromhidrosis biasanya produksi keringat meningkat di beberapa tempat, seperti wajah, ketiak, dan payudara. Jumlah lipofuscin ini lah yang bisa menyebabkan warna keringat menjadi berubah, salah satunya menjadi biru pada ibu hamil.
Kedua, Pseudochromhidrosis ondisi yang berlawanan dengan chromhidrosis. Jika menderita kondisi ini lipofuscin tidak dihasilkan secara berlebih pada kelenjar keringat dan tidak dapat mengubah warna keringat.
Namun, kondisi ini bisa menyebabkan warna keringat menjadi berubah ketika bergesekan dengan bakteri, jamur, bahan kimia, alias unsur pewarna tertentu pada peralatan yang Bunda gunakan. Peristiwa ini terjadi seperti reaksi kimia dan kemudian dapat mengubah warna keringat.
4. Sering kedinginan, rupanya bisa jadi tanda hamil
Kemudian indikasi mengandung unik terakhir dialami oleh ibu mengandung adalah sering kedinginan. Hal ini terjdi lantaran perubahan suhu tubuh hormon progesteron yang dapat memvuat ibu mengandung merasa sering kedinginan.
"Progesteron, itu adalah hormon kehamilan yang membikin Bunda merasa kedinginan,” kata Dr Alan Lindemann, OB-GYN, dikutip dari laman Romper.
Menurut master lainnya, sistem kontrol tubuh terkadang terlalu efisien dalam mendinginkan tubuh mengandung yang hangat.
“Tubuh mencoba mengatur suhunya sendiri dengan berkeringat, menyebabkan seseorang bernapas lebih sigap dan memotivasi mereka untuk mengenakan lebih sedikit busana dan mencari ruang yang lebih sejuk. Semua ini bisa membikin seseorang merasa kedinginan,” kata Dr. Zaher Merhi, OB-GYN bersertifikat dan pendiri Pusat Kesuburan Peremajaan.
Jika itu hanya kedinginan kehamilan standar, biasanya tidak bakal memperkuat lama dan menghilang dengan sendirinya.
“Fluktuasi suhu pada ibu mengandung sangat umum, dan mengenai dengan perubahan hormon. Pada trimester kedua, hormon condong stabil, dan indikasi kehamilan meningkat secara signifikan,” kata Katherine L. Palmerola, OB-GYN bersertifikat.
Jika hanya merasa kedinginan sesekali, Merhi mengatakan mungkin tidak ada yang perlu Bunda khawatirkan. "Ketika kedinginan berjalan lama, itu mungkin pertanda bahwa tubuh mengalami kesulitan untuk menghangatkan dirinya sendiri," kata Merhi.
Namun jika kedinginan saat mengandung tidak kunjung hilang, sebaiknya Bunda perlu mengunjungi ke dokter. Bisa jadi kondisi itu lebih dari sekadar aliran darah berlebih alias perubahan tiroid.
"Dalam beberapa kasus, itu mungkin juga merupakan tanda dari kondisi medis yang mendasarinya, termasuk tekanan darah rendah, anemia, alias infeksi, terutama jika disertai dengan indikasi lain seperti kedinginan, keputihan yang tidak normal, sakit perut yang parah, dan lain-lain,” kata Merhi.
Begitulah empat kisah Bunda alami indikasi mengandung unik yang tidak biasa. Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·