Lutut Bunyi Saat Ditekuk: Cara Mengobati Dan Terapinya!

Jun 03, 2026 09:00 AM - 1 minggu yang lalu 11038

Pernahkah dengkul mengeluarkan bunyi “krek” alias “klik” saat ditekuk? Kondisi dengkul bunyi saat ditekuk rupanya cukup sering dialami banyak orang.

Dalam bumi medis, bunyi yang keluar dari sendi dengkul ini disebut crepitus dengkul alias bunyi sendi (crepitus).

Meski dengkul bunyi saat ditekuk tanpa nyeri biasanya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu dipahami dengan baik. Sebab, jika dibiarkan dan mulai disertai rasa sakit, bisa jadi ada masalah yang lebih serius di dalam sendi dengkul Anda.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa yang Terjadi di Dalam Lutut Saat Bergerak?

Sebelum membahas langkah mengobatinya, krusial untuk memahami anatomi sendi dengkul terlebih dahulu. Lutut adalah sendi terbesar di tubuh manusia.

Sendi ini terbentuk dari tiga tulang yang saling bertemu: Femur (tulang paha), Tibia (tulang kering), dan Patella (tempurung lutut).

Agar dengkul bisa bergerak dengan lancar, ada beberapa komponen krusial yang bekerja di dalamnya:

  • Tulang rawan dengkul (kartilago artikular) — lapisan licin yang melapisi ujung tulang agar tidak bersenggolan langsung
  • Meniskus — alas berbentuk bulan sabit di antara tulang yang menyerap tumbukan saat melangkah alias melompat
  • Cairan sinovial — cairan pelumas alami di dalam sendi, seperti oli pada mesin
  • Ligamen lutut — jaringan pengikat yang menjaga tulang tetap pada posisinya, termasuk Ligamen ACL dan Ligamen PCL

Ketika salah satu komponen ini terganggu, inilah yang menyebabkan sendi lutut berbunyi saat bergerak. Inilah yang dimaksud dengan sistem aktivitas dengkul yang terganggu.

Kenapa Lutut Bunyi Saat Ditekuk?

Ada beberapa penyebab dengkul bunyi saat ditekuk yang perlu diketahui:

1. Gelembung Gas yang Pecah

Ini adalah penyebab yang paling umum dan paling tidak berbahaya. Di dalam cairan sinovial, bisa terbentuk gelembung-gelembung mini gas.

Saat dengkul ditekuk alias diluruskan, gelembung itu pecah dan menimbulkan bunyi krek pada lutut. Mekanisme ini sama persis seperti saat seseorang mengkretakkan jari tangannya.

2. Tendon alias Ligamen yang Menyentak

Saat dengkul bergerak, tendon alias ligamen dengkul bisa tiba-tiba bergeser melewati tonjolan tulang.

Geseran inilah yang menimbulkan bunyi saat dengkul bunyi saat berjalan, dengkul bunyi saat naik tangga, alias dengkul bunyi saat menekuk kaki.

Kondisi ini biasanya tidak menandakan kerusakan apa pun.

3. Tulang Rawan yang Sudah Aus

Inilah penyebab yang perlu diwaspadai. Seiring bertambahnya usia alias akibat cedera, tulang rawan dengkul bisa menipis dan permukaannya menjadi kasar.

Ketika tulang-tulang di dalam sendi bergerak, permukaan yang kasar itu saling bersenggolan dan menghasilkan bunyi gesekan pada lutut, seperti bunyi gerinda. Kondisi ini nyaris selalu disertai nyeri lutut.

4. Osteoarthritis Lutut (Pengapuran Sendi)

Lutut bunyi akibat osteoarthritis terjadi lantaran tulang rawan di dalam sendi sudah terkikis lenyap secara perlahan.

Akibatnya, tulang Femur dan Tibia bersenggolan langsung satu sama lain tanpa bantalan.

Osteoarthritis dengkul lebih sering dialami oleh orang berumur di atas 50 tahun, namun akibat ini meningkat jika seseorang kelebihan berat badan alias pernah mengalami cedera dengkul sebelumnya.

Proses ini merupakan bagian dari degenerasi sendi yang terjadi secara bertahap.

5. Cedera Meniskus

Lutut bunyi lantaran cedera meniskus biasanya ditandai dengan bunyi klik pada dengkul saat bergerak yang terasa keras dan tiba-tiba.

Ini terjadi ketika meniskus robek, misalnya akibat aktivitas memutar yang mendadak saat cedera olahraga. Sehingga serpihan jaringannya bisa terjepit di dalam sendi.

Selain bunyi, cedera ini juga membikin dengkul terasa terkunci alias tidak bisa diluruskan sepenuhnya.

6. Patellofemoral Pain Syndrome

Kondisi ini terjadi ketika tempurung dengkul (Patella) tidak bergerak dengan mulus di alurnya.

Akibatnya, muncul dengkul bersuara saat jongkok dan berdiri serta nyeri tumpul di bagian depan lutut, terutama setelah duduk lama.

Kondisi ini sering dialami oleh pelari alias orang yang sering menaiki tangga, sehingga kadang disebut juga Chondromalacia Patella.

7. Tendinitis dan Bursitis

Selain kondisi di atas, Tendinitis (peradangan pada tendon) dan Bursitis (peradangan pada kantung cairan pelindung di sekitar sendi) juga dapat menyebabkan sendi dengkul bersuara saat bergerak.

Terutama jika disertai rasa nyeri dan pembengkakan dengkul di sekitar sendi.

Apakah Lutut Bunyi Saat Ditekuk Berbahaya?

Banyak orang bertanya, apakah dengkul bunyi saat ditekuk berbahaya? Jawabannya tergantung pada indikasi yang menyertainya.

Tidak perlu cemas jika:

  • Lutut bunyi saat ditekuk tanpa nyeri, tanpa bengkak, dan tidak ada riwayat cedera sebelumnya
  • Bunyi hanya sesekali muncul, misalnya saat dengkul bunyi saat olahraga ringan
  • Tidak ada perubahan pada keahlian mobilitas lutut

Segera waspadai jika bunyi disertai:

  • Lutut bersuara dan terasa sakit setiap kali digerakkan
  • Pembengkakan dengkul di sekitar sendi
  • Lutut terasa kaku, terutama di pagi hari alias setelah duduk lama
  • Sensasi seperti dengkul “tersangkut” alias tidak bisa diluruskan
  • Lutut bersuara terus menerus hingga mengganggu kegiatan sehari-hari

Kapan Lutut Bunyi Saat Ditekuk Harus Diperiksa Dokter?

Jangan tunda pemeriksaan jika mengalami kondisi berikut:

  • Bunyi dengkul disertai nyeri yang tidak kunjung membaik setelah beberapa hari
  • Ada peradangan sendi yang ditandai dengan dengkul bengkak, terasa hangat, alias kemerahan
  • Lutut terasa tidak kuat menopang berat badan
  • Bunyi klik dengkul yang muncul tiba-tiba setelah cedera fisik, lantaran bisa mengindikasikan robekan meniskus alias ligamen
  • Bunyi terjadi nyaris setiap hari dan semakin mengganggu

Gejala-gejala ini sebaiknya segera dievaluasi oleh master ortopedi alias klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik yang mempunyai akomodasi diagnostik lengkap.

Dokter bakal melakukan pemeriksaan bentuk langsung pada sendi lutut, dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan.

Rontgen dengkul digunakan untuk memandang kondisi tulang dan celah antar sendi, sementara MRI dengkul memberikan gambaran lebih perincian mengenai kondisi meniskus, ligamen ACL, ligamen PCL, dan tulang rawan.

Jika dicurigai ada peradangan pada tendon alias bursa, master juga dapat melakukan USG muskuloskeletal.

Cara Mengatasi Lutut Bunyi Saat Ditekuk

Penanganan Awal di Rumah

Untuk kondisi ringan, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu meredakan keluhan:

  • Kurangi kegiatan pemicu: Sementara hindari aktivitas yang memperparah bunyi, seperti lutut bersuara saat jongkok dalam alias menaiki tangga berulang kali
  • Kompres es: Tempelkan es yang sudah dibungkus kain tipis pada dengkul selama 15–20 menit untuk mengurangi pembengkakan
  • Gunakan sepatu yang tepat: Sepatu dengan alas yang baik membantu meredam tumbukan saat lutut bunyi saat berjalan
  • Jaga berat badan ideal: Setiap kilogram berat badan berlebih bakal memberikan tekanan empat kali lipat pada sendi lutut

Fisioterapi Lutut

Fisioterapi dengkul adalah penanganan utama untuk sebagian besar kasus crepitus lutut, terutama pada kondisi seperti Patellofemoral Pain Syndrome dan osteoarthritis tahap awal.

Program rehabilitasi dengkul biasanya meliputi:

  • Penguatan quadriceps (otot paha depan) dan otot pinggul, lantaran otot yang kuat berkedudukan sebagai penyangga sendi yang mengurangi beban pada tulang rawan
  • Latihan lutut berjenjang seperti Straight Leg Raise (angkat kaki lurus), Wall Squat (jongkok menempel tembok), dan Bridge (angkat pinggul dari posisi tidur)
  • Peningkatan mobilitas sendi secara perlahan melalui terapi latihan yang terpandu

Otot paha yang kuat adalah “pelindung alami” lutut. Semakin baik kekuatan otot di sekitar sendi, hasil dari penguatan otot paha yang konsisten, semakin ringan beban yang ditanggung tulang rawan dan ligamen.

Inilah inti dari program fisioterapi yang efektif untuk menjaga kesehatan muskuloskeletal jangka panjang.

Pengobatan dari Dokter

Apabila dengkul bunyi saat ditekuk dan berdiri disertai nyeri tidak membaik setelah fisioterapi, master dapat memberikan beberapa pilihan pengobatan:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID): Tersedia dalam corak tablet maupun krim oles, berfaedah untuk meredakan peradangan sendi dan nyeri. Krim oles lebih disarankan untuk penggunaan jangka panjang lantaran lebih sedikit pengaruh sampingnya
  • Injeksi viskosuplemen (asam hialuronat): Suntikan cairan pelumas ke dalam sendi untuk menggantikan cairan sinovial yang sudah tidak sepekat semula, sehingga sendi bisa bergerak lebih lembut dan bunyi gesekan pada dengkul berkurang
  • Injeksi sendi kortikosteroid: Untuk meredakan radang sendi yang sedang dalam fase akut

Terapi Regeneratif (Teknologi Terkini)

Untuk kondisi degenerasi sendi yang tidak merespons pengobatan konvensional, sekarang tersedia pilihan terapi yang lebih modern di Klinik Patella sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik:

  • Terapi PRP (Platelet Rich Plasma): Menggunakan plasma darah pasien sendiri yang telah diproses untuk merangsang perbaikan jaringan sendi yang rusak, termasuk tulang rawan
  • Injeksi stem cell dan injeksi secretome: Pendekatan regeneratif berbasis sel untuk memperbaiki jaringan sendi dari dalam
  • Radiofrekuensi ablasi: Prosedur untuk menghilangkan sinyal nyeri kronis pada pasien yang tidak merespons NSAID alias belum memenuhi syarat untuk operasi

Kapan Operasi Diperlukan?

Operasi adalah pilihan terakhir setelah semua rehabilitasi medis dan pengobatan tidak memberikan hasil. Beberapa prosedur yang mungkin direkomendasikan master antara lain:

  • Prosedur Richard Wolf: Prosedur menggunakan kamera mini untuk memperbaiki robekan meniskus, membersihkan serpihan tulang rawan yang terlepas, alias menangani gangguan pada tempurung lutut
  • Penggantian dengkul total (Total Knee Replacement): Direkomendasikan untuk osteoarthritis dengkul stadium lanjut, di mana sendi yang rusak digantikan dengan implan buatan

Tips Mencegah Lutut Bunyi Saat Ditekuk

Merawat kesehatan muskuloskeletal sejak sekarang jauh lebih mudah daripada mengobati kerusakan sendi di kemudian hari:

  • Tetap aktif bergerak setiap hari agar produksi cairan sinovial tetap optimal
  • Lakukan latihan dengkul dan penguatan otot paha secara rutin
  • Terapkan pola makan anti-inflamasi yang kaya omega-3 dan vitamin D untuk menjaga kualitas tulang rawan
  • Hindari aktivitas mendadak alias beban berlebih yang berisiko memicu cedera lutut

Kesimpulan tentang Lutut Bunyi Saat Ditekuk

Lutut bunyi saat ditekuk bukanlah kondisi yang selalu kudu dikhawatirkan. Selama tidak disertai nyeri, bengkak, alias gangguan gerak, kondisi ini umumnya aman.

Namun, jika dengkul bunyi krek saat ditekuk mulai disertai rasa sakit yang mengganggu, jangan tunda untuk berkonsultasi ke master ortopedi alias klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik.

Penanganan awal melalui fisioterapi lutut, program penguatan otot paha, serta pemeriksaan seperti Rontgen dengkul alias MRI dengkul dapat mencegah kerusakan sendi yang lebih parah.

Semakin sigap ditangani, semakin besar kesempatan untuk mempertahankan kualitas mobilitas dengkul jangka panjang.

Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik

Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.

Sebagai klinik ahli nyeri dengkul dan sendi, Klinik Patella menyediakan beragam pilihan pengobatan mulai dari:

  • Fisioterapi
  • Hidroterapi
  • Injeksi Viskosuplemen
  • Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
  • Terapi Secretome
  • Terapi Stem Cell
  • Radiofrekuensi Ablasi
  • Endoskopi Richard Wolf
  • Total Knee Replacement

Tim master Klinik Patella adalah:

  • dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
  • dr. Windi Martika, Sp.OT
  • dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
  • dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
  • Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
  • dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS

Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.

Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.

Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.

FAQ: Lutut Bunyi Saat Ditekuk

Apa penyebab dengkul bunyi saat ditekuk?

Lutut bunyi saat ditekuk dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Pecahnya gelembung gas di dalam cairan sinovial
  • Pergeseran tendon alias ligamen dengkul melewati tonjolan tulang
  • Kerusakan alias penipisan tulang rawan lutut
  • Kondisi medis seperti osteoarthritis lutut, cedera meniskus, Patellofemoral Pain Syndrome, Tendinitis, dan Bursitis.

Apakah dengkul bunyi saat ditekuk berbahaya?

Lutut bunyi saat ditekuk tidak selalu berbahaya. Jika terjadi tanpa nyeri, tanpa bengkak, dan tanpa riwayat cedera, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, jika bunyi disertai nyeri lutut, pembengkakan, rasa kaku, sensasi dengkul terkunci, alias terjadi terus menerus hingga mengganggu kegiatan sehari-hari, kondisi ini perlu segera diperiksa oleh master ortopedi.

Bagaimana langkah mengatasi dengkul bunyi saat ditekuk?

Cara mengatasi dengkul bunyi saat ditekuk meliputi beberapa pendekatan sesuai tingkat keparahannya. Untuk kondisi ringan, dapat dilakukan:

  • Kompres es
  • Penggunaan sepatu berpelindung
  • Menjaga berat badan ideal

Untuk kondisi yang lebih lanjut, penanganan mencakup:

  • Fisioterapi lutut
  • Penguatan quadriceps
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Injeksi viskosuplemen berupa masam hialuronat
  • Terapi regeneratif seperti PRP, injeksi stem cell, dan radiofrekuensi ablasi

Kapan dengkul bersuara kudu diperiksa dokter?

Lutut bersuara kudu segera diperiksa master andaikan disertai:

  • Nyeri yang tidak mereda dalam beberapa hari
  • Pembengkakan alias kemerahan di sekitar sendi
  • Lutut terasa tidak kuat menopang berat badan
  • Bunyi klik dengkul yang muncul tiba-tiba setelah cedera
  • Bunyi yang terjadi nyaris setiap hari dan semakin mengganggu

Pemeriksaan dapat meliputi rontgen lutut, MRI lutut, dan USG muskuloskeletal untuk menentukan penyebab secara tepat.

Selengkapnya