Makna Core di TikTok: Panduan Lengkap Konten Viral & Cuan

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 5 menit 9302x dilihat
Makna Core di TikTok: Panduan Lengkap Konten Viral & Cuan

Bagikan Postingan

anti core di TikTok - Grameds, pernahkah saat scrolling di TikTok Anda sering menemukan caption alias hashtag yang diakhiri dengan kata “core”? Mulai dari #cottagecore, #cozycore sampai #darkacademia, akhiran ini tampak seperti kunci untuk menarik perhatian dan masuk ke For You Page (FYP).

Sebenarnya, arti core di TikTok apa sih? Mengapa sebuah sufiks bisa berpengaruh terhadap cara algoritma mengelompokkan dan mempromosikan konten?

Untuk pembuat konten, pemilik toko online, atau siapa pun yang tertarik mengikuti tren, mari kita ulas asal-usul tren core, cara memakainya agar konten lebih ramai, dan potensi penghasilan yang bisa muncul dari tren ini.

Apa Itu “Core” di TikTok?

Secara harfiah, core berarti "inti" atau "pusat". Di TikTok, istilah ini berkembang menjadi label untuk subkultur visual dan gaya hidup yang memiliki estetika khas. Core menandai tema konten yang seragam dalam aspek visual, audio, dan suasana emosional atau vibes.

Sebuah core biasanya terbentuk dari beberapa elemen berikut:

  1. Palet Warna Dominan: Setiap core mempunyai kombinasi warna yang menjadi ciri. Misalnya cottagecore identik warna tanah dan hijau alami, sementara softcore condong ke pastel hangat.

  2. Audio Cue & Musik: Potongan lagu atau suara khas - seperti lo-fi, musik klasik, atau rekaman ASMR - menjadi identitas bunyi yang mudah dikenali audiens.

  3. Properti & Wardrobe: Atribut visual seperti pakaian vintage, buku tua, cangkir kopi, atau tanaman kecil berperan sebagai simbol yang memperkuat estetika.

  4. Gaya Editing: Transisi tertentu, penggunaan filter grain untuk kesan nostalgia, atau sudut pengambilan gambar POV menegaskan tone konten.

Mengapa Kata “Core” Disukai Algoritma TikTok?

Memakai tagar dengan akhiran core bukan sekadar estetika. Dari sisi optimasi platform, tagar ini membantu algoritma mengkategorikan konten secara lebih terstruktur.

  • Sinyal Pengelompokan: Konsistensi visual, penggunaan audio yang sama, serta tagar spesifik memberikan sinyal kuat kepada algoritma untuk merekomendasikan video ke audiens yang menyukai estetika serupa.

  • Pembentukan Komunitas Niche: Tagar core memudahkan orang menemukan "rumah" bagi selera tertentu, sehingga interaksi seperti like, komentar, dan share cenderung meningkat.

  • Template Produksi yang Praktis: Kreator bisa mengadaptasi resep visual dan audio yang sudah ada, sehingga proses produksi menjadi lebih terarah tanpa harus menemukan konsep dari nol.

Deretan Core Populer yang Wajib Kamu Tahu

Berikut beberapa aliran core yang sedang populer di TikTok beserta ciri khasnya:

  • Cottagecore: Estetika kehidupan pedesaan yang tenang dan romantis; konten sering menampilkan merawat tanaman, membuat roti rumahan, dan busana vintage.

  • Dark Academia: Terinspirasi suasana kampus klasik Eropa—kecintaan pada sastra, buku tua, interior kayu, dan gaya preppy yang elegan.

  • Cozycore / Softcore: Fokus pada kenyamanan dan perawatan diri; sering menampilkan rutinitas minum teh, lilin aromaterapi, dan musik mellow.

  • Goblincore: Merayakan keindahan alam yang unik dan tidak sempurna, seperti lumut, jamur, daun gugur, dan batu-batu kecil.

  • Kidcore: Nuansa nostalgia era 90-an/2000-an dengan warna cerah, mainan retro, dan lagu-lagu ceria.

Peluang Cuan dan Risiko Komersialisasi

Tingginya keterikatan audiens pada komunitas core membuka peluang bisnis bagi kreator dan pemilik merek.

Potensi Keuntungan:

  1. Pemasaran Tepat Sasaran: Merek dapat langsung menyasar audiens yang relevan, misalnya produk dapur dengan tema "cottagecore kitchen set".

  2. Kolaborasi dengan Micro-Influencer: Kreator berskala kecil hingga menengah yang fokus pada satu core biasanya memiliki tingkat kepercayaan tinggi dari pengikutnya.

  3. Konten Shoppable yang Natural: Video tutorial atau room tour yang menampilkan produk terasa seperti rekomendasi organik, sehingga dapat meningkatkan konversi di platform belanja.

Risiko yang Wajib Diwaspadai:

  • Kehilangan Otentisitas: Terlalu banyak promosi produk yang tidak relevan bisa membuat pengikut merasa komunitas kehilangan nilai asli.

  • Kejenuhan Audiens: Jika feed dipenuhi konten sponsor, pengalaman menonton bisa terasa monoton dan menurunkan lama menonton.

Tips Taktis Pakai Tag “Core” Biar Kontenmu Meluncur ke FYP

Supaya video mendapat perhatian, terapkan beberapa langkah optimasi praktis berikut:

  1. Riset & Pilih Identitas Utama: Tentukan estetika yang paling cocok dengan gaya atau produkmu. Konsistensi pada 5-10 video pertama membantu algoritma mengenali niche akun.

  2. Padukan Hashtag Populer dan Spesifik: Gabungkan tagar luas seperti #cottagecore dengan tagar mikro seperti #gardeninglife atau #homebaking untuk jangkauan yang seimbang.

  3. Gunakan Trending Audio Komunitas: Pilih audio yang sedang ramai dipakai oleh kreator lain di core yang sama untuk meningkatkan visibilitas.

  4. Tulis Caption yang Deskriptif: Cantumkan frasa pencarian yang jelas di caption, misalnya "5 menit morning routine estetik #softcore" daripada hanya menulis kata "estetik".

FAQ seputar Istilah “Core” di TikTok

1. Bisakah saya mencampurkan dua konsep core dalam satu akun?

Bisa. Perpaduan dua estetika, seperti Dark Cottagecore atau Soft Academia, sering melahirkan subgenre baru yang menarik dan dapat membedakan akunmu.

2. Apakah konsep core hanya soal pakaian dan warna?

Tidak. Core juga mencakup gaya hidup, hobi, aktivitas harian, serta nilai yang dijalankan komunitasnya.

3. Berapa banyak tagar core yang ideal dipakai dalam satu postingan?

Cukup gunakan 3-5 tagar yang benar-benar relevan dengan isi videomu agar tidak terdeteksi sebagai spam oleh algoritma.

Kesimpulan

Fenomena core menunjukkan tren media sosial bergerak menuju pembentukan identitas dan komunitas yang kuat. Kunci sukses memanfaatkan tren ini adalah konsistensi visual, pemilihan audio yang sesuai, dan menjaga keaslian narasi.

Dengan memahami mekanisme core, Anda dapat memperluas jangkauan audiens sekaligus membuka peluang kerja sama yang menguntungkan. Jadi, dari sekian banyak estetika core, mana yang paling mewakili gaya Anda, Grameds?

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads