Mungkin Anda mengira bahwa semua pengguna Windows 11 bakal mendapatkan proses upgrade ke jenis 26H2 dengan langkah yang sama, rupanya dugaan tersebut kurang tepat guys.
Nah kenapa?, jadi perlu diingat bahwa Microsoft kembali menggunakan strategi yang sudah cukup lama mereka terapkan, dimana sebagian pengguna hanya perlu menginstal pembaruan mini yang selesai dalam hitungan menit, sementara sebagian lainnya tetap kudu mendownload dan memasang satu paket sistem operasi baru yang ukurannya jauh lebih besar.
Kenapa bisa berbeda?, mari kita bahas.
Semuanya Tergantung Versi Windows yang Kamu Gunakan
Nah yang pertama inilah yang kudu diperhatikan. Cara upgrade ke Windows 11 26H2 rupanya sepenuhnya ditentukan oleh jenis Windows yang saat ini melangkah di PC kamu.
Jika perangkatmu sudah menggunakan Windows 11 24H2 alias Windows 11 25H2, maka proses upgrade nantinya bakal jauh lebih sigap lantaran Microsoft hanya bakal mengirimkan sebuah Enablement Package (eKB).
Sebaliknya, jika Anda tetap menggunakan Windows 11 23H2, jenis yang lebih lama, alias apalagi tetap memperkuat di Windows 10, maka prosesnya tetap berupa Feature Update penuh layaknya menginstal Windows jenis baru.
Apa Itu Enablement Package?
Buat yang belum familiar, Enablement Package sebenarnya bukan perihal baru lantaran Microsoft sudah menggunakan metode ini sejak era Windows 10, kemudian kembali menerapkannya di Windows 11.
Singkatnya, fitur-fitur Windows 11 26H2 sebenarnya sudah lebih dulu disisipkan melalui pembaruan bulanan sebelumnya, tetapi tetap dalam keadaan nonaktif, dan ketika jenis 26H2 resmi dirilis, Microsoft hanya mengirim pembaruan mini yang bekerja mengaktifkan fitur-fitur tersebut sekaligus mengubah nomor jenis Windows.
Artinya, sistem operasi tidak perlu diinstal ulang, tidak ada proses migrasi besar-besaran dan tidak ada penggantian file inti Windows.
Hasilnya, proses upgrade biasanya hanya memerlukan satu kali restart dan selesai dalam waktu yang relatif singkat.
Kalau Masih Windows 23H2 alias Windows 10?
Nah beda cerita jika Anda tetap menggunakan Windows 11 23H2 alias jenis Windows yang lebih lama, lantaran jenis tersebut menggunakan platform yang berbeda, sehingga Windows Update kudu melakukan Feature Update penuh.
Meskipun begitu, Anda tidak perlu cemas kudu menginstal Windows 24H2 terlebih dahulu, kemudian 25H2, baru bisa menuju 26H2, lantaran kembali lagi, pembaruan ini berkarakter kumulatif, jadi pengguna Windows 11 23H2 dapat langsung meloncat ke Windows 11 26H2 tanpa kudu melewati versi-versi sebelumnya.
Dan ini juga bertindak untuk pengguna Windows 10 selama perangkatnya memenuhi persyaratan Windows 11. Untuk lebih jelasnya sih Anda bisa cek tabel berikut.
| Windows 11 25H2 | Enablement Package (eKB) |
| Windows 11 24H2 | Enablement Package (eKB) |
| Windows 11 23H2 alias lebih lama | Full Feature Update |
| Windows 10 (hardware didukung) | Full Operating System Upgrade |
Secara teknis sih, kenapa ini bisa terjadi dan kenapa ada pembaruan yang besar dan mini adalah lantaran Windows 11 24H2, 25H2, dan 26H2 dibangun di atas platform (codebase) yang sama.
Jika Anda merupakan pengguna lama Windows, Microsoft juga pernah menerapkan perihal ini di Windows 10 1903 dan 1909 dan melangkah sampai sekarang.
Jadi, jika Anda selalu menggunakan jenis Windows terbaru, ukuran pembaruan harusnya tidak bakal besar dan bakal melangkah sangat singkat. Beda halnya jika Anda saat ini tetap menggunakan Windows 11 jenis 23H2, pembaruan bakal melangkah cukup lama dengan ukuran download pembaruan penuh yang bisa mencapai 4 GB.
Secara umum sih, menurut saya langkah yang dilakukan Microsoft ini bagus juga, lantaran selain kita bisa menghemat kuota, proses pembaruan pun melangkah sigap dan tidak menyantap waktu lama, cukup dengan pembaruan berukuran dibawah 10 MB, kita bisa mendapatkan banyak fitur baru yang sebenarnya sudah ada, hanya saja baru diaktifkan di pembaruan tersebut saja.
Tapi pertanyannya, kapan Windows 11 26H2 dirilis?, nah sesuai agenda biasa saja guys, lantaran saat ini tetap berada di channel insider, besar kemungkinan pembaruan ini bakal datang pada paruh kedua (second half) tahun 2026, kemungkinan sekitar September hingga Oktober, mengikuti pola rilis tahunan Windows 11.
Nah gimana menurutmu? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·