Mengenal Prosedur Sperm Freezing: Syarat, Cara, Hingga Biayanya

May 21, 2026 08:20 PM - 6 jam yang lalu 262

Jakarta -

Pembekuan sperma alias sperm freezing merupakan salah satu langkah untuk mengatasi kesuburan pria. Seperti halnya dengan egg freezing, prosedur sperm tentu mempunyai cara, syarat, hingga biaya yang berbeda.

Ada beragam argumen kenapa seseorang mau melakukan pembekuan sperma alias sperm freezing. Selain sebagai tabungan, sperma yang dibekukan menjadi investasi bagi mereka jika mau mempunyai anak di kemudian hari.

Seperti diketahui bahwa sperma memang dapat dibekukan sebagai persediaan untuk perawatan kesuburan, sebagai asuransi sebelum vasektomi, alias tabungan bagi mereka yang berpikir bahwa kesuburan mereka mungkin menurun sebelum mereka siap mempunyai anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Keputusan menempuh sperm freezing merupakan keputusan yang bijak untuk melestarikan kesuburan seseorang hingga membantu mereka yang menjalani perawatan kanker alias perawatan hormon seperti dikutip dari laman Fertilityassociate.

Apa itu sperm freezing?

Sperm freezing merupakan salah satu metode untuk menjaga kesuburan laki-laki sehingga mereka nantinya dapat mencoba mempunyai anak di kemudian hari. Selain untuk diri sendiri, tabungan sperma juga bisa didonorkan alias untuk perawatan orang lain.

Jika sperma bakal disumbangkan biasanya sperma tersebut kudu dikarantina selama tidak alias enam bulan dan diperiksa infeksinya sebelum dapat digunakan penerima donor. Sementara itu, lamanya karantina bakal berjuntai pada jenis tes skrining yang dilakukan di rumah sakit.

Bagi sebagian pria, keputusan untuk mengikuti sperm freezing mungkin menjadi keputusan yang tidak mudah. Hanya saja, kebutuhan ini biasanya memang diperlukan terutama jika yang berkepentingan mempunyai riwayat medis tertentu. Nah, sebelum memutuskan mengikuti prosedur ini, pertimbangkan beberapa perihal berikut ini seperti dikutip dari laman Hfea:

1. Memiliki kondisi medis alias sedang menjalani perawatan medis yang dapat memengaruhi kesuburan
2. Memutuskan untuk menjalani vasektomi dan mau mempunyai sperma jika nantinya berubah pikiran mau mempunyai anak
3. Memiliki jumlah sperma yang rendah alias kualitas sperma yang buruk
4. Kesulitan menghasilkan sampel sperma pada perawatan kesuburan
5. Berisiko mengalami cedera alias kematian

Alasan laki-laki melakukan sperm freezing

Selain argumen di atas, beberapa argumen lainnya kenapa seseorang menempuh prosedur sperm freezing di antaranya berikut ini:

1. Usia

Seperti diketahui bahwa seiring berjalannya usia, sperm freezing menjadi prosedur yang perlu dipertimbangkan terutama jika memang tetap mau mempertahankan kesuburan.

2. Prosedur alias kondisi medis

Mereka yang memilih untuk menjalani vasektomi mungkin menginginkan pilihan untuk mempunyai anak di masa depan. Beberapa obat, seperti terapi testosteron alias terapi sel sabit, dapat memengaruhi kesuburan. Dengan begitu, sperm freezing menjadi solusi yang bisa ditempuh dalam mewujudkan mempunyai anak di kemudian hari.

3. Pekerjaan

Orang-orang dengan pekerjaan berisiko tinggi, seperti mereka yang berada di militer, dapat membekukan sperma agar tersedia bagi mereka alias pasangan mereka.

Kenali langkah kerja sperm freezing

Dalam prosesnya, metode ini memang membekukan sperma guna kebutuhan di masa mendatang saat mau mempunyai anak. Namun, sebelum menjalani prosedur ini, pertama-tama, laki-laki tersebut bakal menjalani tes untuk penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Selain itu, tes ini untuk memastikan bahwa sampel sperma yang terinfeksi disimpan secara terpisah untuk mencegah kontaminasi sampel lain.

Setelah itu, pasien bakal memberikan persetujuan tertulis berasas info yang komplit untuk prosedur penyimpanan dan menentukan berapa lama sperma tersebut mau disimpan.

Di klinik alias rumah sakit, biasanya pasien bakal diminta untuk memberikan sampel sperma segar. Sampel tersebut kemudian dicampur dengan cairan unik untuk melindungi sperma dari kerusakan selama pembekuan. Sebelum dibekukan, sampel biasanya dibagi ke dalam sejumlah wadah. Ini artinya, tidak semua sperma perlu dicairkan sekaligus dan dapat digunakan dalam beberapa perawatan. Sampel kemudian didinginkan perlahan dan dicelupkan ke dalam nitrogen cair.

Prosedur sperm freezing sebenarnya sangat kondusif dan tidak ada akibat bagi pasien alias anak-anak dari penggunaan sperma beku. Namun, permasalahannya adalah tidak semua sperma bakal memperkuat hidup dalam proses pembekuan dan pencairan.

Jika tidak segera digunakan, sperma mungkin bakal disimpan untuk bisa digunakan di masa mendatang. Sperma yang disimpan bakal dibekukan. Bunda perlu mempertimbangkan seberapa jauh di masa depan kemungkinan sperma tersebut digunakan serta potensi biaya penyimpanannya. 

Terkait pembekuan dalam jangka panjang, kerusakan pada sperma memang dikhawatirkan. Meskipun penelitian tetap dilakukan, belum ada cukup bukti yang tersedia untuk mengatakan dengan pasti apakah menyimpan gamet dan embrio dalam jangka waktu yang lebih lama mempunyai akibat negatif pada kelangsungan hidupnya.

Bagaimana sperma dibekukan dan dicarikan

Ahli andrologi menempatkan sperma yang telah disiapkan ke dalam larutan pembeku unik dalam tabung kecil. Tabung-tabung tersebut dimasukkan ke dalam freezer penyimpanan yang berisi nitrogen cair. “Sperma kudu tetap kaku pada suhu konstan minus 196 derajat Celcius,” kata mahir urologi Amin Herati selaku director of Male Infertility and Men Health Clinic at Brady Urological Institute, dikutip dari laman Hopkins Medicine.

Sperma setiap pasien biasanya dibagi menjadi beberapa tabung dan disimpan dalam beberapa tangki penyimpanan. Jika satu freezer rusak, sampel sperma yang tersisa tetap aman. Sebagai informasi, sebenarnya sperma dapat dibekukan tanpa pemisah waktu.

Ketika bakal digunakan, sperma tersebut dicairkan di laboratorium hingga mencapai suhu ruangan. “Setelah dicairkan, sperma dianalisis untuk memastikan tetap ada sperma yang motil dan aktif,” kata Herati.

Sayangnya, dalam beberapa kasus, separuh hingga dua pertiga sperma mungkin tidak bisa memperkuat hidup dalam siklus pembekuan dan pencairan. Tetapi, sperma yang memperkuat hidup mungkin lebih menguntungkan dari sisi kesuburan. Studi menunjukkan bahwa sperma ini mungkin lebih mungkin menghasilkan kehamilan ketika digunakan dalam IVF.

Berapa biaya sperm freezing?

Biaya prosedur sperm freezing sangatlah bervariasi ya, Bunda. Sering kali ada satu biaya yang digunakan untuk pengumpulan dan kajian sperma, kemudian biaya penyimpanan berkepanjangan untuk proses pembekuan.

Terkait biaya penyimpanan, kisarannya ialah antara US$100-500 per tahun. Ada baiknya, konsultasikan terlebih dulu dengan pihak asuransi dan juga master mengenai biaya tersebut.

Oh iya, Bunda, sperm freezing tidak mungkin dilakukan di rumah ya. Sperm freezing biasanya dilakukan di laboratorium dengan kontrol kualitas yang tepat. Suhu freezer rumah rata-rata sekitar minus 18 derajat Celcius. Sementara itu, sperma perlu disimpan pada suhu minus 196 derajat Celcius agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Semoga informasinya membantu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya