Jakarta -
Bunda, selama ini kita sepakat bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang Si Kecil. Bahkan, manfaatnya diketahui dapat mencakup hingga keahlian anak dalam membaca dan menghitung.
Untuk memperoleh faedah tersebut, para mahir melakukan pengetesan terhadap lama menyusui yang dilakukan tiap ibu. Durasi ideal dalam memberikan ASI dipercaya dapat memengaruhi beragam faedah yang bakal diperoleh oleh Si Kecil.
Mungkin Bunda pernah mendengar perdebatan di kalangan orang tua mengenai lama menyusui. Ada yang mengatakan pemberian ASI cukup sampai 6 bulan, ada pula yang percaya menyusui 1 tahun alias lebih manfaatnya jauh lebih optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu semua bakal dianalisis melalui studi yang dikemukakan peneliti asal Tiongkok. Penelitian terbaru dari 'Negeri Tirai Bambu' ini memberi gambaran yang jelas, terutama mengenai faedah jangka panjang bagi keahlian belajar anak.
Studi mengenai keahlian membaca dan berbilang anak
Melansir dari New York Post, penelitian ini melibatkan survei family nasional sekaligus penilaian keahlian kognitif tiap anak. Para mahir pun menguji keahlian matematika dan bahasa anak-anak yang berumur 10 hingga 15 tahun di Tiongkok.
Hasilnya, mereka menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan ASI lebih lama saat bayi condong mempunyai keahlian membaca dan berbilang yang lebih baik. Kondisi ini apalagi didominasi oleh anak-anak sekolah yang mempunyai status sosial ekonomi rendah.
Menurut mahir pediatri dari Northwell Cohen Children's Medical Center, Dr. Andrew Adesman, perkembangan kognitif anak tidak hanya ditentukan dari diberikan alias tidaknya ASI pada anak. Ia menekankan bahwa lama berapa lama ASI diberikan juga dapat memengaruhinya.
“Hasil jangka panjang yang menguntungkan ini juga menyoroti sesuatu yang sering diabaikan alias disalahpahami. Ini bukan hanya tentang apakah menyusui lebih baik daripada tidak menyusui, tetapi lebih kepada pentingnya menyusui dalam jangka waktu yang lebih lama,” katanya.
Perbedaan pola menyusui dengan negara maju
Namun, pola pemberian ASI di Tiongkok rupanya cukup berbeda jika dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Beberapa negara maju, termasuk AS, ibu yang mempunyai status sosial ekonomi lebih tinggi justru lebih lama dan sering memberikan ASI, Bunda.
Hal ini kemudian memunculkan kekhawatiran, Bunda. Pasalnya, aspek tumbuh kembang anak dapat menjadi bias lantaran dapat dipengaruhi oleh aspek lain di luar ASI, seperti pola makan, akses jasa kesehatan, tingkat pendidikan orang tua, serta lingkungan.
Tapi menariknya, penelitian yang dilakukan di Tiongkok dinilai jauh lebih nyata lantaran para mahir menganggap hasilnya “murni” dan tidak dipengaruhi oleh aspek style hidup lainnya, Bunda. Maka dari itu, faedah ASI terhadap kognitif anak terbukti jelas dan nyata.
Manfaat ASI dalam jangka panjang bagi anak
Meskipun penelitian lain telah menemukan perihal serupa, penelitian ini berfokus pada faedah menyusui yang didapatkan selama lebih dari enam bulan. Selain berfaedah untuk perkembangan kognitif anak, ASI yang diberikan lebih dari enam bulan juga berkedudukan krusial dalam membentuk perilaku Si Kecil di kemudian hari, Bunda.
Hal ini pun diakui oleh presiden Academy of Breastfeeding Medicine, Dr. Julie Ware, yang menyebut bahwa ASI mempunyai nutrisi yang tidak tertandingi. Ia juga mengatakan ASI adalah pengobatan individual lantaran kandungannya sangat sesuai dengan kebutuhan bayi.
Demikian penjelasan mengenai gimana pemberian ASI lebih dari enam bulan bisa membikin perkembangan kognitif anak jauh lebih optimal, termasuk pada keahlian membaca dan menghitungnya. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·