Jakarta -
Salah satu bahan MPASI yang bisa diberikan untuk Si Kecil, ialah ikan. Selain lezat dan mudah didapat, ikan juga bisa diolah menjadi beragam menu sedap untuk Si Kecil.
Ingat Bunda, memperkenalkan MPASI alias makanan pendamping ASI perlu dilakukan secara bertahap. Di momen ini, bayi bakal mulai belajar mengenal beragam rasa dan tekstur makanan.
Termasuk dalam memperkenalkan olahan ikan. Ikan mengandung beragam nutrisi krusial seperti protein, unsur besi, vitamin D, dan masam lemak omega-3 yang berkedudukan besar dalam mendukung perkembangan otak, tulang, serta sistem kekebalan tubuh bayi.
Kapan bayi boleh makan ikan?
Dikutip dari Parenting First Cry, ikan mulai dapat diberikan setelah bayi berumur 6 bulan. Namun, Bunda tetap perlu memantau apakah sesudahnya bayi mempunyai reaksi alergi terhadap ikan dan olahannya tersebut.
Jika bayi alergi, sebaiknya tunggu hingga dia berumur 8 bulan agar akibat alergi dapat diminimalkan. Bunda juga dapat konsultasi terlebih dulu dengan dokter, terutama jika ada riwayat alergi ikan dan seafood di keluarga.
Manfaat makan ikan untuk bayi
Sampai usia 6 bulan, bayi mendapatkan nyaris semua nutrisi yang mereka butuhkan melalui ASI dan/atau susu formula.
Seiring bertambah usia, bayi semakin memerlukan asupan vitamin D dan unsur besi. Vitamin D sangat krusial untuk kesehatan tulang dan perkembangan otak, sedangkan unsur besi adalah mineral esensial yang krusial untuk banyak kegunaan tubuh, termasuk mengangkut oksigen dalam darah.
Nah, ikan merupakan salah satu sumber unsur besi yang baik lho, Bunda. Beberapa jenis ikan, seperti salmon, juga merupakan sumber vitamin D yang baik.
Selain itu, ikan juga mengandung protein. Hal ini termasuk nutrisi krusial yang membangun dan memperbaiki jaringan dalam tubuh, sehingga mendukung pertumbuhan yang sehat pada tubuh Si Kecil.
Sebagian jenis ikan apalagi mengandung zinc, yang merupakan mineral krusial untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Demikian dikutip dari Healthline.
Manfaat makan ikan untuk bayi lainnya ialah mendapatkan asupan masam lemak omega-3. Asam lemak esensial ini krusial untuk kegunaan dan perkembangan otak, mata, serta sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Aturan makan ikan untuk bayi?
Meski mempunyai banyak manfaat, tetap ada patokan makan ikan untuk bayi yang perlu dipahami ya, Bunda. Termasuk dalam proses memilih, memasak, dan menyajikannya untuk bayi.
Ketika membeli, pastikan Bunda memilih ikan yang tetap segar dan dalam kondisi baik. Perhatikan warna mata dan tekstur dagingnya. Setelah itu, buang kulit dan durinya (terutama perhatikan duri-duri kecilnya). Ini krusial untuk mengurangi akibat tersedak.
Pastikan daging ikan sudah matang sempurna saat dimasak, sampai teksturnya menjadi lembut. Setelah itu, pangkas dan haluskan sesuai tekstur yang diinginkan untuk Si Kecil.
Idealnya, ikan kudu cukup lembut agar bayi dapat mengunyahnya dengan mudah. Bunda juga bisa memotong ikan menjadi potongan mini alias disuwir sebelum diberikan.
Hal lain yang tak kalah krusial diperhatikan ialah reaksi alergi, karena ikan termasuk salah satu alergen utama, Bunda. Penting untuk mengenali tanda-tanda reaksi alergi, termasuk pembengkakan di sekitar bibir dan mulut, diare, alias muntah. Tanda lainnya dapat meliputi napas bersuara (mengi), batuk, alias biduran.
5 Ikan yang bagus untuk MPASI
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tyas Indayanti
Nah, lampau apa saja jenis-jenis ikan yang bagus untuk MPASI? Bunda bisa coba beberapa pilihan ikan berikut ini:
1. Ikan lele
Ikan lele termasuk dalam kategori ikan yang bagus untuk MPASI lantaran banyak kandungan nutrisi. Termasuk di antaranya protein, kalsium, zinc, fosfor, magnesium, lemak dan beragam jenis vitamin.
Selain itu, ikan lele juga mengandung masam lemak omega-3 yang tinggi. Ikan lele mudah didapat, dagingnya lembut, dan harganya relatif terjangkau.
2. Ikan salmon
Salmon menjadi salah satu jenis ikan yang bagus untuk MPASI. Hal ini lantaran rendah merkuri dan mempunyai kandungan penyebab alergi yang rendah pula.
3. Ikan teri
Ikan teri diketahui mempunyai rasa gurih alami, sehingga bisa menambah cita rasa makanan tanpa perlu diberikan ramuan penyedap maupun garam.
Meski kecil-kecil, ikan teri juga mempunyai banyak nutrisi krusial seperti kalsium, protein, vitamin K, magnesium, fosfor, omega-3 dan nutrisi lainnya.
4. Ikan patin
Ikan patin lokal juga menjadi salah satu jenis ikan yang bagus untuk MPASI. Tekstur dagingnya lembut dan punya rasa gurih alami.
"Ikan patin tinggi protein dan lemak sehat yang baik untuk pertumbuhan anak," ungkap Dokter Spesialis Anak, dr. Dian Sulistya Ekaputri, Sp.A., kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
5. Ikan kembung
Selain ikan lele, ikan kembung juga kaya bakal kandungan masam lemak omega-3. Oleh karena itu, ikan kembung termasuk dalam kategori ikan yang bagus untuk MPASI juga.
"Ikan kembung tinggi kandungan omega-3 dan vitamin D yang mendukung kesehatan tulang dan otak," ujar dr. Dian.
5 Ikan yang tidak boleh untuk MPASI
Sebaliknya, ada juga beberapa jenis ikan yang tidak boleh untuk MPASI, Bunda. Alasannya beragam, termasuk utamanya mengandung merkuri yang tinggi. Apa saja jenis-jenis ikan yang tidak boleh untuk MPASI:
1. Ikan kerapu
Ikan kerapu mempunyai kadar merkuri yang cukup tinggi, sehingga membahayakan kesehatan tubuh, terutama pada bayi dan anak-anak.
2. Ikan todak
Ikan todak termasuk tidak boleh untuk MPASI lantaran mempunyai kandungan merkuri yang tinggi. Secara umum, Environmental Defense Fund pun merekomendasikan untuk menghindari ikan ini lantaran rawan bagi kesehatan, terutama bagi wanita dan anak-anak.
3. Ikan hiu
Kadar merkuri ikan hiu lebih tinggi daripada ikan lainnya, sehingga ikan ini termasuk tidak baik untuk MPASI.
4. Ikan king mackerel
Ikan king mackerel berbeda dengan ikan makerel pada umumnya yang banyak dipasarkan dalam corak kalengan.
Ikan ini juga mengandung kadar merkuri yang tinggi, sehingga tak disarankan sebagai bahan MPASI bayi.
5. Ikan marlin
Serupa seperti jenis-jenis ikan lainnya yang tidak baik untuk MPASI, ikan marlin juga mengandung tinggi merkuri. Sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dan anak-anak ya, Bunda.
Resep MPASI dengan ikan
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Roxiller
Ingin memberikan olahan ikan untuk menu MPASI? Berikut beberapa pilihan resep MPASI dengan ikan yang mudah dibuat dan tinggi nutrisi:
1. Nasi Tim Ikan Tuna Telur Puyuh
Resep ini dikutip dari Buku Resep Makanan Lokal oleh Kemenkes RI.
Bahan-bahan:
- 115 gram (12 sdm) nasi putih
- 30 gram (1 pangkas kecil) ikan tuna segar, haluskan
- 30 gram (3 butir) telur puyuh
- 15 gram (1 pangkas besar) wortel
- 10 gram (1 buah sedang) tomat
- 7,5 gr (1,5 sdt) minyak kelapa
- 75 cc (1/3 gelas belimbing) kaldu ayam
- 50 gr (1/2 potong) pepaya, haluskan
Cara membuat:
- Masukkan nasi, ikan tuna, telur puyuh, minyak kelapa ke dalam mangkok tim.
- Tambahkan air kaldu.
- Masukkan wortel dan tomat, tim hingga matang.
- Angkat, sajikan dengan saus papaya.
2. Nasi Tim Ayam Lele Cincang
Bahan-bahan:
- 100 gram (10 sdm) nasi putih
- 30 gram (3 sdm) daging ayam cincang
- 10 gram (1 sdm) daging ikan lele
- 10 gram (1 sdm) wortel
- 5 ml (1 sdt) minyak goreng
- 10 ml (1 sdm) santan kental
- 1,5 sdm bawang bombay (iris halus)
- 200 ml kaldu ayam
Cara membuat:
- Masukkan nasi, daging ayam cincang, ikan lele, bawang bombay, minyak dan santan ke dalam mangkok tim.
- Tambahkan air kaldu.
- Masukkan wortel, masak hingga lunak dan matang. Angkat dan sajikan.
3. Nasi Tim Ikan Telur Sayuran
Bahan-bahan:
- 100 gram (10 sdm) nasi putih
- 30 gram (3 butir) telur puyuh, kocok
- 30 gram (3 sdm) ikan kembung fillet
- 10 gram (1 sdm) sawi hijau, iris
- 20 gram (2 sdm) tomat, cincang
- 300 ml kaldu ayam
- 7,5 ml (1,5 sdt) minyak kelapa
Cara membuat:
- Masak kaldu, nasi, minyak kelapa, dan ikan kembung hingga lunak dan menjadi bubur.
- Masukkan sawi hijau dan tomat.
- Masukkan telur puyuh yang sudah dikocok, kombinasi perlahan hingga rata dan matang.
- Angkat dan sajikan.
4. Bubur Palai Kembung
Resep ini dikutip dari kitab Mommyclopedia: 99+ Resep MPASI oleh Dr. dr. Meta Hanindita, SpA(K):
Bahan-bahan:
- 60 gram alias 4 sdm nasi
- 30 gram daging ikan kembung alias 1/3 ikan kembung ukuran sedang (ambil dagingnya)
- 60 ml alias 4 sdm santan
- 100 ml air matang
- 1/2 buah jeruk nipis
- Daun pisang
- Garam secukupnya (jika diperlukan)
Bumbu halus:
- 1 siung bawang putih
- 1 buah bawang merah
- 1/2 pangkas kunyit
Cara membuat:
- Lumuri daging ikan kembung dengan jeruk nipis dan garam. Diamkan sekitar 10 menit.
- Campur ramuan lembut dengan santan, kemudian lumuri ikan dengan campuran ramuan hingga merata. Diamkan lagi sekitar 20 menit.
- Bungkus ikan dengan daun pisang, sematkan lidi di kedua sisi.
- Panggang ikan sembari dibolak-balik hingga kedua sisi matang dan berwarna kecokelatan. Angkat.
- Campur dengan nasi, tambahkan air matang, lampau saring hingga menjadi bubur.
5. Bakso Tenggiri Kuah Tomat
Resep berikut ditulis oleh dr Dyah Arum K, M.Gizi, dikutip dari kitab Anti Panik Hadapi GTM Anak:
Bahan-bahan:
- 7 sdm ikan tenggiri giling
- 2 sdm tepung sagu, jika tidak ada bisa diganti tepung tapioka
- 1 butir putih telur
- 100 ml air es
Bahan bumbu:
- 2 sdt bawang putih bubuk
- 1/2 sdt lada putih bubuk
- Garam secukupnya
Bahan kuah:
- 1 sdm ghee/minyak goreng
- 2 siung bawang putih cincang
- 1 sdt saos tiram (opsional)
- 300 ml air matang
- Kuning telur dapat dimasukkan di sini agar tidak terbuang
- 1 buah tomat
Cara membuat:
- Haluskan semua bahan dalam blender. Masukkan air es secara bertahap.
- Tumis bawang putih dengan ghee/minyak.
- Tuang air dan kuning telur, tunggu hingga kuning telur matang.
- Sambil menunggu, olesi tangan alias sarung tangan plastik dengan minyak.
- Ambil adukan dan corak seperti bakso, masukkan di kuah. Tunggu adukan mengapung dan air mendidih.
- Masukkan tomat dan saos tiram, koreksi rasa. Sajikan hangat.
Itulah penjelasan tentang mulai usia berapa bayi boleh makan ikan, serta beberapa pilihan resep MPASI dengan bahan ikan. Ingat, jika reaksi alergi muncul segera konsultasikan ke dokter, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·