Negara Ini Berikan Bonus Rp130 Juta Untuk 20 Ibu Yang Mau Punya 3 Anak

May 04, 2026 08:00 PM - 1 minggu yang lalu 9750

Jakarta -

Tren penurunan nomor kelahiran terjadi di banyak negara. Untuk mengatasinya, beberapa negara membikin kebijakan berupa pemberian bingkisan duit kepada ibu yang mengandung dan melahirkan.

Salah satu negara yang membuat kebijakan tersebut adalah Republik Rakyat Cina (RRC). Daerah Administratif Khusus (SAR) dari RRC, Hong Kong, memberikan bingkisan sebesar Rp130 juta untuk 20 pasangan yang mempunyai tiga anak dalam waktu sekitar 2,5 tahun.

Dilansir laman South China Morning Post (SCMP), kurang dari 60 persen biaya yang dialokasikan untuk skema pemerintah selama tiga tahun telah dicairkan hingga Februari. Saat ini, waktu pencairan tersisa lebih dari enam bulan sebelum berhujung pada Oktober.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Data pemerintah menunjukkan nomor kelahiran terdaftar di Hong Kong dalam dua bulan pertama tahun 2026 turun 20 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Seorang pemimpin golongan pemuda mengatakan, penurunan tersebut mencerminkan pandangan yang berkembang di kalangan anak muda bahwa mempunyai bayi adalah sumber stres dan pengorbanan, bukan suatu angan dan kegembiraan.

Skema pemberian bingkisan ini diluncurkan pada Oktober 2023. Pemerintah memberikan bingkisan satu kali sebesar 20.000 dollar Hong Kong alias sekitar Rp43 juta kepada orang tua yang memenuhi syarat. Menurut aturan, orang tua bisa mendapatkan bingkisan jika bayinya lahir di Hong Kong dan setidaknya satu orang tua kudu merupakan masyarakat tetap pada saat pengajuan permohonan.

Pada akhir tahun lalu, Hong Kong berencana memperluas tunjangan pajak bagi orang tua yang baru dikaruniai anak. Hal itu dilakukan untuk mendorong lebih banyak pasangan mempunyai keturunan.

Tunjangan untuk anak yang lahir di Hong Kong

Dikutip dari Hong KongPress, para orang tua dilaporkan menerima tunjangan pajak sebesar 130.000 dollar Hong Kong alias setara Rp280 juta untuk setiap anak, dengan jumlah tersebut digandakan pada tahun kelahiran anak. Itu artinya, orang tua bisa menerima tunjangan sebesar 260.000 dollar Hong Kong alias Rp570 juta.

Departemen Sensus dan Statistik setempat menyatakan bahwa populasi di Hong Kong diperkirakan mencapai 7,51 juta pada tahun 2025, alias naik 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, nomor kelahiran justru menurun cukup drastis, Bunda.

Menurut laporan, nomor kelahiran di Hong Kong turun ke rekor terendah ialah 31.714 pada tahun 2025, alias turun 14 persen dari tahun sebelumnya. Sejumlah langkah telah diambil pemerintah setempat untuk meningkatkan nomor kelahiran, termasuk memberikan intensif alias bonus.

Namun, pemberian tambahan duit ini tampaknya belum bisa mengatasi penurunan nomor kelahiran. Menurut para mahir dan orang tua, pemerintah perlu mengatasi akar penyebab rendahnya nomor kelahiran di kota tersebut.

"Insentif tersebut hanya berkarakter jangka pendek dan tidak memotivasi saya untuk mempunyai anak kedua tahun lalu," kata Lilian Chan Lai-lai, yang pernah menjadi sorotan lantaran melahirkan putri keduanya di usia 58 tahun pada Agustus 2025, melansir dari laman Young Post Club.

Chan mengatakan bahwa pemerintah perlu menawarkan langkah-langkah jangka panjang, seperti menjamin keamanan tempat tinggal bagi bayi yang baru lahir. Cara tersebut dapat untuk mendorong kaum muda lebih berani dalam mempunyai anak.

Demikian buletin tentang bingkisan yang diberikan di Hong Kong untuk 20 ibu yang melahirkan tiga anak dalam waktu 2,5 tahun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya