Niat Puasa 1-10 Muharram Dan Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

Jun 15, 2026 07:30 PM - 4 hari yang lalu 4762

Puasa Muharram menjadi salah satu ibadah sunah yang banyak dikerjakan umat Islam saat memasuki Tahun Baru Hijriah. Bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT, sehingga beragam ibadah yang dilakukan pada bulan ini mempunyai keistimewaan tersendiri.

Selain puasa Tasua dan Asyura yang sangat dianjurkan, tidak sedikit pula yang tetap mempunyai utang puasa Ramadan dan mau mengqadha-nya di bulan Muharram.

Lalu, gimana norma menggabungkan puasa Muharram dengan qadha Ramadan? Apa saja referensi niat puasa Muharram dari tanggal 1 hingga 10 Muharram komplit dengan tulisan Arab, latin, dan artinya? Simak penjelasan lengkapnya dalam tulisan berikut ini, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hukum puasa 1-10 Muharram berturut-turut

Pada bulan Muharram, puasa sunah yang paling dianjurkan adalah puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Mengutip kitab Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum dijelaskan bahwa puasa Asyura termasuk sunah muakkadah alias sunah yang sangat dianjurkan.

Salah satu keutamaannya adalah menjadi karena diampuninya dosa-dosa mini yang dilakukan selama setahun sebelumnya.

Anjuran menjalankan puasa Asyura didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura tidak berkarakter wajib, tetapi sangat dianjurkan bagi siapa saja yang mau melaksanakannya.

Selain itu, puasa Tasua yang dikerjakan pada 9 Muharram juga mempunyai kedudukan istimewa. Rasulullah SAW apalagi pernah mengungkapkan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal tersebut pada tahun berikutnya. Namun, beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika saya tetap hidup hingga tahun depan, niscaya saya bakal berpuasa pada hari kesembilan (Tasua)." (HR Muslim).

Dalam kitab Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad Lc disebutkan bahwa tidak ada hari di bulan Muharram yang dilarang alias dimakruhkan untuk berpuasa, sehingga memperbanyak ibadah puasa pada bulan ini menjadi ibadah yang dianjurkan.

Apakah boleh puasa Muharram sekaligus qadha Ramadhan?

Mengutip detikcom, praktik menggabungkan dua niat ibadah dalam satu ibadah dikenal dengan istilah tasyrikunniyat. Para ustadz mempunyai pandangan yang berbeda mengenai norma penggabungan niat antara ibadah wajib dan sunah. Secara umum, terdapat tiga pendapat utama, yaitu:

  1. Sah menggabungkan niat ibadah wajib dan sunah, sehingga keduanya dianggap sah. Contohnya, menggabungkan niat mandi wajib lantaran junub dengan mandi sunah sebelum salat Jumat, alias menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunah Arafah.
  2. ah hanya ibadah wajibnya, sedangkan ibadah sunah yang digabungkan tidak dihitung. Contohnya niat haji wajib tanpa sunah.
  3. Sah hanya ibadah sunahnya, sementara ibadah wajib tidak terpenuhi. Pendapat ini bertindak pada beberapa corak penggabungan niat yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk ibadah wajib.

Dari perbedaan pandangan tersebut, sebagian ustadz menganjurkan agar puasa qadha Ramadhan dan puasa sunah, termasuk puasa Muharram, dilakukan secara terpisah. 

Pandangan serupa juga dijelaskan dalam kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib Asy-Syarbini. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa seseorang yang tetap mempunyai utang puasa Ramadhan sebaiknya segera menunaikan qadha-nya terlebih dulu sebelum memperbanyak puasa sunah.

Sementara itu, ada pula ustadz yang memperbolehkan penyelenggaraan puasa qadha Ramadhan berbarengan dengan puasa sunah. Dalam kitab Al-Mustarsyidin, sejumlah pendapat ustadz dirangkum sebagai berikut:

  • Ibnu Hajar beranggapan bahwa orang yang menjalankan puasa qadha dapat memperoleh pahala puasa sunah sekaligus andaikan dia turut meniatkan puasa sunah tersebut.
  • Imam Romli menyatakan bahwa pahala puasa sunah tetap bisa diperoleh meskipun tidak ada niat unik untuk puasa sunah, selama puasa qadha dilakukan pada hari yang memang dianjurkan untuk berpuasa sunah.
  • Abu Makromah beranggapan bahwa puasa qadha dan puasa sunah tidak dapat digabungkan dalam satu niat.

Dengan demikian, sebagian ustadz memperbolehkan menggabungkan puasa Muharram yang berkarakter sunah dengan puasa qadha Ramadhan yang hukumnya wajib, sedangkan sebagian lainnya tidak membolehkannya.

Karena adanya perbedaan pendapat tersebut, setiap Muslim dapat mengikuti pandangan ustadz yang diyakini paling kuat dan sesuai dengan pemahamannya.

Niat puasa Muharram hari ke 1 sampai 8

Berikut niat puasa Muharram yang bisa Bunda lafalkan dari hari ke 1 sampai 8:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram lantaran Allah ta'âlâ."

Niat puasa Muharram hari ke 9 alias Tasua

Berikut referensi niat puasa sunah Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram, Bunda!

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku beriktikad puasa sunah Tasu'a besok hari lantaran Allah SWT."

Niat puasa Muharram hari ke 10 alias Asyura

Usai menjalankan puasa Tasua, Bunda dapat melanjutkannya dengan melaksanakan puasa Asyura yang dikerjakan pada 10 Muharram. Berikut ini lafaz niat puasa Asyura yang bisa dibaca.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku beriktikad puasa sunah Asyura besok hari lantaran Allah SWT."

Niat puasa Muharram dan qadha Ramadhan

Bagi Bunda yang berencana menjalankan puasa sunah Muharram sekaligus mengganti puasa Ramadan yang tetap tertinggal, niat yang dibaca cukup niat puasa qadha Ramadan.

Hal ini lantaran qadha Ramadan merupakan ibadah wajib yang mempunyai prioritas untuk didahulukan. Berikut referensi niat yang dapat Bunda lafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku beriktikad untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan besok hari lantaran Allah Swt."

Bolehkah menggabung puasa 1 Muharram dengan puasa Senin Kamis?

Puasa Senin Kamis termasuk salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Lalu, gimana jika tanggal 1 Muharram alias hari-hari lain di bulan Muharram bertepatan dengan hari Senin alias Kamis? Apakah kedua puasa sunah tersebut dapat dilaksanakan sekaligus?

Mengutip kitab Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, puasa sunah Muharram dan puasa Senin Kamis boleh digabungkan andaikan jatuh pada hari yang sama.

Dengan demikian, seseorang dapat menjalankan kedua ibadah sunah tersebut dalam satu kali puasa dan memperoleh keistimewaan dari keduanya.

Pendapat tersebut sejalan dengan pandangan ustadz fikih terkemuka, Wahbah az-Zuhaili. Dalam kitab Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adillatuhu yang diterjemahkan oleh Abdul Hayyie Al-Kattani, beliau menjelaskan bahwa menggabungkan dua ibadah sunah dalam satu niat, termasuk puasa Muharram dan puasa Senin Kamis, diperbolehkan dan dinilai sah.

Kebolehan ini juga didukung oleh ustadz ajaran Syafi'i. Dalam kitab Al-Majmu', Imam an-Nawawi menerangkan bahwa penggabungan dua niat untuk ibadah sunah merupakan praktik yang telah diterima dalam kajian fikih.

Bacaan niat puasa Muharram sekaligus puasa Senin Kamis: arab, latin, dan artinya

Saat menjalankan puasa di awal bulan Muharram, andaikan tanggal 1–10 Muharram bertepatan dengan hari Senin alias Kamis, Bunda dapat meniatkan puasa Muharram sekaligus puasa Senin Kamis.

Niat yang dibaca dapat disesuaikan dengan hari pelaksanaannya. Berikut lafaz niat yang dapat Bunda amalkan:

Niat puasa sunah Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku beriktikad puasa sunah hari Senin lantaran Allah ta'âlâ."

Niat puasa sunah Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku beriktikad puasa sunah hari Kamis lantaran Allah ta'âlâ."

Tata langkah puasa Muharram

Puasa 1 Muharram dilaksanakan dengan tata langkah yang sama seperti puasa sunah pada umumnya. Agar ibadah melangkah dengan baik, Bunda dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Membaca niat puasa pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Niat menjadi penanda kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa.
  2. Melaksanakan sahur sebelum waktu Subuh. 
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan lainnya yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga mentari terbenam.
  4. Menjaga perilaku dan lisan selama berpuasa. Selain menahan lapar dan dahaga, Bunda juga dianjurkan untuk menghindari perkataan buruk, ghibah, serta beragam perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda:
    كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه النسائي وابن ماجه من حديث أبي هريرة)
    Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.: (HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah dari riwayat hadits Abu Hurairah ra).
  5. Menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba.

Keutamaan puasa sunah Muharram

Puasa sunah di bulan Muharram mempunyai banyak keistimewaan yang membuatnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Mengutip dari detikcom, berikut sejumlah keistimewaan puasa Muharram:

  1. Menjadi salah satu puasa sunah yang paling utama. Karena itu, puasa yang dikerjakan pada bulan ini termasuk ibadah sunah yang mempunyai keistimewaan besar di sisi-Nya.
  2. Dilaksanakan pada bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Muharram termasuk dalam golongan Al-Asyhurul Hurum alias empat bulan suci yang mempunyai kedudukan spesial dalam Islam.
  3. Mendapat pahala yang berlipat ganda. Dalam salah satu sabda yang diriwayatkan At-Thabarani, disebutkan bahwa orang yang berpuasa sehari di bulan Muharram bakal memperoleh pahala yang sangat besar.
    عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)
    Artinya: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: 'Rasulullah saw bersabda: 'Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya karena puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa'." (HR at-Thabarani dalam al-Mu'jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah). (Abdul Adhim bin Abdul Qawi al-Mundziri, at-Targhîbu wat Tarhîbu minal Hadîtsisy Syarîf, [Beirut, Dârul Kutubil 'Ilmiyyah], juz II, h. 70).
  4. Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lampau sebagaimana dijelaskan dalam sabda riwayat Muslim.
    عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
    Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw berfirman pernah ditanya tentang keistimewaan puasa hari Asyura, lampau beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat'." (HR Muslim)
  5. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga menambah puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) alias 11 Muharram.
    Anjuran ini bermaksud untuk membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada hari Asyura.
    Dalam sabda disebutkan:
    Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum alias sesudahnya." (HR Ahmad)

Itu dia penjelasan mengenai norma puasa 1–10 Muharram berturut-turut, referensi niat, tata langkah pelaksanaannya, hingga beragam keistimewaan yang bisa diperoleh

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya