Nyeri dengkul berkepanjangan adalah kondisi yang sering dianggap wajar, padahal sebenarnya tidak boleh diabaikan.
Ketika dengkul sakit terus menerus hingga berminggu-minggu alias apalagi berbulan-bulan, kegiatan sehari-hari bisa terganggu: melangkah terasa berat, naik turun tangga menjadi menyiksa, apalagi bangkit dari bangku pun terasa sulit.
Rasa sakit dengkul yang hanya berjalan satu alias dua hari mungkin bisa mereda sendiri dengan istirahat.
Namun nyeri dengkul kronis yang memperkuat lama dan tidak kunjung membaik adalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Artikel ini membahas apa saja yang bisa menjadi penyebab nyeri dengkul berkepanjangan pada orang dewasa, kapan kudu ke dokter, dan gimana langkah penanganannya.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Mengenal Nyeri Lutut Berkepanjangan
Nyeri dengkul yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari beberapa minggu disebut sebagai nyeri dengkul kronis.
Ini adalah salah satu corak gangguan muskuloskeletal yang cukup umum ditemui, baik pada orang yang aktif berolahraga maupun mereka yang lebih banyak duduk.
Lutut terdiri dari beberapa bagian penting: tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung dengkul (patella).
Ketiganya dihubungkan oleh ligamen, dilindungi oleh tulang rawan artikular sebagai bantalan, serta dijaga oleh kantung cairan mini berjulukan bursa.
Jika salah satu bagian ini bermasalah, rasa nyeri bisa muncul dan memperkuat lama. Keluhan yang sering menyertai nyeri dengkul selama berbulan-bulan antara lain:
- Kaku lutut, terutama di pagi hari
- Lutut nyeri dan bengkak berkepanjangan
- Bunyi pada dengkul saat digerakkan, seperti bunyi “krek”
- Nyeri saat berjalan, nyeri saat naik tangga, alias nyeri dengkul berkepanjangan saat naik turun tangga
- Lutut terasa tidak kuat menahan beban
Penyebab Nyeri Lutut Berkepanjangan yang Perlu Diketahui
Nyeri dengkul berkepanjangan penyebabnya bisa bermacam-macam. Berikut penjelasannya dalam bahasa yang mudah dipahami.
1. Pengapuran Sendi (Osteoarthritis Lutut)
Ini adalah penyebab paling umum dari nyeri dengkul akibat osteoarthritis, terutama pada orang yang sudah berumur 50 tahun ke atas.
Nyeri dengkul berkepanjangan pada lansia sangat sering disebabkan oleh kondisi ini.
Osteoarthritis dengkul terjadi ketika tulang rawan dengkul (yaitu lapisan licin yang berfaedah sebagai alas antartulang) mulai menipis dan rusak. Proses ini disebut degenerasi sendi.
Akibatnya, tulang-tulang di dalam sendi saling bersenggolan langsung, menimbulkan peradangan sendi, rasa nyeri, dan pembengkakan.
Nyeri akibat osteoarthritis biasanya terasa makin berat setelah banyak bergerak alias setelah duduk lama.
Faktor risikonya antara lain usia, kelebihan berat badan, dan riwayat cedera dengkul di masa lalu. Kondisi ini juga mempercepat penuaan sendi secara keseluruhan, sehingga kegunaan sendi dengkul bisa menurun lebih sigap jika tidak ditangani.
2. Cedera pada Bantalan Lutut (Meniskus)
Nyeri dengkul lantaran cedera meniskus juga merupakan penyebab yang cukup sering ditemui.
Meniskus adalah tulang rawan dengkul berbentuk cincin yang berada di antara tulang paha dan tulang kering, berfaedah seperti alas kejut agar sendi tidak aus terlalu cepat.
Cedera meniskus bisa terjadi akibat aktivitas memutar tiba-tiba, misalnya saat berolahraga alias kegiatan bentuk berat.
Namun pada sebagian orang, cedera ini bisa terjadi secara berjenjang tanpa ada kejadian jatuh alias tumbukan yang jelas.
Inilah yang sering menjadi penyebab nyeri dengkul berkepanjangan tanpa cedera yang tampak.
Gejala khasnya adalah penyebab dengkul sakit saat ditekuk terus menerus, nyeri saat jongkok, dan rasa tidak nyaman saat dengkul menahan beban.
Kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri dengkul yang kambuh terus, terutama setelah kegiatan fisik.
3. Cedera pada Pita Pengikat Sendi (Ligamen)
Di dalam dengkul terdapat beberapa ligamen yang bekerja menjaga kestabilan sendi. Dua yang paling sering mengalami cedera adalah Ligamen ACL (di bagian depan) dan Ligamen PCL (di bagian belakang).
Cedera ligamen biasanya terjadi lantaran cedera olahraga, seperti mendarat dengan posisi kaki yang salah alias terkena tumbukan keras.
Lutut yang mengalami cedera ligamen sering terasa tidak stabil, seolah-olah bakal “copot” saat berjalan.
Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri dengkul selama berbulan-bulan bisa terus dirasakan dan meningkatkan akibat kerusakan tulang rawan serta kerusakan sendi lebih lanjut.
4. Radang Sendi yang Bukan Karena Pengapuran
Tidak semua radang sendi disebabkan oleh pengapuran. Ada dua jenis radang sendi lain yang juga bisa menjadi penyebab nyeri dengkul kronis pada usia muda maupun dewasa.
Rheumatoid Arthritis
Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendi sendiri.
Akibatnya, terjadi peradangan sendi yang terus-menerus, membikin dengkul bengkak, hangat saat disentuh, dan terasa kaku dalam waktu lama. Kondisi ini biasanya menyerang kedua dengkul sekaligus.
Gout Arthritis
Gout Arthritis disebabkan oleh penumpukan kristal masam urat di dalam sendi. Serangannya bisa datang tiba-tiba dan sangat nyeri, disertai dengkul bengkak dan kemerahan.
Kondisi ini juga bisa menjadi penyebab dengkul sakit saat ditekuk terus menerus dan berulang kali kambuh jika kadar masam urat tidak dikendalikan.
5. Nyeri di Sekitar Tempurung Lutut (Patellofemoral Pain Syndrome)
Kondisi ini juga dikenal sebagai Chondromalacia Patella. Ini adalah salah satu penyebab nyeri dengkul kronis pada usia muda, terutama pada mereka yang aktif berlari alias bersepeda.
Nyeri muncul di bagian depan lutut, tepat di sekitar alias di bawah tempurung dengkul (patella), akibat iritasi pada permukaan tulang rawan di sana.
Keluhan yang paling unik adalah nyeri saat naik tangga, nyeri dengkul berkepanjangan saat naik turun tangga, nyeri saat jongkok, dan dengkul sakit terus menerus saat duduk dengan posisi kaki ditekuk lama.
Kondisi turunan seperti Tendinitis Patella (radang pada urat di bawah tempurung lutut) dan Bursitis (radang pada kantung cairan di sekitar sendi) juga bisa menyebabkan nyeri dengkul berkepanjangan saat melangkah maupun saat istirahat, terutama jika dengkul dipaksa bekerja terlalu keras dalam waktu lama.
6. Nyeri Lutut Tanpa Riwayat Cedera
Banyak orang bertanya-tanya kenapa dengkul sakit terus menerus padahal tidak pernah jatuh alias mengalami benturan.
Ternyata nyeri dengkul berkepanjangan tanpa cedera itu nyata dan punya penyebabnya sendiri, antara lain:
- Otot paha yang lemah: Otot yang kurang kuat membikin beban tubuh tidak tersalur dengan baik ke sendi, sehingga tekanan pada dengkul meningkat dan biomekanika dengkul terganggu.
- Postur tubuh yang kurang baik: Kebiasaan duduk dengan posisi salah alias telapak kaki yang tidak rata bisa menggeser langkah kerja sendi dengkul secara perlahan.
- Kelebihan berat badan: Setiap kilogram ekstra memberi tekanan berlipat pada sendi lutut, mempercepat kerusakan tulang rawan dari waktu ke waktu.
- Kondisi medis tertentu: Kekurangan vitamin D alias kondisi peradangan sistemik juga bisa berkontribusi pada nyeri sendi dengkul yang menetap.
Kapan Nyeri Lutut Harus Diperiksa Dokter?
Kapan nyeri lutut kudu diperiksa master adalah pertanyaan yang penting. Tidak semua sakit dengkul perlu langsung ke rumah sakit, tapi ada beberapa tanda yang tidak boleh ditunggu-tunggu:
- Nyeri tidak berkurang setelah tiga hari meski sudah rehat dan dikompres
- Lutut bengkak dahsyat dan terasa hangat serta memerah
- Lutut susah ditekuk alias diluruskan sepenuhnya
- Nyeri muncul alias membangunkan saat tidur malam
- Lutut terasa tidak stabil alias seperti mau roboh saat berjalan
- Lutut nyeri dan bengkak berkepanjangan yang tidak membaik sama sekali
Jika salah satu tanda di atas muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ortopedi.
Dokter ortopedi bakal mengevaluasi kondisi dengkul melalui pemeriksaan bentuk lutut, dan jika diperlukan, bakal dirujuk untuk pemeriksaan MRI, X-Ray, CT Scan, alias USG muskuloskeletal.
Pemeriksaan kajian cairan sendi juga bisa dilakukan jika ada tanda efusi sendi alias dugaan infeksi.
Cara Mengatasi Nyeri Lutut Berkepanjangan
Pengobatan nyeri dengkul kronis disesuaikan dengan penyebabnya. Penanganan nyeri kronis umumnya dimulai dari langkah yang paling ringan terlebih dahulu.
Terapi Konservatif
Cara mengatasi nyeri dengkul berkepanjangan yang pertama kali direkomendasikan nyaris selalu berkarakter non-bedah alias terapi konservatif:
- Kurangi kegiatan yang membebani lutut. Hindari sementara berlari, melompat, alias naik turun tangga berulang-ulang. Ganti dengan olahraga berakibat rendah seperti berenang alias bersepeda santai.
- Kompres es. Mengompres dengkul dengan es selama 15–20 menit beberapa kali sehari dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri akibat peradangan lutut.
- Fisioterapi lutut. Dengan pengarahan terapis, otot-otot di sekitar dengkul bakal dilatih agar lebih kuat, sehingga sendi mendapat tumpuan yang lebih baik dan nyeri berkurang secara bertahap.
- Penyangga alias sol sepatu khusus. Penggunaan brace dengkul alias dasar kaki ortotik dapat membantu memperbaiki langkah kerja sendi dan mengurangi beban pada dengkul yang sakit.
- Turunkan berat badan. Ini adalah salah satu langkah paling efektif yang bisa dilakukan secara mandiri. Semakin ringan beban tubuh, semakin mini tekanan yang ditanggung oleh sendi dengkul setiap harinya.
Pengobatan Medis dan Injeksi
Jika terapi konservatif belum cukup membantu, master dapat merekomendasikan:
- Obat antiinflamasi (OAINS) untuk meredakan nyeri dan peradangan sendi.
- Injeksi sendi dengan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan yang lebih berat, alias dengan masam hialuronat untuk “melumasi” sendi yang kering akibat berkurangnya cairan sendi.
- Terapi PRP (Platelet Rich Plasma) alias terapi gelombang kejut, yang membantu mempercepat pemulihan jaringan pada kondisi seperti Tendinitis Patella alias Bursitis.
Tindakan Medis Lanjutan
Jika semua terapi untuk nyeri dengkul kronis di atas sudah dicoba namun keluhan tidak membaik dan kualitas hidup penderita nyeri kronis sudah sangat terganggu, master bakal mempertimbangkan tindakan medis lanjutan:
1. Tindakan Richard Wolf
Tindakan medis yang dilakukan melalui lubang mini di dengkul untuk memperbaiki kerusakan pada meniskus alias membersihkan jaringan yang rusak.
Prosedur ini termasuk minimal invasif dan waktu pemulihannya relatif singkat.
2. Operasi Penggantian Lutut (Total Knee Replacement)
Direkomendasikan untuk kasus osteoarthritis dengkul yang sudah parah, di mana kerusakan tulang rawan dengkul sudah sangat luas.
Prosedur ini mengganti permukaan sendi yang rusak dengan implan buatan dan terbukti efektif memulihkan kegunaan sendi dengkul serta menghilangkan rasa nyeri secara signifikan.
Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, disarankan berkonsultasi langsung dengan master ahli di Klinik Patella, klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik yang berfokus pada penanganan gangguan muskuloskeletal secara menyeluruh.
Cara Menjaga Kesehatan Sendi Lutut agar Nyeri Tidak Kambuh
Selain pengobatan, menjaga kesehatan sendi dengkul dalam jangka panjang sama pentingnya. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah nyeri dengkul yang kambuh terus:
- Jaga berat badan ideal agar sendi tidak menanggung beban berlebihan
- Selalu lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya
- Latih otot paha dan pinggul secara rutin untuk mendukung stabilitas lutut
- Pilih dasar kaki yang nyaman dan sesuai dengan jenis aktivitas
- Hindari tekanan berulang pada dengkul tanpa waktu pemulihan yang cukup
Kesimpulan tentang Nyeri Lutut Berkepanjangan
Nyeri dengkul berkepanjangan bukan keluhan yang kudu diterima begitu saja.
Dengan mengetahui penyebab nyeri dengkul berkepanjangan lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat, mobilitas dan kegiatan bentuk dapat dipulihkan, dan kualitas hidup penderita nyeri kronis bisa kembali seperti sediakala.
Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan master ortopedi jika keluhan sudah berjalan lama: semakin sigap ditangani, semakin baik hasilnya.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu master ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Klinik Patella mempunyai tindakan modern untuk nyeri dengkul ialah Arthroscopy Richard Wolf sebagai solusi minimal invasif.
Prosedur ini menggunakan kamera serat optik mini (arthroscope) yang dimasukkan melalui sayatan kecil, sehingga master dapat memandang langsung kondisi di dalam sendi dengkul sekaligus menanganinya tanpa perlu sayatan besar.
Tindakan Arthroscopy Richard Wolf ini umumnya berjalan sekitar satu jam dan dilakukan secara rawat jalan, artinya pasien bisa pulang di hari yang sama dan menjalani pemulihan dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) di rumah.
Sebagai Arthroscopy Richard Wolf, Klinik Patella juga menyediakan beragam pilihan pengobatan lainnya seperti:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Total Knee Replacement
Tim master Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ: Nyeri Lutut Berkepanjangan
Apa penyebab nyeri dengkul berkepanjangan yang paling umum?
Penyebab paling umum nyeri dengkul berkepanjangan adalah osteoarthritis lutut, ialah kondisi di mana tulang rawan dengkul menipis dan rusak akibat proses penuaan sendi.
Selain itu, nyeri dengkul kronis juga bisa disebabkan oleh cedera meniskus, cedera ligamen, radang sendi seperti Rheumatoid Arthritis alias Gout Arthritis, serta Patellofemoral Pain Syndrome.
Kapan nyeri dengkul kudu segera diperiksa ke dokter?
Nyeri dengkul kudu segera diperiksa ke master ortopedi jika:
- Rasa sakit tidak mereda setelah tiga hari istirahat
- Disertai dengkul bengkak dan kemerahan
- Lutut susah ditekuk alias diluruskan
- Nyeri terasa saat tidur malam
- Lutut terasa tidak stabil saat menahan beban.
Apakah nyeri dengkul berkepanjangan bisa terjadi tanpa riwayat cedera?
Ya, nyeri dengkul berkepanjangan tanpa cedera bisa terjadi. Penyebabnya antara lain:
- Otot paha yang lemah sehingga biomekanika dengkul terganggu
- Postur tubuh yang kurang baik
- Kelebihan berat badan yang memberi tekanan berlebih pada sendi
- Kondisi medis tertentu seperti kekurangan vitamin D alias peradangan sistemik.
Apa saja pilihan pengobatan untuk nyeri dengkul berkepanjangan?
Pengobatan nyeri dengkul berkepanjangan dimulai dari terapi konservatif seperti fisioterapi lutut, kompres es, dan penurunan berat badan.
Jika belum membaik, master dapat merekomendasikan injeksi sendi alias tindakan Richard Wolf alias operasi penggantian sendi lutut.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·