Omelette hingga Sunny Side Up, Mana Olahan Telur yang Aman dan Tidak untuk Ibu Hamil?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 5 menit 514x dilihat
Omelette hingga Sunny Side Up, Mana Olahan Telur yang Aman dan Tidak untuk Ibu Hamil?

Jakarta -

Ibu mengandung cukup sering mengonsumsi telur. Selain mudah diolah, telur juga mengandung protein dan sejumlah nutrisi krusial selama kehamilan. Namun, langkah memasaknya tetap perlu diperhatikan. Mulai dari omelette hingga sunny side up, mana olahan telur yang kondusif untuk ibu hamil?

Sebenarnya, jawabannya tidak hanya berjuntai pada nama hidangannya, tetapi juga seberapa matang telur tersebut dan apakah telur yang digunakan sudah melalui proses yang dapat menurunkan akibat Salmonella.

Bunda mungkin pernah mendengar bahwa telur separuh matang sebaiknya dihindari saat hamil. Lantas, gimana dengan omelette, scrambled egg, telur rebus, atau sunny side up?


Bolehkah ibu mengandung makan telur?

Ibu mengandung tentu boleh mengonsumsi telur. Telur yang kondusif dan diolah dengan langkah yang tepat dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama kehamilan.

Telur merupakan sumber protein berbobot dan mengandung kolin. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kolin dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin.

Kebutuhan kolin selama kehamilan sekitar 450 mg per hari, sementara telur termasuk salah satu sumber makanan yang mengandung nutrisi tersebut.

Meskipun tubuh dapat memproduksi sebagian kolin secara alami, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan selama hamil. Bunda tetap perlu mendapatkan kolin dari makanan.

Tidak semua vitamin prenatal mengandung kolin dalam jumlah yang cukup, sehingga asupan dari makanan tetap penting.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai kolin pada ibu mengandung juga menunjukkan bahwa kecukupan kolin krusial untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Namun, bukan berfaedah Bunda kudu mendapatkan kolin hanya dari telur. Nutrisi ini juga bisa diperoleh dari makanan lain, seperti daging, susu, kedelai, dan kacang-kacangan.

Jadi, telur boleh dikonsumsi saat hamil. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan telur dan langkah pengolahannya.

Kenapa ibu mengandung perlu hati-hati dengan telur separuh matang?

Telur mentah alias kurang matang dapat membawa kuman Salmonella, yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Melansir laman Gov.uk, jangkitan Salmonella dapat menimbulkan indikasi seperti diare, kram perut, muntah, dan demam. Ibu mengandung juga termasuk golongan yang perlu lebih berhati-hati terhadap jangkitan yang ditularkan melalui makanan.

Jika Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, pilihan paling kondusif adalah memasaknya hingga matang.

NHS menyarankan telur ayam yang tidak mempunyai standar keamanan tertentu untuk dimasak sampai bagian putih dan kuningnya matang. Telur bebek, angsa, dan puyuh juga dianjurkan dimasak hingga matang sempurna. 

Omelette hingga sunny side up, mana yang kondusif untuk ibu hamil?

Ada beragam olahan telur. Salah satunya omelette. Olahan ini kondusif selama dimasak hingga matang. Bunda perlu memastikan bagian telur yang berada di tengah sudah matang, tidak basah alias tetap cair. Jika menambahkan keju, daging, sayuran, alias bahan lain, pastikan bahan tersebut juga kondusif dikonsumsi selama kehamilan dan sudah dimasak dengan baik

Omelette yang matang sempurna justru bisa menjadi pilihan praktis untuk mendapatkan protein. Bunda juga dapat menambahkan sayuran seperti tomat, bayam, alias paprika agar lebih beragam nutrisinya.

Begitu juga dengan scrambled egg yang boleh dimakan saat mengandung jika dimasak sampai matang.

Telur sebaiknya tidak lagi tampak cair alias terlalu basah. Jika Bunda memesan scrambled egg di restoran, jangan ragu meminta telur dimasak matang, terutama jika tidak mengetahui jenis telur yang digunakan.

Bagaimana dengan telur rebus? Bunda dapat memilih telur rebus yang matang (hard-boiled egg), dengan putih dan kuning telur yang sudah padat.

Telur rebus separuh matang dengan kuning yang tetap cair sebaiknya dihindari jika Bunda tidak dapat memastikan telur tersebut memenuhi standar keamanan yang sesuai untuk dikonsumsi mentah alias separuh matang.

Apakah telur ceplok kondusif untuk ibu hamil?

Ini tergantung tingkat kematangannya, Bunda. Telur ceplok yang bagian putih dan kuningnya sudah matang sempurna dapat dikonsumsi saat hamil. Sebaliknya, jika bagian kuning tetap cair, Bunda perlu lebih berhati-hati.

Hal yang sama bertindak untuk telur mata sapi alias sunny side up. Jika kuning telurnya tetap cair dan Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, sebaiknya pilih yang dimasak hingga matang.

Jadi, yang paling krusial bukan nama hidangannya, melainkan tingkat kematangan dan keamanan telur yang digunakan. Tidak semua telur separuh matang mempunyai tingkat akibat yang sama lantaran standar produksi dan pengawasan telur dapat berbeda di setiap negara.

Sebagai contoh, NHS menyatakan telur ayam yang mempunyai cap British Lion alias diproduksi berasas skema Laid in Britain dapat dikonsumsi mentah alias separuh matang lantaran mempunyai akibat Salmonella yang sangat rendah.

Namun, jika Bunda tidak mengetahui standar keamanan telur yang digunakan, pilihan paling kondusif adalah memasaknya hingga bagian putih dan kuning telur matang sempurna. 

Sebenarnya, Bunda tidak perlu menghindari semua olahan telur. Kuncinya adalah memastikan telur kondusif dan dimasak sesuai tingkat kematangan yang dianjurkan.

Bagaimana jika makan telur separuh matang di restoran?

Imbauan untuk lebih berhati-hati saat makan di luar juga kembali menjadi perhatian setelah adanya pandemi Salmonella di Inggris yang dikaitkan dengan telur impor. Food Standards Agency (FSA) mengingatkan golongan rentan, termasuk ibu hamil, untuk memastikan telur alias makanan berbahan telur telah dimasak hingga matang jika standar keamanan telur yang digunakan tidak dapat dipastikan.

Ini artinya, saat makan di luar, Bunda tidak kudu panik memandang menu sunny side up. Namun, jika tidak bisa mengetahui jenis dan standar keamanan telur yang digunakan, memilih telur matang merupakan pilihan yang lebih aman.

Bagaimana dengan mayones dan makanan yang mengandung telur mentah?

Bukan hanya telur yang terlihat seperti telur mata sapi yang perlu diperhatikan. Beberapa makanan dapat menggunakan telur mentah alias kurang matang, misalnya mayones rumahan, hollandaise sauce, mousse, alias makanan penutup tertentu.

Mayones komersial dapat dibuat menggunakan telur yang telah dipasteurisasi. Proses pasteurisasi membantu mengurangi akibat bakteri, sehingga produk tersebut umumnya lebih kondusif dikonsumsi tanpa perlu dimasak kembali.

Jika Bunda tidak percaya apakah suatu makanan mengandung telur mentah alias telur yang sudah dipasteurisasi, tanyakan kepada penjual alias pilih makanan lain yang lebih jelas proses pengolahannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan