Bunda suka pakai panci keramik? Apakah tetap terselip ancaman kesehatan karenanya? Popularitas panci keramik modern dalam beberapa tahun terakhir melonjak pesat. Berbagai merek peralatan masak dengan kreasi estetik dan klaim “nontoxic” alias tidak berbisa sukses menarik perhatian konsumen di seluruh dunia.
Produk-produk ini dipasarkan sebagai pengganti yang lebih kondusif dibandingkan panci anti lengket generasi lama yang menggunakan bahan kimia PFAS alias "forever chemicals". Di kembali gambaran ramah kesehatan tersebut, sejumlah master dan penelitian independen mulai mempertanyakan validitas klaim yang digunakan produsen.
Bahkan regulator di Amerika Serikat sekarang mulai menyoroti transparansi bahan yang digunakan dalam lapisan panci yang selama ini dipasarkan sebagai "keramik" dan "tidak beracun".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaim “nontoxic” dan “keramik” dipertanyakan
Sejumlah merek populer selama ini mempromosikan produknya sebagai peralatan masak berbahan keramik yang kondusif bagi kesehatan keluarga. Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa produk tersebut sebenarnya tidak terbuat dari keramik murni seperti yang dipahami masyarakat pada umumnya.
Produsen juga tidak mengungkapkan secara rinci komposisi bahan yang digunakan lantaran dilindungi patokan kerahasiaan bisnis. Kondisi ini membikin para mahir kesulitan memverifikasi apakah produk tersebut betul-betul kondusif sebagaimana yang diklaim.
Kekhawatiran mengenai bahan yang digunakan mendorong Departemen Ekologi Washington untuk meminta produsen panci semi-keramik menyerahkan info mengenai kandungan lapisan anti lengket yang mereka gunakan.
Senior toxicologist dari Departemen Ekologi Washington, Marissa Smith, mengatakan transparansi menjadi tantangan besar baik bagi regulator maupun konsumen.
"Sulit bagi regulator untuk mengetahui apakah kita betul-betul beranjak ke pengganti yang aman. Namun perihal yang sama juga dialami family yang mau membeli produk yang lebih aman. Tantangan utamanya adalah mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam produk dan mempunyai informasi yang cukup untuk mengambil keputusan," ujar Smith dilansir dari The Guardian.
Menurutnya, tanpa info bahan yang lengkap, susah menentukan apakah bahan pengganti PFAS betul-betul lebih kondusif dibandingkan teknologi sebelumnya.
Apa bedanya dengan keramik tradisional?
Peralatan masak berbahan keramik telah digunakan manusia selama ribuan tahun. Keramik tradisional dibuat dari campuran tanah liat, silika, dan mineral yang dibakar pada suhu sangat tinggi hingga menjadi material padat dan tahan panas. Sebaliknya, lapisan semi-keramik modern diproduksi pada suhu yang lebih rendah dan mengandung kombinasi bahan organik serta anorganik.
Penelitian menemukan sejumlah unsur yang memicu kekhawatiran
Penelusuran terhadap beragam penelitian, arsip paten, serta pengetesan independen menunjukkan kemungkinan keberadaan beberapa unsur yang menjadi perhatian para mahir kesehatan lingkungan. Meski demikian, produsen membantah bahwa penggunaan bahan tersebut pada produk mereka menimbulkan akibat kesehatan yang signifikan.
Kurangnya keterbukaan dari produsen memicu kritik dari golongan kesehatan masyarakat. Direktur pelaksana organisasi ToxicFuture, Laurie Valeriano, menilai konsumen semestinya tidak dipaksa melakukan investigasi sendiri untuk mengetahui kandungan produk yang mereka beli.
Meski belum ada konklusi final bahwa seluruh panci semi-keramik berbahaya, para master menilai transparansi kudu menjadi prioritas utama industri. Konsumen juga disarankan tidak langsung mempercayai klaim pemasaran seperti "nontoxic", "bebas racun", alias "100% aman" tanpa memandang bukti ilmiah yang mendukung.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·