Pelajaran Dari Kekeringan Tujuh Tahun Pada Masa Nabi Yusuf Dalam Alquran

Jul 21, 2026 01:54 PM - 9 jam yang lalu 495

Ilustrasi kekeringan.

Kincai Media ,JAKARTA -- Jauh sebelum pengetahuan pengetahuan modern menjelaskan penyebab kekeringan, Alquran telah mengisahkan bencana kekeringan selama tujuh tahun berturut-turut pada masa Nabi Yusuf Alaihissalam. Peristiwa ini menjadi pelajaran krusial tentang pentingnya perencanaan, pengelolaan pangan, ikhtiar menghadapi krisis, dan mencegah kerusakan lingkungan yang mempengaruhi iklim.

Salah satu peristiwa kekeringan yang diabadikan dalam Alquran adalah musibah paceklik yang terjadi pada masa Nabi Yusuf Alaihissalam di Mesir.

Sebelum musibah itu terjadi, Raja Mesir bermimpi memandang tujuh ekor sapi gendut dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus. Tidak seorang pun bisa menafsirkan mimpi tersebut selain Nabi Yusuf Alaihissalam.

Melalui takwil mimpinya, Nabi Yusuf menjelaskan bahwa Mesir bakal mengalami tujuh tahun masa subur yang diikuti tujuh tahun kekeringan. Ia juga menawarkan strategi untuk menghadapi krisis tersebut, ialah menyimpan sebagian besar hasil panen selama masa subur sebagai persediaan pangan. Berkat kebijaksanaan itu, Nabi Yusuf kemudian dipercaya memegang kedudukan krusial sebagai bendaharawan alias perdana menteri Mesir.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يُوْسُفُ اَيُّهَا الصِّدِّيْقُ اَفْتِنَا فِيْ سَبْعِ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعِ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍۙ  لَّعَلِّيْٓ اَرْجِعُ اِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُوْنَ

قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَاَبًاۚ فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَّأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تُحْصِنُوْنَ

ثُمَّ يَأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَامٌ فِيْهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيْهِ يَعْصِرُوْنَ ࣖ

"Wahai Yusuf, orang yang sangat dipercaya, jelaskanlah kepada kami (takwil mimpiku) tentang tujuh ekor sapi gendut yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi) kurus dan tujuh tangkai (gandum) hijau yang (meliputi tujuh tangkai) lainnya yang kering agar saya kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.”

Selengkapnya