Allah Mencintai Orang Yang Pemaaf Dan Suka Menahan Amarah, Ini Sebabnya

Jul 21, 2026 12:04 PM - 7 jam yang lalu 322

Kincai Media ,Kemampuan menahan kemarahan dan mengampuni orang yang melakukan kejam bukan hanya menunjukkan kemuliaan akhlak, tetapi juga menjadi jalan meraih cinta Allah SWT. Kedua sifat tersebut termasuk ibadah yang mengantarkan seorang mukmin kepada pembebasan dan surga.

Menahan kemarahan dan mengampuni sesama merupakan dua adab mulia yang diperintahkan Allah SWT agar dimiliki oleh setiap hamba-Nya yang beriman. Kedua sifat ini mempunyai kedudukan yang sangat agung di sisi Allah, meskipun manusia tidak sepenuhnya mengetahui besarnya pahala yang disediakan bagi orang-orang yang mengamalkannya pada hari kiamat.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan, dapat dikatakan bahwa orang-orang beragama yang bisa menghiasi dirinya dengan sifat menahan kemarahan dan mengampuni bakal memperoleh pahala yang besar, derajat yang tinggi, dan kedudukan yang mulia di surga Allah SWT.

Keagungan jawaban tersebut dapat dipahami melalui rangkaian ayat-ayat dalam Surah Ali Imran, yang menjelaskan bahwa kedua sifat tersebut merupakan tujuan dan cita-cita setiap mukmin yang betul keimanannya kepada Allah SWT.

Menahan kemarahan bukanlah perkara yang mudah, terutama ketika kemarahan telah mencapai puncaknya. Demikian perbuatan mengampuni orang yang dengan sengaja melakukan zalim, menyakiti, dan merugikan diri kita bukanlah perihal yang ringan. Terlebih lagi ketika seseorang sebenarnya mempunyai keahlian untuk membalas alias mengambil haknya dari orang yang telah melakukan jahat kepadanya.

Karena itu, rangkaian ayat-ayat tersebut menjadi bukti nyata bakal luasnya rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang bisa menahan kemarahan dan mengampuni sesama.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Wa sāri‘ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍ(u), u‘iddat lil-muttaqīn(a). Al-lażīna yunfiqūna fis-sarrā'i waḍ-ḍarrā'i wal-kāẓimīnal gaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās(i), wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn(a).

Bersegeralah menuju pembebasan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang mengampuni (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan. (QS Ali Imran Ayat 133-134).

Selengkapnya