Singapura menjadi salah satu negara di Asia dengan sistem pendidikan terbaik, Bunda. Kualitas pendidikan di negara ini apalagi terkenal di seluruh dunia.
Dalam ulasan Maret 2026, universitas-universitas di Singapura memimpin program percontohan rangking Times Higher Education (THE) yang berfokus di Asia Tenggara. National University of Singapore dan Nanyang Technological University di Singapora menduduki dua posisi teratas dalam rangking tersebut. Data tersebut menganalisis 195 lembaga pendidikan tinggi dari seluruh area menggunakan metodologi World University Rankings dari THE.
Dalam QS Asia University Rankings 2022, National University of Singapore dan Nanyang Technological University berada di ranking ke-1 dan ke-3. Sementara menurut sebuah studi oleh Global Citizens for Human Rights, Singapura berada di ranking ke-12 dalam daftar 2021 World Best Education Systems. Studi ini meneliti tingkat pendaftaran pendidikan anak usia awal di negara tersebut untuk meningkatkan literasi orang dewasa.
Melansir dari laman The Borgen Project, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) juga pernah menobatkan Singapura sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di bumi di tahun 2015. Direktur OECD, Andreas Schleicher, mengatakan bahwa siswa di Singapura sangat mahir dalam matematika dan sains.
Dalam Bahasa Inggris, rata-rata siswa Singapura berumur 15 tahun 10 bulan lebih maju daripada siswa di negara-negara Barat dan 20 bulan lebih maju dalam matematika. Siswa Singapura juga meraih nilai terbaik di bumi dalam ujian internasional.
Rahasia pendidikan Singapura terbaik di Asia
Ada beberapa rahasia sistem pendidikan di Singapura menjadi yang terbaik di Asia. Melansir dari beberapa sumber, simak pembahasannya berikut ini:
1. Kurikulum berfokus pada siswa
Pendidikan di Singapura unggul lantaran kelas-kelasnya berfokus pada pengajaran keahlian pemecahan masalah, dan mata pelajaran spesifik kepada siswa. Ruang kelas sangat terstruktur dan kurikulumnya berfokus pada pengajaran keahlian praktis yang bakal membantu siswa memecahkan masalah di bumi nyata.
Pihak berkuasa di Singapura terus berupaya mengevaluasi dan memperbaiki sistem pendidikan. Beberapa waktu lalu, banyak siswa melaporkan peningkatan tingkat stres dan masalah psikologis yang disebabkan oleh tuntutan akademis yang ketat.
Sebagai respons, Singapura telah berakhir mencantumkan nama siswa dengan nilai tertinggi dalam ujian nasional untuk mengurangi sebagian tekanan yang mungkin dirasakan siswa. Negara ini juga telah menerapkan strategi yang disebut 'Teach Less, Learn More', yang mendorong pembimbing untuk konsentrasi pada kualitas pendidikan, bukan kuantitasnya.
2. Dukungan penuh orang tua
Rahasia lainnya terfokus pada peran orang tua. The Straits melaporkan bahwa 70 persen orang tua mendaftarkan anak-anak mereka untuk kelas tambahan di luar jam sekolah reguler.
Para orang tua tersebut tidak percaya dengan mitos 'bakat' yang menyatakan bahwa beberapa anak secara alami lebih pandai daripada yang lain.
3. Pendidikan yang terjangkau
Mengutip The Chill Mom, biaya pendidikan di Singapura jauh lebih irit dibandingkan biaya studi internasional terkenal lainnya seperti di Australia, AS, alias Inggris. Selain itu, banyak pilihan untuk menutupi biaya kuliah, seperti hibah dan danasiwa dari lembaga tertentu.
Salah satu yang paling menonjol adalah Skema Hibah Kuliah (Tuition Grant Scheme/TGS) yang disponsori oleh pemerintah. Melalui program tersebut, mahasiswa tingkat universitas alias pascasarjana dapat menerima subsidi biaya kuliah, jika mereka berkomitmen untuk tinggal dan bekerja di Singapura selama tiga tahun tambahan setelah mendapatkan gelar.
4. Lingkungan multikultural
Singapura dikenal di seluruh bumi sebagai tempat perpaduan beragam ras dan etnis, kepercayaan, dan budaya. Keempat bahasa resmi Singapura seperti Bahasa Inggris, Melayu, Tamil, dan Tionghoa, dapat membuktikan keragaman di negara ini, Bunda. Bahasa Inggris menjadi media komunikasi utama di tempat kerja, sekolah, dan kehidupan sehari-hari.
Lingkungan multikultural tersebut melahirkan kondisi yang ramah dan inklusif di mana para mahasiswa. Bagi mahasiswa internasional, lingkungan multikultural juga bakal meningkatkan kesempatan konstruktif untuk berinteraksi, dan menjalin hubungan dengan kawan sebaya dari beragam latar belakang budaya.
5. Kualitas hidup yang baik
Pada tahun 2019, Singapura mempunyai kualitas hidup terbaik di area Asia menurut Survei Kualitas Hidup Perkotaan tahunan dari lembaga manajemen sumber daya manusia Mercer. Kondisi kehidupan yang unggul di negara ini dapat dikaitkan dengan perkembangan yang tinggi di beragam bidang, seperti perencanaan kota, sistem hukum, transportasi, dan ekonomi.
Lokasi geografis yang menguntungkan, suasana yang hangat dan nyaman, serta masyarakat yang umumnya ramah juga berkontribusi pada standar hidup tinggi yang dinikmati oleh masyarakat Singapura. Kondisi tersebut juga memengaruhi semangat anak belajar.
Demikian rahasia sistem pendidikan di Singapura jadi yang terbaik di Asia. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)