Jakarta -
Kemajuan teknologi membikin banyak akibat kehamilan dapat diminimalisasi. Baru-baru ini, kemajuan teknologi di bagian medis menyoroti temuan perangkat yang dapat melacak tanda vital janin sepanjang kehamilan, Bunda.
Alat ini dikembangkan oleh para peneliti dari Northwestern University. Dilansir Healthcare in Europe, perangkat ini merupakan perangkat pertama yang dapat terus melacak tanda-tanda vital janin saat tetap berada di dalam rahim.
Alat elastis robotik berbentuk seperti rambut ini dimasukkan ke dalam rahim untuk memandang kondisi janin. Setelah berada di dalam rahim, perangkat ini dapat mempertahankan kontak yang stabil dengan janin untuk secara andal melacak debar jantung, variabilitas debar jantung, kadar oksigen darah, dan suhu.
Dalam studi pada model hewan besar, perangkat ini memberikan pengukuran yang akurat, tepat, dan berstandar klinis apalagi saat rahim dan janin bergerak selama operasi. Nah, dengan melacak beberapa tanda vital secara bersamaan, mahir bedah bisa mendapatkan gambaran yang lebih komplit dan lebih awal tentang kondisi darurat janin, sehingga memungkinkan intervensi yang lebih sigap jika terjadi komplikasi.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Biomedical Engineering ini dipimpin oleh pelopor bioelektronik dari Northwestern berjulukan John A. Rogers, bekerja sama dengan mahir bedah janin di Rumah Sakit Anak Ann & Robert H. Lurie di Chicago, Dr. Aimen Shaaban. Alat ini dibuat berasas rangkaian perangkat lunak dan elastis milik Rogers yang dirancang untuk memantau kesehatan pasien mini dan rentan, termasuk bayi prematur di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
"Awalnya, master Shaaban menghubungi laboratorium kami untuk menanyakan apakah kami dapat mengadaptasi sistem pemantauan tanda vital untuk bayi prematur dan menerapkannya pada janin selama operasi," kata Rogers.
"Saat ini, master hanya mempunyai gambaran sebagian tentang kondisi janin selama operasi. Kami dihadapkan pada tantangan untuk merancang teknologi untuk memantau tanda vital selama proses pembedahan, tanpa membikin titik akses invasif alias mengganggu jaringan yang halus. Probe elastis kami yang seperti rambut masuk ke port yang sudah digunakan dalam prosedur dengan minimal invasif dan memberikan pemantauan komprehensif serta berkepanjangan tanpa menambah risiko," sambungnya.
Menurut Shaaban, melakukan operasi dengan sensor dari perangkat ini dapat menerangi area di dalam rahim yang selama ini gelap. Dokter juga dapat mengetahui dengan perincian tanda viral bayi termasuk debar jantung dan pernapasan.
"Kami berambisi perangkat ini menyediakan pemantauan kontinu multiparameter pada janin dan memungkinkan penyesuaian korektif pada tahap yang sangat awal untuk memastikan kesejahteraan janin selama prosedur dan menghindari ketidakstabilan apa pun," kata Shaaban.
Ilustrasi Janin/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis
Alat dapat digunakan untuk fetal surgery
Dalam kasus-kasus langka dan kompleks, mahir bedah biasanya melakukan operasi janin atau fetal surgery untuk mengoreksi kondisi bawaan yang terkadang menakut-nakuti nyawa sebelum bayi lahir. Salah satu kondisi tersebut adalah spina bifida.
"Spina bifida adalah lubang di tulang belakang yang membikin sumsum tulang belakang dan saraf terpapar. Cacat lahir ini mengakibatkan banyak komplikasi neurologis, termasuk kelumpuhan kaki dan hidrosefalus. Operasi janin dapat mengurangi alias apalagi mencegah komplikasi ini dan dapat meningkatkan kualitas hidup," kata Shaaban.
Selama dasawarsa terakhir, para mahir bedah beranjak dari operasi janin terbuka ke prosedur fetoskopi minimal invasif, yang menggunakan instrumen mini untuk dimasukkan melalui lubang bedah yang sempit. Meskipun dapat mengurangi akibat bagi ibu hamil, pendekatan ini juga mempersulit pemantauan janin.
Nah, perangkat untuk merancang tanda vital ini juga dapat digunakan untuk kasus seperti spina bifida. Alat berbentuk filamen ramping yang terbuat dari bahan lunak dan elastis ini mempunyai lebar hanya tiga kali diameter sehelai rambut dan cukup ramping untuk melewati tabung standar yang digunakan selama operasi fetoskopi.
Alat juga dapat dimasukkan tanpa memerlukan sayatan tambahan, Bunda. Setelah berada di dalam rahim, aktuator robot lunak memungkinkan mahir bedah untuk memandu dan memposisikan perangkat tersebut dengan presisi.
Tim juga mengintegrasikan beberapa sensor mini ke dalam perangkat pemeriksa untuk mengukur debar jantung janin, saturasi oksigen darah, dan suhu secara bersamaan. Perangkat tersebut mengirimkan informasi secara nirkabel ke monitor di luar tubuh, memberikan umpan kembali secara real-time kepada mahir bedah selama prosedur berlangsung.
Perangkat baru ini dapat membantu mahir bedah untuk melakukan intervensi lebih awal alias menghentikan prosedur jika janin menunjukkan tanda-tanda yang tak stabil. Perangkat juga bisa membantu memberikan lebih banyak kepastian dan ketenangan pikiran kepada orang tua selama operasi.
"Ketika seorang ibu mengandung memerlukan operasi untuk janinnya, dia meletakkan banyak kepercayaan pada master untuk memastikan operasi tersebut aman. Jika kita dapat memberinya lebih banyak kepercayaan bahwa bayinya bakal baik-baik saja, itu lebih baik untuk semua orang. Apa pun yang dapat kita lakukan untuk membikin operasi lebih kondusif bagi ibu dan lebih kondusif bagi bayi adalah sebuah kemenangan besar," ungkap Shaaban.
Demikian hasil studi yang menemukan perangkat untuk mendeteksi tanda vital janin sepanjang kehamilan dan saat operasi janin. Semoga infomasi ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·