Jakarta -
Kelainan jantung saat mengandung bisa menjadi kondisi serius dan memerlukan perawatan khusus. Sudah banyak kisah Bunda mengalami kelainan jantung saat mengandung dibagikan ke publik.
Baru-baru ini, seorang Bunda berjulukan Whitney Johnson membagikan pengalamannya mengandung dengan kelainan jantung yang didapat sejak kecil. Johnson tidak pernah mengangka didiagnosis kondisi medis yang dianggapnya sudah sembuh.
Dilansir dari laman American Heart Association (AHA), Johnson sudah mengalami gangguan jantung berupa murmur jantung sejak lahir. Saat remaja, seorang mahir jantung mengatakan bahwa sisi kanan jantung Johnson bekerja lebih keras daripada sisi kiri. Penyebabnya adalah defek septum atrium, ialah lubang pada tembok yang memisahkan dua bilik atas jantung.
Johnson memerlukan operasi untuk menutup lubang tersebut dan membantu aliran darah mengalir lancar di jantungnya. Johnson dan orang tuanya memutuskan untuk menunda operasi hingga musim panas sebelum tahun terakhirnya di sekolah menengah. Selama itu pula, dia mengalami kesulitan bernapas saat melakukan kegiatan fisik.
Setelah operasi dan pemulihan, Johnson bisa kembali menjalani kegiatan fisik, termasuk bermain bola basket dan softball. Ia menyelesaikan kuliah tanpa masalah jantung, dan kemudian pindah ke New York untuk memulai pekerjaan di bagian komunikasi.
Berisiko alami kandas jantung saat hamil
Saat berumur 30 tahun alias 13 tahun setelah operasi jantung pertama, Johnson mengetahui bahwa dia tengah hamil. Beberapa minggu setelah kehamilannya, dia melakukan pemeriksaan tahunan dengan master ahli jantungnya. Saat itu, dia mengetahui ada yang tidak beres dengan kondisinya.
"Kamu berisiko mengalami kandas jantung," kata master kepada Johnson.
Johnson terkejut. Dokter ahli jantung mengatakan kemungkinan operasi lain suatu hari kelak lantaran ditemukan masalah pada tambalan lubang mini yang tersisa di jantung, masalah katup, alias pembesaran sisi kanan jantungnya.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Johnson tetap dapat melanjutkan kehamilan meskipun jantungnya membesar. Tapi syaratnya dia mesti mendapatkan pemantauan jantung yang memadai.
Johnson dan bayinya lantas menerima pemantauan ekstra selama beberapa bulan berikutnya, termasuk pengetesan yang menunjukkan bahwa jantung bayi berfaedah dengan baik.
Nah, untuk membantu mengurangi beban pada jantung Johnson, master mahir jantungnya menyarankan agar dia bekerja dari rumah. Benar saja, bekerja dari rumah membikin perbedaan yang signifikan pada menjaga kesehatannya.
Jalani operasi usai melahirkan
Di usia kehamilan 39 minggu, Johnson menjalani induksi persalinan. Selama lebih dari 27 jam persalinan, jantung Johnson bekerja tetap kuat. Ia pun sukses melahirkan seorang putri berjulukan Summer Reign, dalam kondisi sehat.
"Menjadi seorang ibu adalah perihal terbaik yang pernah terjadi pada saya dan untuk saya," katanya.
"Itu adalah akibat besar, tetapi saya tahu jika saya mempertaruhkan semuanya dan menang, itu bakal menjadi kemenangan terbesar. Terkadang hal-hal terbaik ada di kembali sebuah risiko," sambungnya.
Setelah melahirkan, Johnson kembali menjalani operasi jantung terbuka. Operasinya melangkah lancar. Lebih baik lagi, Johnson mendapat berita menggembirakan, ialah jantungnya secara berjenjang kembali ke ukuran normal.
Demikian kisah Bunda yang mengalami kelainan jantung saat hamil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·