Peneliti Temukan Paparan Logam Dalam Gigi Susu Anak Pengaruhi Perkembangan Otak Dan Perilaku

Jun 12, 2026 01:00 PM - 3 jam yang lalu 108

Bunda, penelitian terbaru mengungkap bahwa paparan logam yang tersimpan dalam gigi susu anak rupanya patut diwaspadai, lho. Temuan ini menjadi pengingat kita sebagai orang tua untuk selalu peka terhadap kebersihan lingkungan yang bakal dijelajahi Si Kecil.

Mungkin, selama ini kita mengira benda-benda yang terlihat bersih itu sudah pasti aman, Bunda. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Tampilan bersih tak seperti menjamin keamanan kandungan bahan, seperti paparan logam timbal yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi Bunda yang mempunyai anak di usia dini, yang tetap suka menggigit alias memasukkan barang ke dalam mulut. Jika barang tersebut mengandung logam, maka paparannya bakal masuk dan terserap dalam gigi susu yang sedang berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, gimana akibat dari paparan logam yang terserap dalam gigi susu anak? Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, simak penjelasan dan temuannya dari para mahir berikut ini.

Penelitian tentang logam pada gigi susu anak

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti dari Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai, menemukan bahwa paparan logam dari lingkungan bisa memengaruhi perkembangan anak dalam 10 tahun pertama. Salah satunya yang sering terdampak adalah perkembangan otak dan perilaku anak.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances ini merupakan studi pertama yang menganalisis gigi susu anak dengan teknologi pencitraan otak yang canggih, Bunda. Para mahir mengidentifikasi bayi mulai dari dalam kandungan hingga lahir, dengan mengawasi kondisi otak terhadap paparan lingkungan.

Dalam penelitian tersebut tim menganalisis gigi susu yang tanggal berasas informasi kohort kelahiran PROGRESS di Kota Meksiko. Studi yang dimulai sejak tahun 2007 ini mengikuti perkembangan anak hingga remaja guna memahami gimana paparan lingkungan sosial dan kimia memengaruhi kesehatan.

Dengan metode unik yang telah dikembangkan di Mount Sinai, para peneliti membaca lapisan demi lapisan pada gigi susu anak yang terbentuk sejak trimester kedua kehamilan. Dari sini, mereka sukses menemukan paparan terhadap sembilan jenis logam lingkungan, yang kemudian dikaitkan dengan hasil pemindaian MRI otak dan perilaku anak.

Menurut penulis utama studi tersebut, Manish Arora, gigi susu menyimpan catatan yang sangat krusial bagi kehidupan awal anak. Gigi susu bisa memberikan gambaran kondisi lingkungan sejak masa janin hingga kehidupan setelah lahir

“Gigi susu bisa memberi gambaran tentang kondisi lingkungan yang dialami bayi sejak tetap di dalam kandungan hingga awal setelah lahir, apalagi bisa dilihat secara rinci dari minggu ke minggu, sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh teknologi lain,” jelas Dr. Arora.

Hasil penelitian logam yang terdapat pada gigi susu anak

Studi ini diketahui melibatkan 489 anak yang mempunyai paparan logam di gigi susu mereka, Bunda. Dari total tersebut, setidaknya ada 395 anak yang menjalani penilaian perilaku, sementara 191 lainnya melakukan pemindaian otak menggunakan MRI.

Melalui informasi ini, peneliti dapat memandang hubungan antara paparan logam di usia awal dengan perkembangan otak anak di kemudian hari. Dengan support teknologi yang canggih, maka hasil penelitian yang diperoleh pun tentunya bakal jauh lebih optimal, Bunda.

Berbicara tentang gigi susu anak, gigi susu sendiri terdiri dari beberapa lapisan dan sudah terbentuk sejak bayi tetap berada di dalam kandungan. Selama proses pertumbuhan tersebut, gigi menyerap sejumlah mini logam yang menyebar di dalam tubuh.

Hasilnya, peneliti menemukan dua periode kehidupan bayi paling krusial terhadap paparan logam, ialah pada minggu ke-4 hingga ke-8 setelah lahir dan minggu ke-32 hingga ke-42. Pada periode ini, paparan logam berada di tingkat tertinggi sehingga menimbulkan gangguan perilaku, seperti kecemasan, gangguan perhatian, dan gangguan suasana hati.

Efek paling kuat pada bayi terjadi sekitar minggu ke-32 hingga le-42. Pada fase ini, peningkatan paparan logam dikaitkan dengan kenaikan skor gangguan perilaku yang signifikan, ialah sekitar 4 persen anak menunjukkan gangguan dalam kategori klinis, yang mana indikasi tersebut sudah cukup serius dan berpotensi menjadi masalah kesehatan mental.

Di sisi lain, hasil pemindaian otak juga menunjukkan bahwa anak yang terpapar campuran logam lebih tinggi sejak awal mempunyai perbedaan perkembangan otak. Selain perbedaan pada struktur otak, beragam area otak yang saling terhubung dan komunikasi juga mengalami gangguan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa paparan logam pada periode kritis anak bisa meningkat akibat masalah perilaku dan perkembangan otak. Mulai dari kesulitan berkonsentrasi, kurangnya perhatian, hingga hiperaktivitas.

Pentingnya mengontrol paparan logam demi kesehatan anak

Bunda, setelah diteliti rupanya logam seperti mangan, seng, magnesium, dan timbal sebenarnya sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Logam-logam ini bisa berasal dari makanan, air minum, dan lingkungan tempat tinggal.

Pada dasarnya tubuh kita memang memerlukan logam tersebut dalam pemisah aman. Namun, jika paparannya sudah melampaui pemisah dan berlarut-larut, maka dampaknya bisa memengaruhi perkembangan otak anak serta pola perilakunya.

Dengan begitu, para peneliti menekankan bahwa selain jenis logam, lama paparan alias kapan paparan tersebut pertama kali terjadi juga krusial untuk diperhatikan. Di beberapa waktu dan kondisi, paparan yang terjadi bisa saja sangat berbahaya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan sebaiknya tidak hanya berfokus pada paparan di awal kehidupan secara umum, tetapi juga lebih diarahkan pada perlindungan anak di periode-periode tertentu yang paling berisiko,” jelas salah satu Asisten Profesor di Sekolah Kedokteran Icahn, Elza Rechtman, Ph.D.

Tak hanya itu, melalui temuan tersebut semakin ditegaskannya kebijakan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang lebih berpihak pada perlindungan ibu mengandung dan bayi. Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa perihal sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Memastikan air minum yang digunakan kondusif dan bersih
  • Lebih jeli dalam memilih, mengolah, dan menyimpan makanan
  • Mengurangi paparan dari sumber logam di lingkungan, seperti debu alias bahan gedung tertentu.

Demikian penjelasan mengenai temuan paparan logam pada gigi susu anak yang bisa memengaruhi perkembangan otak dan perilakunya. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya