Penjelasan Kemensos Jelaskan Desil Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, Berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 2 menit 461x dilihat
Penjelasan Kemensos Jelaskan Desil Tak Sesuai Kondisi Masyarakat, Berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar

Belakangan, pembaharuan status desil ramai diperbincangkan masyarakat. Banyak orang yang protes lantaran desilnya tak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

Menanggapi perubahan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias biasa disapa Gus Ipul angkat bicara. Menurutnya, perubahan informasi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh masuknya sekitar 12 juta informasi baru dari BKKBN pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3, Bunda.

Menurut Gus Ipul, saat ini informasi yang masuk telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Perubahan informasi terus dilakukan melalui beragam sumber, termasuk perbaikan informasi langsung bersinergi dengan pemerintah daerah.


"Baru masuk 12 juta informasi baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, informasi ini bakal makin akurat," kata Gus Ipul dalam keterangan resmi yang dikutip dari detikcom, Jumat (4/9/2026).

Berkaitan dengan Kartu Indonesia Pintar

Diungkap Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, mengenai pengelompokan desil DTSEN yang bukan ukuran langsung untuk menentukan status sosial masyarakat Indonesia. Menurut Andy, status desil tidak langsung menggolongkan seseorang miskin alias kaya.

"Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian alias desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa," jelas Andy.

Menurutnya, informasi DTSEN diperbaharui setiap tiga bulan dalam setahunnya. Perubahan desil ini kemudian cukup menjadi sorotan pada volume 3, setelah masuk kurang lebih 12 juta informasi baru dari BKKBN.

Sedangkan pada pemutakhiran informasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, bertepatan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang berangkaian dengan Kartu Indonesia Pintar.

"(Sebanyak) 12 juta informasi baru ini adalah sumber pemutakhiran di volume ketiga. Sumber pemutakhiran di volume ketiga ini menyebabkan naik turunnya desil terasa sangat signifikan. Ini langsung dievaluasi oleh BPS dan memang indikasi di masyarakat kasuistis langsung kita tindaklanjuti," kata Andy.

Lalu apakah perubahan desil juga bakal mengubah daftar penerima bansos masyarakat Indonesia?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan