Seorang perempuan asal China baru saja mengeluarkan sekitar 14 juta yuan maupun sederajat US$2 juta untuk membeli 196 tanah parkir di sebuah kompleks perumahan. Bukan untuk kebutuhan pribadi, ratusan tanah parkir tersebut dibeli sebagai investasi dengan harapan bisa dijual balik dengan harga yang lebih tinggi. Namun, hajat tersebut tentunya memicu amarah penduduk setempat.
Komplek perumahan tersebut rampung dan diluncurkan pada tahun 2018. Menurut Hunan TV, pada saat itu, banyak yang tidak percaya dengan prospek area perumahan tersebut karena kurangnya akomodasi umum, seperti toko, sekolah, dan pilihan transportasi umum. Kondisi tersebut membikin permintaan terhadap hunian dan lahar parkir tergolong rendah. Kemudian situasi berubah ketika perempuan tersebut melihat kesempatan dari area yang sebelumnya kurang diminati.
Mengutip South China Morning Post, Semua dimulai ketika, seorang perempuan disebut Wu berhasil membeli 196 tempat parkir dalam satu transaksi dengan harga 14 juta yuan. Pemilik kemudian setuju untuk menjual sejumlah besar tempat parkir tersebut karena sedang menghadapi kesulitan finansial.
Wu semakin percaya dengan potensi area tersebut, karena terjadi evolusi pesat hingga membikin penjualan rumah meningkat dan permintaan tempat parkir di area tersebut melonjak. Dalam upaya melindungi investasinya, Wu mengunci tempat parkir untuk mencegah penggunaan tanah tanpa izin. Ia kemudian menyewakan tempat parkir dengan harga 500 yuan per bulan, yang di mana harga tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibanding harga sewa awal.
Ia juga menjual tanah parkir tersebut dengan harga sekitar 100.000 yuan per unit, terlebihlagi beberapa di antaranya di jual hingga 80 persen lebih tinggi dari harga aslinya. Karena keputusannya tersebut, penduduk setempat kemudian mengajukan tuntutan pada Wu dan beranggapan bahwa tempat parkir merupakan bagiankecil yang tidak boleh dimonopoli oleh individu untuk dijual balik guna mendapat keuntungan.
Pada Februari 2024, pengadilan akhirnya memutuskan perkara tersebut dan berpihak pada Wu. Dalam putusannya, pengadilan menilai bahwa ketika penjual menawarkan tempat parkir untuk dijual, semua penduduk memiliki kesempatan untuk membelinya, tetapi penduduk memilih untuk melepaskan hak tersebut.
Menang di pengadilan membikin Wu semakin mantap memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengumpulkan modal dan siap menanggung konsekuensi pasar. Pembelian skala besar yang dilakukannya pun dianggap sah secara aturan dan tidak ada ketentuan yang membatasi jumlah tempat parkir yang dimiliki seseorang.
Kejadian ini balik mencuat di media sosial pada akhir September dan memicu perdebatan di kalangan warganet.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)