Bos Xbox Akui Industri Game Sudah Pakai AI, Meski Banyak Gamer Menolaknya

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 4 menit 511x dilihat
Bos Xbox Akui Industri Game Sudah Pakai AI, Meski Banyak Gamer Menolaknya

Bagikan Postingan

Penggunaan AI di industri game statis menjadi perdebatan, dimana banyak gamer cemas teknologi ini akan menggantikan pekerjaan developer maupun membikin game terasa kurang original. Namun, menurut Brandon Stirrup, Senior Business Strategy Manager di Microsoft Xbox, penggunaan AI sebenarnya sudah terjadi di industri tersebut.

Lewat media sosial, Stirrup mengungkapkan bahwa dirinya menghabiskan akhir pekan untuk membikin sebuah game sederhana menggunakan AI, meski tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam pengembangan game.

Ia terlebihlagi melontarkan pernyataan yang cukup berani. Stirrup mengatakan dirinya bisa saja dipecat karena mengungkapkan sesuatu yang menurutnya tidak mau diketahui banyak orang.

Look if I’m fired tomorrow it will be because I told you the truth that nobody wants you to know. You can make a game with a simple prompt and yes you can make custom, tailored games. Everything you want in a game is right there for the taking, for better or worse.

Brandon Stirrup, Microsoft

Nah pernyataan tersebut memperlihatkan sepertiapa AI mulai menurunkan hambatan bagi orang yang mau membikin game. Meski begitu, kapasitas menghasilkan game melalui prompt bukan berarti akibatnya otomatis memiliki kualitas sederajat dengan game yang dikembangkan secara profesional.

Fakta menariknya satu hari setelah postingan tersebut di publikasikan di X, akun brandonstirrup di X, menghilang.

Kabarnya, Brandon menutup akunnya sendiri akibat dibanjiri kritik dan respons negatif yang sangat masif dari kelompok gamer dan sesama developer.

Nah dalam postingannya kemarin, Stirrup juga menilai industri game bergeser lebih lambat dalam mengadopsi AI dibandingkan industri lain. Menurutnya, sentimen negatif dari pelanggan menjadi salah satu karena kenapa perusahaan game cenderung berhati-hati.

Ia terlebihlagi menyebut para imam industri game takut berbicara terbuka mengenai penggunaan AI.

“Gaming is the only industry where leaders are afraid to talk about ai. Users want the truth. We’re using AI.”

Pernyataan ini menarik karena penggunaan AI dalam pengembangan game statis menjadi topik sensitif di kalangan gamer, dan tentu sebagian cemas teknologi tersebut akan mengurangi kebutuhan terhadap seniman, penulis, programmer, dan buruh imajinatif lainnya.

Di sisi lain, AI memang bisa membantu sejumlah proses pengembangan, mulai dari membikin prototipe hingga membantu pekerjaan teknis, cuma saja persoalannya bukan sekadar apakah AI digunakan, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut memungut alih pekerjaan manusia dan sepertiapa akibatnya dikendalikan.

Xbox Labs Juga Mengeksplorasi AI

Pengakuan Stirrup muncul ketika Microsoft mulai mengeksplorasi beragam teknologi baru untuk ekosistem Xbox melalui Xbox Labs, dimana inisiatif ini mencakup percobaan mengenai teknologi game, termasuk AI untuk pengembangan game dan modding.

Meski begitu, cara tersebut tidak serta-merta berarti Xbox akan menggunakan AI untuk semua sisi pengembangan game, karena percobaan teknologi dan penerapannya dalam produk komersial statis menjadi dua hal berbeda.

CEO Xbox, Asha Sharma, juga disebut statis berjaga-jaga dalam menyikapi penggunaan AI, oleh karena itu, komentar Stirrup menjadi sorotan tersendiri, terutama ketika penerimaan gamer terhadap teknologi ini belum sepenuhnya positif.

AI Bukan Berarti Developer Bisa Lepas Tangan

Nah terlepas dari perdebatan soal AI, ada satu permasalahan teknis yang tidak bisa diabaikan, yaitu hasil yang dibuat AI statis perlu diperiksa oleh manusia.

AI memang dapat membantu menghasilkan kode maupun membangun prototipe dengan lebih cepat, namun, kode yang dihasilkan belum tentu efisien, gampang dipelihara, maupun bebas dari masalah. Tanpa pemahaman yang memadai, penggunaan AI justru bisa menghasilkan kode acak-acakan yang menyulitkan proses pengembangan berikutnya.

Selain itu, hal serupa juga berjalan pada sisi kreatif, dimana yang bisa dibuat dengan prompt sederhana belum tentu memiliki gameplay menarik, rancangan yang matang, maupun pengalaman bermain yang memuaskan.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai AI di industri game bukan cuma soal apakah teknologi ini digunakan, namun transparansi, kualitas hasil, dan sepertiapa perusahaan memperlakukan developer statis menjadi bagiankecil krusial dari pembahasannya.

Tapi sepertiapa menurutmu guys, apakah penggunaan AI dalam pengembangan game sebaiknya diterima sebagai bagiankecil dari evolusi industri, maupun justru perlu dibatasi agar tidak merugikan developer dan buruh kreatif?

Via : Windows Central


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads