Nah jika Anda perhatikan di channel resmi Microsoft di Youtube, mereka tampaknya punya kampanye besar untuk membujuk pelanggan Windows 10 bergeser ke Windows 11.
Namun, akibatnya justru menarik perhatian karena video promosi di channelnya tersebut telah mengumpulkan 674 juta views, tetapi respons pelanggan di kolom komentar statis jauh dari harapan Microsoft.

Nah jadi, bisa dibilang video tersebut mengingatkan bahwa sokongan Windows 10 telah berakhir dan mendorong pelanggan bergeser ke PC Windows 11 Pro, dan terlebihlagi saat ini jumlah penayangannya sudah sekitar 48 kali lebih banyak dibandingkan video pengenalan Windows 11 yang cuma meraih sekitar 14 juta views saja.
Tapi menariknya, meski begitu, bilangan views yang tinggi tidak otomatis berarti banyak orang tertarik berbuat upgrade, dan sebagian penayangan kemungkinan berasal dari iklan, dan komentar pelanggan justru memperlihatkan statis banyak yang belum siap meninggalkan Windows 10.
Kenapa Pengguna Masih Bertahan di Windows 10?
Nah kita tahu bahawa ada beberapa karena yang membikin pelanggan enggan beralih, mulai dari persyaratan hardware hingga pengalaman penggunaan Windows 11 yang dianggap belum memuaskan.
Windows 11 mensyaratkan TPM 2.0, UEFI dengan Secure Boot, serta prosesor 64-bit yang didukung. Akibatnya, sejumlah PC yang statis bisa menjalankan Windows 10 dengan baik tidak memenuhi syarat upgrade resmi, dan jelas dong, bagi pelanggan dengan anggaran terbatas, membeli PC baru cuma demi bergeser mekanisme operasi tentu bukan keputusan yang mudah.
Selain itu, Windows 11 juga mendapat kritik karena penggunaan memori yang dinilai lebih berat, terutama pada PC dengan RAM terbatas. Bahkan Microsoft sendiri telah mengakui perlunya optimalisasi dan mulai memperbaiki pengelolaan memori.
Dan yang parahnya sih, pengalaman instalasi Windows 11 juga menjadi sorotan banyak pengguna, karena pelanggan menghadapi lebih banyak cara pengaturan, desakan untuk menggunakan akun Microsoft, serta promosi jasa seperti Microsoft 365 dan Game Pass.
Dan tentu, integrasi AI dan Copilot yang semakin luas turut menjadi hal yang kurang disukai sebagian pengguna.
Meskipun memang saat ini Windows 11 terus diperbaiki dan terlebihlagi kabarnya Windows 11 26H2 Lebih Responsif hingga 20%, tapi tampaknya statis banyak pelanggan yang belum bergeser dari Windows 10.
Masalahnya Bukan Sekadar Jumlah Views
Nah ada satu hal menarik di video tersebut, dimana bilangan 674 juta views tersebut belum tentu mencerminkan keberhasilan kampanye Microsoft, mengingat Jumlah itu bisa dipengaruhi penayangan iklan, sementara komentar pelanggan memberitahu bahwa sebagian orang statis memiliki karena kuat untuk bertetap di Windows 10.
Selain itu, jumlah like yang cuma sekitar 1.6 ribuan, dan jika detail bilangan dari dislike dimunculkan, mungkin angkanya justru jauh lebih banyak.

Yang jelas sih sebenarnya video ini memang bermaksud baik karena masa sokongan Windows 10 itu sudah berakhir, meskipun memang ada paket Extended Security Update, tapi tentu itu bukan untuk semua orang, sehingga jelas direkomendasikan agar pelanggan bergeser ke Windows 11, maupun bergeser ke Linux sekalian.
Nah sepertiapa menurutmu? apakah Anda ada komentar mengenai video Youtube tersebut?
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]