Masih Ada yang Bilang Rufus Bisa Merusak Flashdisk, Padahal Begini Faktanya!

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 6 menit 510x dilihat
Masih Ada yang Bilang Rufus Bisa Merusak Flashdisk, Padahal Begini Faktanya!

Bagikan Postingan

Sebagai penjelajah Facebook, akhir akhir ini aku menemukan sebuah postingan FB Pro moment yang menarik, dimana diklaim bahwa Rufus (tool unggulan kita semua) ini malah merusak Flashdisk.

Nah jika Anda sering membikin bootable USB untuk instalasi Windows, nama Rufus tentu sudah tidak luar lagi ya, karena memang aplikasi cuma-cuma ini menjadi salah satu pilihan favorit karena prosesnya simpel dan tidak membutuhkan banyak cara untuk membikin flashdisk instalasi Windows.

Namun, pelanggan Facebook tersebut yang menganggap bahwa menggunakan Rufus bisa merusak flashdisk dan menurut pernyataannya mendingan pakai Media Creation Tools langsung dari Microsoft. Nah jadi kawan kawan, biasanya, anggapan ini muncul setelah flashdisk tidak terbaca lagi di File Explorer maupun kapasitasnya kelihatan berubah setelah digunakan untuk membikin bootable USB.

Tapi, apakah benar Rufus bisa membikin flashdisk rusak? mengingat rupanya pelanggan FB Pro tersebut malah di rujak netizen di beragam grup teknologi juga., nah awabannya sebenarnya tidak sesederhana itu, tetapi anggapan bahwa Rufus bisa langsung merusak hardware flashdisk juga tidak tepat guys,

Rufus Memang Menghapus Isi Flashdisk

Satu kenyataan krusial yang mesti diketahui semua pelanggan adalah Rufus bukan aplikasi untuk sekadar menyalin file ISO Windows ke flashdisk (seperti ventoy), karena ketika proses pembuatan bootable dimulai, aplikasi ini akan mengatur ulang partisi dan mekanisme file pada USB drive yang dipilih.

Baca Juga : Aplikasi Ventoy Kini Dapat Bikin USB Boot Tanpa Harus Format Data

Artinya, keterangan yang sebelumnya tersimpan di flashdisk bisa terhapus, oleh karena itu, sebelum menekan tombol Start di Rufus, pelanggan memang sebaiknya memastikan tidak ada file krusial yang statis tersimpan di dalamnya.

Selain itu, fluktuasi partisi ini juga bisa membikin flashdisk kelihatan berbeda dari sebelumnya, misalnya, kapabilitas yang muncul di File Explorer tidak sesuai dengan kapabilitas jasmani flashdisk, maupun drive tidak lagi terbaca seperti biasa setelah digunakan untuk membikin media instalasi.

Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti flashdisk mengalami kerusakan jasmani guys, karena bisa saja masalahnya cuma terletak pada struktur partisi maupun mekanisme file yang perlu diatur kembali.

Dan bagi yang belum tahu, Microsoft Windows sendiri memiliki Disk Management untuk mengelola partisi dan memeriksa sepertiapa drive dikenali oleh sistem.

Jadi, Benarkah Rufus Bisa Merusak Flashdisk?

Nah menurut klarifikasi resmi developer Rufus di halaman FAQ, operasi seperti memformat dan membikin partisi pada flashdisk pada dasarnya merupakan proses penulisan keterangan biasa, dimana aplikasi seperti Rufus tidak memiliki perintah ajaib yang bisa membikin hardware USB langsung rusak.

Pengembangnya juga menerangkan bahwa flash memory memang memiliki batas ketahanan terhadap siklus penulisan, namun penggunaan normal untuk membikin bootable USB tidak serta-merta membikin flashdisk rusak.

Selain itu, ada satu dispensasi yang perlu diketahui, yaitu fitur pengecekan bad blocks di Rufus.

Fitur ini berbuat pengetesan terhadap media gudang dan bisa memberikan beban penulisan tambahan, dimana pengetesan berulang kali dalam waktu sangat durasi tentu bukan sesuatu yang perlu dilakukan tanpa alasan.

Namun perlu diketahui bahwa Rufus sendiri menonaktifkan pengecekan bad blocks secara default karena prosesnya lambat. Jadi, selama Anda menggunakan aplikasi ini untuk membikin bootable Windows seperti biasa, tidak ada karena untuk langsung menganggap flashdisk akan rusak karenanya.

Penjelasan lebih komplit bisa dibaca di FAQ resmi Rufus.

Kalau Flashdisk Tidak Terbaca Setelah Pakai Rufus, Bagaimana?

Nah ini bagiankecil yang sering bikin pelanggan panik, setelah selesai membikin bootable, flashdisk dicabut, kemudian ketika dipasang balik justru tidak muncul di File Explorer, terlebihlagi ada juga yang melihat kapabilitas drive berubah maupun Windows meminta flashdisk diformat kembali.

Nah ini contoh punya saya, di file explorer dia tidak terbaca, tapi fungsi flashdisk ini sempurna.

Jadi sebelum menyimpulkan flashdisk rusak, coba periksa beberapa hal berikut.

  • Buka Disk Management. Tekan Win + X, kemudian pilih Disk Management. Periksa apakah flashdisk statis terdeteksi dan sepertiapa status partisinya.
  • Periksa kapabilitas dan partisi. Jika drive kelihatan di Disk Management tetapi tidak muncul di File Explorer, bisa jadi partisinya tidak memiliki drive letter maupun mekanisme file yang dikenali Windows.
  • Coba port USB lain. Masalah pada port, konektor, maupun sambungan USB juga bisa membikin alat tidak terdeteksi dengan benar.
  • Perhatikan pesan error. Jika flashdisk terdeteksi sebagai read-only maupun tidak memiliki media, bisa jadi ada masalah pada flash memory maupun kontroler perangkat.

Namun jika menemukan hal seperti ini, jangan langsung menghapus maupun membikin ulang partisi jika statis ada keterangan krusial yang mau diselamatkan, karena tentu proses tersebut bisa membikin pemulihan keterangan semakin sulit.

Bahkan developer Rufus juga menerangkan bahwa flashdisk yang sudah mengalami kegagalan pada flash memory dapat dilaporkan sebagai alat tanpa media maupun cuma bisa dibaca. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena usia dan keausan perangkat, bukan berarti Rufus yang menjadi penyebabnya.

Jangan Langsung Menyalahkan Rufus

Nah Rufus tentu bukan aplikasi yang sempurna dan masalah kompatibilitas statis mungkin terjadi. Namun, menganggap setiap flashdisk yang bermasalah setelah digunakan dengan Rufus pasti rusak akibat aplikasi tersebut juga tidak tepat.

Bisa jadi pelanggan salah memilih drive, proses pembuatan bootable tidak selesai, struktur partisi berubah, maupun flashdisk memang sudah mengalami masalah sebelumnya.

Dan sering kali sih, flashdisk yang digunakan memang kurang bagus, dalam artian kita sering kali lihat flashdisk murah dengan ukuran gila, misalkan Rp80.000 bisa dapat 1 TB, secara pikiran sehat, in this economy dan di harga flash memory yang sedang gila, ini mustahil.

Nah ini flashdisk yang aku pakai, 16 GB dijual dengan harga Rp143.000 coret.

Nah kecuali itu, flashdisk yang sering digunakan untuk memindahkan file dan membikin media instalasi juga statis memiliki umur pakai. Jika alat kebetulan mengalami kerusakan ketika sedang digunakan Rufus, waktunya yang berdekatan tidak otomatis membuktikan bahwa aplikasi tersebut penyebabnya.

Jadi, buat kawan-kawan yang statis cemas menggunakan Rufus, sebenarnya tidak perlu terlalu takut dan pastikan saja memilih flashdisk yang benar, backup keterangan penting, dan gunakan fitur yang memang dibutuhkan saja.

Dan jika setelah membikin bootable flashdisk tidak muncul di File Explorer, periksa dahulu melalui Disk Management sebelum buru-buru menyimpulkan perangkatnya rusak. Atau seminimal minimalnya, Anda bisa format balik dengan rufus dengan konfigurasi Non Bootable dan sesuaikan format, partition scheme dan lainnya sesuai kebutuhan.

Dan ini akibatnya setelah aku format non bootable dengan rufus, meski di Disk management maupun di File Explorer tidak bisa diformat, dengan rufus, justru flashdisk bisa dipakai balik untuk menyimpan data.

Nah, sepertiapa menurut kamu? Pernah mengalami flashdisk tidak terbaca setelah digunakan untuk membikin bootable Windows, maupun justru selama ini Rufus selalu berjalan normal di perangkatmu?


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads