Perjuangan Via Vallen Menyusui 2 Anak, Si Sulung Harus Belajar Berbagi Asi Dengan Adiknya

Jun 15, 2026 08:30 AM - 4 hari yang lalu 5335

Jakarta -

Cerita menyusui dari para selebritas selalu saja menarik disimak ya, Bunda. Termasuk gimana curhat Via Vallen menyusui 2 anak, si sulung kudu belajar berbagi ASI dengan adiknya.

MengASIhi anak-anak memang nyatanya tak semudah yang dilihat. Sering kali, para ibu menyusui pun merasa kewalahan. Apalagi, jika anak yang mereka beri ASI lebih dari satu dalam waktu berbarengan setiap sesi menyusui.  Tentu saja tidak hanya busui yang belajar beradaptasi tetapi juga antara dua anak tersebut.

Perjuangan Via Vallen menyusui dua anak

Pengalaman itulah yang juga dirasakan istri dari Chevra Yolandi yang mempunyai dua anak di mana keduanya juga tetap menyusu. Setelah sebelumnya mempunyai seorang putra berjulukan Muhammad Raidan Agham Radia Al Arifin yang lahir pada 2024 lalu, saat ini Via Vallen juga tengah menyusui bayi perempuannya yang lahir pada Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kondisi yang dialami penyanyi dangdut tersebut memang tidaklah mudah. Meski dia berupaya memenuhi kebutuhan keduanya, tentunya perihal tersebut perlu dikomunikasikan dengan anaknya yang lebih besar. Ia pun berbagi cerita mengenai perihal tersebut dalam IG Story.

"Tiap hari dibuat melow banget gara gara drama mengASIhi 2 bayi. Jadi tiap Agham tiba-tiba kebangun minta nen, tapi akunya lagi mengASIhi shazza tuh heartbreaking banget. Karena saya kudu bilang ke Agham gini "tunggu ya". Dan Agham nungguin di samping adeknya, sembari liat adeknya dikasih sesuatu yang dia lagi pengen banget. Kek ya Allah, isi hati anak sulungku gimana ya."

Ya, Via Vallen memang menjadi salah satu ibu yang memutuskan untuk tetap menjalani peran tandem nursing ya, Bunda. Meski tidak mudah baginya dengan kondisi dia tetap bekerja, Via Vallen tetap berkomitmen penuh untuk memenuhi peran tersebut.

Ia pun sempat membagikan pengalamannnya di Reels IG miliknya @viavallen:

I just wannna share about my tandem nursing

Bahagianya ada, susahnya ada, capeknya ada banget
Bahkan kadang untuk mau tidur aja, saya suka merasa bersalah
Ku kira emosi ini aneh, rupanya setelah ada journal yang membahas perihal ini, ada banyak ibu yang juga merasa bersalah kalo mau tidur
Dan rupanya itu emosi salah yang jadi diwajarkan oleh ibu

Karena sebenarnya untuk apa merasa bersalah hanya untuk tidur?
Padahal ibu yang menyusui sangat butuh tidur
Bayangin aja, idealnya bayi newborn kudu menyusui per 2 jam sekali
Jelas lama tidur ibu yang sedang DBFjadi kacau lantaran perihal ini

Belum lagi ibu yang melahirkan lewat SC butuh pemulihan yang lumayan panjang, sehingga disarankan untuk perbanyak istirahat
Lalu apa berita kalimat "istirahat" untuk ibu yang kalo mau tidur aja kudu diselimuti perasaam merasa bersalah?
Semoga orang-orang di sekitar ibu-ibu yang baru melahirkan di luar sana bisa lebih peka, terutama suaminya

Tapi untuk perjalanan ini, saya punya perihal lain yang rasanya susah dijelaskan dengan kata, hanya bisa dirasakan

Shazza sekarang sedang masuk ke fase  growth spurt di mana kebutuhan menyusunya meningkat drastis
Dia baru nyusu belum ada 10 menit  aja bisa minta lagi

Terus soal Agham, waktu tetap mengandung Shazza, nyusunya lumayan jarang (karena emang pas TM 3 berupaya agak dikurangi)
Jadi Agham nyusunya pas mau tidur aja.

Tapi setelah Shazza lahir, Agham jadi intens minta nyusu
Bahkan pas adeknya nyusu, dia juga minta dan kalo gak dikasih 
Nangisnya bakalan kenceng bangett.

Aku anggep Agham sedang di fase memvalidasi dirinya bhwa aminya tetap sama seperti sebelum ada adeknya
Jadi nggak jarang saya nyusui keduanya dalam waktu yang bersamaan, dan mamaku pasti ngakak pas liat saya lagi nyusuin Agham dan Shazza di waktu yang bersamaan.

Sampai sekarang Agham pun dbf, saya ga pernah sapih dia
Karena saya ngerasa dia tetap punya kewenangan untuk mendapatkan ASI sampe usianya 2 tahun.
Bahkan sampe Agham udah 20 bulan, dia nggak mau minum ASIP pake botol, makanya saya gak boleh jauh-jauh dari dia.

Aku merasa sangat dibutuhkan oleh kedua anakku, itu emosi mahal yang nggak bisa dibeli dengan apapun

Memang ya, Bunda, sebagai pejuang tandem nursing, sesungguhnya bukanlah proses yang mudah menjalaninya. Namun di luar sana, banyak juga ibu lain yang menjalani peran sama dan sukses melewatinya meski tentunya ada hambatan yang mereka alami.

Tips melakukan tandem nursing

Dalam melakukan tandem nursing, sebenarnya tidak ada langkah baku dalam mempraktikkannya. Sebab, semua bayi berbeda dan semua balita yang menyusui mempunyai kebutuhan yang berbeda, seperti dikutip dari laman Healthline.

Karenanya, para ibu perlu mencari tahu apa yang cocok untuk mereka dan anak-anaknya. Serta, ingatlah metode apa yang paling sukses membantu dalam mempraktikkan tandem nursing.

Intinya, lakukan penyesuaian diri dengan kebutuhan anak-anak dan memastikan untuk tetap memprioritaskan batas diri sebagai ibu terutama lantaran peran tersebut mudah membikin busui capek dan kewalahan lantaran menyusui lebih dari satu anak.

Berikut ini beberapa perihal yang perlu diingat ketika busui melakukan tandem nursing:

1. Tubuh menghasilkan cukup ASI untuk memberi makan kedua anak, tetapi jika Bunda cemas bayi baru lahir tak cukup mendapatkan ASI, Bunda dapat membiarkan bayi baru lahir menyusui terlebih dulu dan kemudian menyusui balita yang lebih besar.
2. Seiring berjalannya waktu, pasokan ASI bakal menyesuaikan kebutuhan dan memproduksi ASI secara stabil.
3. Beberapa ibu memutuskan untuk membagi sisi tetek bagi kedua anaknya. Jadi, mereka menyusui berganti sisi dari satu sesi ke sesi berikutnya alias menggabungkan beberapa metode.
4. Ketika menyusui secara bersamaan, carilah posisi menyusui yang membikin Bunda nyaman. Salah satunya ialah posisi berebahan telentang dengan bayi baru lahir dan balita berebahan di atas Bunda saat menyusui. Posisi ini cocok dilakukan di tempat tidur, di mana ada banyak ruang bagi semua orang untuk merasa nyaman.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya