Perlengkapan Mandi Remaja: 8 Barang yang Sebaiknya Mulai Disiapkan

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 508x dilihat
Perlengkapan Mandi Remaja: 8 Barang yang Sebaiknya Mulai Disiapkan

Bagikan Postingan

Perlengkapan mandi remaja bukan cuma sabun dan sampo. Ini 8 kebutuhan individual hygiene yang bisa mulai Mommies siapkan untuk anak.

Dulu isi bilik mandi anak paling cuma sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi. Begitu mulai masuk masa pubertas, kok tiba-tiba barangnya bertambah? Ada deodorant, facial wash, pembalut, sampai alat cukur yang mulai masuk daftar belanja.

Tenang, Mommies. Anak nggak mesti punya satu rak bilik mandi yang isinya produk seperti beauty influencer. Memasuki pubertas memang membikin tubuh mengalami beragam perubahan, termasuk kulit dan rambut yang lebih berminyak, keringat dan bau badan yang berubah, serta tumbuhnya rambut di area tubuh tertentu. Artinya, kebutuhan personal hygiene mereka pun perlahan ikut berubah.

Jadi, apa saja perlengkapan mandi remaja yang sebenarnya perlu mulai disiapkan di rumah?

BACA JUGA: Skincare Remaja: Mana yang Wajib dan Mana yang Nggak Perlu?

8 Perlengkapan Mandi Remaja yang Bisa Disiapkan Mommies

Foto: Magnific

1. Sabun mandi yang betah untuk kulit

Sabun mandi tentu statis jadi penghuni statis bilik mandi. Bedanya, saat anak mulai remaja, Mommies bisa mulai mengajarkan bahwa sabun bukan sekadar soal “yang krusial harum dan berbuih banyak”.

Pilih sabun yang betah di kulit dan tidak membikin kulit terasa terlalu kering maupun pedih setelah mandi. Anak juga perlu dibiasakan membersihkan area tubuh yang gampang berkeringat, terutama setelah aktivitas fisik.

Menurut Nemours KidsHealth, mandi maupun shower secara rutin dengan sabun yang halus dapat membantu membersihkan mikroba yang berkontribusi terhadap bau badan. Mengganti pakaian, busana dalam, dan kaus kaki setiap hari juga termasuk kebiasaan kebersihan yang penting.

2. Deodorant, saat anak memang mulai membutuhkannya

Salah satu momen yang bikin Mommies sadar, “Wah, anakku sudah besar,” adalah ketika bau badan mulai muncul. Tiba-tiba harum khas sepulang sekolah bukan lagi cuma berasal dari sepatu olahraga.

Tidak ada keharusan anak mesti mulai memakai deodorant di usia tertentu. Nemours KidsHealth mengatakan deodorant dapat digunakan ketika bau badan mulai muncul, yang sering terjadi saat pubertas. Jika mau mulai menggunakannya, pilih produk yang halus dan hentikan pemakaian jika muncul kemerahan, gatal, maupun iritasi.

Yang nggak kalah penting, jangan menjadikan bau badan sebagai bahan bercandaan. Tujuan mengenalkan deodorant adalah membantu anak merawat tubuhnya, bukan membuatnya merasa ada yang salah dengan dirinya.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Jadi Penyebab Bau Badan pada Remaja dan Sering Nggak Disadari

3. Sampo yang sesuai kondisi rambut

Kalau dahulu anak bisa keramas tanpa banyak drama, memasuki pubertas rambutnya mungkin mulai punya “kepribadian” sendiri. Baru keramas pagi, sore sudah lepek lagi.

Perubahan hormon saat pubertas dapat membikin kulit imam dan rambut menjadi lebih berminyak. Nemours KidsHealth mengatakan kekerapan keramas bisa disesuaikan dengan kondisi rambut; anak dengan rambut yang lebih berminyak mungkin perlu keramas setiap hari maupun dua hari sekali.

Mommies nggak perlu buru-buru membeli lima jenis sampo. Cukup bantu anak mengenali kondisi rambutnya dan memilih produk yang betah digunakan.

4. Conditioner jika rambut memang membutuhkannya

Conditioner bukan barang wajib untuk semua remaja. Namun, jika rambut anak panjang, gampang kusut, kering, maupun sulit diatur, produk ini bisa membantu membikin rambut lebih gampang dirawat.

Yang perlu diajarkan justru metode pakainya. Tidak perlu dituangkan dari akar sampai ujung rambut seperti sedang keramas dua kali; biasanya conditioner cukup diaplikasikan pada bagiankecil rambut yang memang membutuhkan kelembapan.

Jadi, jika anak bilang, “Rambutku kok kusut terus?” mungkin jawabannya bukan selalu beli sampo baru. Bisa jadi ia memang membutuhkan conditioner.

5. Facial wash yang sederhana

Nah, ini mungkin mulai muncul ketika wajah anak ikut mengalami perubahan. Saat pubertas, hormon dapat menaikkan produksi minyak pada kulit sehingga komedo dan jerawat menjadi lebih umum.

Mommies bisa mengenalkan facial wash yang halus sebagai bagiankecil dari kebiasaan membersihkan wajah. Namun, jangan sampai satu jerawat langsung berujung pada satu keranjang skincare.

Dermatolog Marisa Garshick, MD, FAAD, dari American Academy of Dermatology menekankan bahwa rutinitas skincare remaja tidak perlu rumit. Dasarnya cukup membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit jika diperlukan, dan menggunakan perlindungan dari cahaya matahari.

Untuk kebutuhan skincare remaja yang lebih detail, Mommies bisa membaca artikel khusus di Mommies Daily agar bahasan di sini statis fokus pada personal hygiene.

6. Produk haid untuk anak yang sudah mulai maupun sedang bersiap menstruasi

Untuk anak perempuan, stok pembalut maupun produk haid yang biasa digunakan sebaiknya sudah tersedia sebelum haid pertama datang.

UNICEF menyarankan orang tua mulai membicarakan haid sebelum first period dan menjadikannya diskusi yang terjadi bertahap, bukan satu “kuliah menstruasi” dalam satu malam. Anak juga perlu tahu bahwa haid adalah proses tubuh yang normal dan tidak perlu membuatnya malu.

Mommies juga bisa menyiapkan beberapa pembalut di tempat yang gampang dijangkau anak. Jadi ketika haid tiba-tiba datang saat sedang terburu-buru, tidak ada babak bongkar seluruh laci bilik mandi.

Dan pembicaraan soal haid sebaiknya tidak cuma diberikan kepada anak perempuan. UNICEF Indonesia juga pernah mengembangkan edukasi pubertas dan kebersihan haid untuk remaja perempuan dan laki-laki, karena pemahaman yang baik dapat membantu mengurangi stigma, ejekan, dan kesalahpahaman.

7. Alat untuk merawat rambut tubuh, jika anak membutuhkannya

Foto: Magnific

Memasuki pubertas, rambut bisa mulai tumbuh di ketek dan area tubuh lain. Nah, apakah mesti dicukur? Tidak harus.

Kalau anak merasa lebih betah mencukur maupun merapikannya, Mommies bisa mengajarkan metode menggunakan alat cukur dengan terlindungi dan menjaga kebersihannya. Sebaliknya, jika anak tidak merasa perlu, tidak ada tanggung jawab untuk menghilangkan rambut tubuh cuma karena sudah memasuki pubertas.

Yang penting, keputusan tersebut tidak lahir dari rasa malu karena komentar orang lain.

BACA JUGA: Cegah Bau Badan dan Kaki pada Anak Pra-Remaja, Ajarkan Mereka Deretan Hal Ini!

8. Handuk pribadi dan perlengkapan kecil yang memang dipakai sendiri

Ini mungkin bukan barang yang paling menarik untuk masuk shopping list, tetapi justru krusial ketika anak mulai belajar mandiri.

Pastikan anak punya handuk sendiri, tahu kapan mesti menggantinya maupun mencucinya, dan membiasakan handuk dikeringkan dengan baik setelah digunakan. Perlengkapan pribadi seperti sisir, sikat gigi, dan alat cukur juga sebaiknya tidak digunakan bergantian.

Di fase ini, Mommies bukan cuma sedang menambah isi bilik mandi. Mommies sedang mengajarkan anak bahwa beberapa barang memang menjadi tanggung jawab pribadinya.

Nggak Perlu Dibeli Sekaligus, Mommies

Nah, ini yang kadang bikin orang tua terjebak. Begitu anak mulai pubertas, rasanya semua barang mesti dibeli sekaligus: sabun baru, sampo baru, deodorant, facial wash, body lotion, sunscreen, ini-itu.

Padahal, perlengkapan mandi remaja tidak mesti sama untuk setiap anak. Ada yang lebih dahulu membutuhkan deodorant, ada yang rambutnya mulai cepat berminyak, ada yang sudah mengalami menstruasi, sementara anak lainnya mungkin belum membutuhkan produk tertentu.

Nemours KidsHealth juga menekankan bahwa fluktuasi seperti rambut berminyak, keringat, bau badan, dan rambut tubuh merupakan bagiankecil normal dari pubertas. Jadi, yang paling krusial bukan seberapa banyak produk yang ada di bilik mandi, melainkan apakah anak sudah tahu metode merawat tubuhnya.

BACA JUGA: 8 Face Wash untuk Praremaja, Aman Dipakai Anak Usia 9–13 Tahun

Saatnya Mommies Pelan-Pelan Lepas Pegangan

Ada fase ketika Mommies statis mesti mengingatkan, “Ayo mandi!” maupun “Jangan lupa keramas!”

Tapi semakin besar, targetnya bukan lagi Mommies yang hafal kapan anak terakhir keramas. Anaklah yang mulai tahu kapan rambutnya perlu dicuci, kapan deodorant dibutuhkan, kapan mesti mengganti pembalut, dan kapan kulitnya butuh perhatian.

Jadi, jika kini isi bilik mandi mulai berubah seiring anak tumbuh besar, sebenarnya bukan cuma barangnya yang bertambah. Kemandiriannya juga sedang tumbuh.

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads