Prinsip Dagang Nabi Muhammad Buat Para Pelanggan Tidak Pernah Mengeluh

Apr 20, 2026 02:56 PM - 6 jam yang lalu 281

Kincai Media ,JAKARTA -- Di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional yang sering diwarnai pertengkaran, Nabi Muhammad SAW muncul dengan standar pelayanan yang revolusioner. Melalui prinsip kejujuran ekstrem, beliau memastikan tidak ada satu pun pengguna yang mengeluh, lantaran setiap sengketa jual beli selalu diselesaikan secara setara dan damai, sehingga pembeli bebas dari rasa cemas bakal praktik penipuan. Artinya, bertransaksi dengan Nabi Muhammad SAW berfaedah mendapatkan agunan ketenangan batin.

Afzalurrahrnan dalam kitab Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang menerangkan, fakta-fakta tidak meninggalkan keraguan apapun di akal kita bahwa Nabi Muhammad adalah seorang pedagang profesional. Tetapi, beliau seorang pedagang yang berbeda dibanding kebanyakan pedagang lainnya.

Nabi Muhammad SAW mengambil pekerjaan jual beli sekadar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, bukan untuk menjadi seorang jutawan, karena beliau tidak pernah memperlihatkan kecintaan yang sangat besar terhadap kekayaan kekayaan.

Karena berbisnis ini merupakan satu-satunya pekerjaan mulia yang tersedia bagi beliau pada waktu itu, maka beliau melibatkan diri di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apapun yang beliau hasilkan hanya cukup sekadar menunjang kehidupannya.

Kejujuran dalam Bertransaksi

Betapapun kecilnya urusan jual beli yang pernah Nabi Muhammad SAW lakukan selama remaja, beliau melakukannya dengan segala kejujuran dan keadilan, serta tidak pernah memberikan kesempatan bagi para pelanggannya untuk mengeluh. Beliau selalu menepati janji serta mengantar barang-barang yang kualitasnya telah disepakati oleh kedua belah pihak tepat pada waktunya.

Tidak ada tawar-menawar dan pertengkaran antara Nabi Muhammad SAW dan para pelanggannya, sebagaimana sering disaksikan pada waktu itu di pasar-pasar tradisional. Segala persoalan antara Nabi Muhammad dan para pembeli alias penjual selalu diselesaikan dengan tenteram dan adil, tanpa ada kekhawatiran bakal terjadi unsur-unsur penipuan di pihaknya.

Selengkapnya