Jakarta -
Menjalani program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) memerlukan banyak persiapan. Tak hanya persiapan bentuk dan emosional, tetapi juga finansial.
Semua orang tahu jika biaya IVF lumayan mahal, sementara tak ada agunan program bakal sukses dalam satu kali siklus. Lantas, gimana jika program bayi tabung gagal? Apakah biaya yang sudah dibayarkan bisa mendapatkan duit kembali?
Di sejumlah negara, terdapat program yang dikenal sebagai shared risk program, refund program, alias program bayi tabung dengan skema pengembalian dana. Pasien bayar biaya awal yang lebih besar untuk memperoleh beberapa kali kesempatan IVF.
Jika seluruh rangkaian perawatan belum menghasilkan kehamilan alias kelahiran hidup sesuai ketentuan kontrak, sebagian alias seluruh biaya tertentu dapat dikembalikan.
Namun, skema ini bukan berfaedah setiap pasien yang menjalani IVF lampau kandas otomatis mendapatkan duit kembali.
Biaya menjadi salah satu halangan terbesar bagi pasangan yang mau menjalani IVF. Salah satu penyebabnya adalah biaya prosedur dan obat-obatan yang tidak selalu ditanggung oleh asuransi.
Di Amerika Serikat, misalnya, biaya IVF dapat menjadi beban finansial yang cukup besar untuk pasien. Popularitas teknologi reproduksi berbantu juga terus meningkat, sementara akses terhadap pembiayaan alias perlindungan asuransi belum selalu mengikuti kebutuhan tersebut.
Satu siklus IVF dapat menelan biaya hingga puluhan ribu dolar. Selain itu, tidak semua pasien sukses mendapatkan kehamilan hingga kelahiran hidup dalam satu kali siklus.
Nah, kondisi tersebut kemudian melahirkan salah satu skema pembiayaan yang disebut program berbagi akibat alias shared risk program.
Program ini memungkinkan pasien bayar biaya di muka untuk beberapa siklus IVF sekaligus. Jika seluruh rangkaian perawatan tidak menghasilkan kelahiran hidup sesuai ketentuan program, pasien dapat memperoleh sebagian alias seluruh biaya yang memenuhi syarat untuk dikembalikan.
Namun, ada perihal krusial yang perlu dipahami. Program ini bukan berfaedah klinik menjamin pasien pasti hamil.
American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menjelaskan bahwa program risk-sharing alias refund memang dapat memberikan pengembalian biaya andaikan hasil perawatan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Namun, pasien perlu memahami bahwa program tersebut bukan agunan kehamilan alias kelahiran hidup.
Dalam skema ini, biaya yang dibayarkan pasien juga dapat lebih tinggi dibandingkan biaya satu siklus IVF biasa.
"Biaya yang dikenakan kepada mereka biasanya 30-40 persen lebih tinggi daripada biaya satu siklus IVF," ujar Dr. Kaylen Silverberg, kepala medis, salah satu pendiri, dan mitra pengelola Texas Fertility Center, melansir Newsweek.
"Jika mereka mengandung pada siklus pertama, mereka pada akhirnya mungkin bayar lebih besar daripada biaya sebenarnya dari perawatan yang mereka terima lantaran mereka 'berbagi risiko'."
Ini artinya, pasangan yang mengikuti program tersebut bayar lebih untuk memperoleh perlindungan terhadap akibat finansial andaikan memerlukan beberapa kali percobaan.
Sebaliknya, jika IVF sukses pada siklus awal, biaya yang dibayarkan melalui program shared risk bisa saja lebih besar dibandingkan andaikan pasien bayar setiap siklus secara terpisah.
Bagaimana langkah kerja program refund bayi tabung?
Pada program ini, pasien bayar biaya awal yang mencakup beberapa kali percobaan IVF dan prosedur transfer embrio sesuai paket. Misalnya, sebuah program menawarkan paket untuk beberapa siklus. Pasien bayar seluruh paket di awal dan menjalani perawatan sesuai kebutuhan.
Jika sukses mendapatkan kelahiran hidup sebelum seluruh siklus digunakan, program dianggap sukses dan pasien tidak mendapatkan pengembalian dana. Namun, jika seluruh siklus yang termasuk dalam paket sudah dijalani dan tidak menghasilkan kelahiran hidup sesuai arti program, pasien dapat mengusulkan refund sesuai ketentuan kontrak.
Jumlah biaya yang dikembalikan tidak selalu sama. Beberapa program shared risk dapat menawarkan pengembalian sekitar 70 hingga 100 persen dari biaya awal.
Namun, nomor tersebut bukan standar yang bertindak untuk seluruh program IVF. Besarnya refund dan syarat untuk mendapatkannya berjuntai pada penyedia program.
Apakah bayi tabung kandas satu kali langsung dapat refund?
Bunda belum tentu mendapatkan refund jika program bayi tabung baru kandas satu kali. Untuk itu, pasangan perlu memperhatikan beberapa perihal sebelum mengikuti program bayi tabung dengan skema pengembalian dana.
Dalam program shared risk, kegagalan satu siklus IVF biasanya belum otomatis membikin pasien berkuasa mendapatkan refund. Pasien mungkin tetap mempunyai beberapa siklus alias transfer embrio yang termasuk dalam paket.
Refund baru dapat diberikan setelah pasien memenuhi kriteria yang ditentukan dalam kontrak.
"Pasien kudu betul-betul memahami apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam paket, berapa banyak prosedur pengambilan sel telur dan transfer embrio yang ditanggung, gimana klinik mendefinisikan hasil yang sukses, apa yang terjadi jika perawatan dihentikan alias keadaan berubah, serta biaya apa saja yang bakal dan tidak bakal dikembalikan," ujar Elana Frank, CEO dan pendiri Jewish Fertility Foundation.
ASRM menyebut program shared risk dapat mempunyai ketentuan mengenai jumlah siklus, transfer embrio, alias jangka waktu perawatan sebelum pasien dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan pengembalian dana.
Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa tes kehamilan negatif setelah satu kali transfer embrio berfaedah duit bakal dikembalikan.
Kenapa program refund IVF bisa lebih mahal di awal?
Program shared risk sekilas terdengar sangat menarik lantaran pasien mempunyai perlindungan finansial jika seluruh rangkaian IVF tidak berhasil. Namun, ada akibat yang perlu dipahami.
Di awal, pasien bayar biaya untuk beberapa kesempatan IVF sekaligus, nilai paket dapat lebih tinggi dibandingkan satu siklus IVF.
Dr. Silverberg menjelaskan bahwa biaya program shared risk dapat sekitar 30–40 persen lebih tinggi daripada biaya satu siklus IVF. Jika pasien sukses pada siklus pertama, pasien bisa saja bayar lebih mahal dibandingkan jika memilih sistem pembayaran per siklus.
Dengan kata lain, refund tersebut bukan duit gratis. ASRM menggambarkan skema ini sebagai corak pembagian akibat finansial. Pasien bayar biaya awal yang lebih tinggi untuk mendapatkan perlindungan finansial andaikan perawatan tidak mencapai hasil yang telah ditentukan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)