Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 502x dilihat
Proses Pemilihan Ketua OSIS, Tata Cara dan Manfaatnya bagi Siswa sebagai Pembelajaran Demokrasi

Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan salah satu kegiatan krusial di lingkungan sekolah. Selain mempunyai pemimpin siswa, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran demokrasi, Bunda.

Proses pemilihan Ketua OSIS melibatkan pencalonan, penyampaian visi dan misi, hingga pemberian suara. Selama proses tersebut, siswa dapat memahami pentingnya partisipasi, kebebasan memilih, serta sikap bertanggung jawab dalam menentukan pemimpin.

Melansir dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu contoh nyata dari penyelenggaraan prinsip kerakyatan di lingkungan sekolah. Demokrasi di pemilihan ini merupakan gambaran dari peran siswa dalam memilih pemimpin yang bakal mewakili dan mengadvokasi kepentingan mereka di sekolah.


Tak hanya itu, kerakyatan dalam proses pemilihan Ketua OSIS adalah salah satu fondasi utama untuk mewujudkan tujuan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

"Proses pemilihan ini bukan sekadar membagikan suara, tetapi lebih merupakan sebuah perjalanan pendidikan bagi para siswa. Mereka dapat belajar pentingnya partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pemilihan pemimpin yang sesuai, dan penghormatan terhadap beragam macam pendapat," demikian isi ulasan.

Simulasi pemilihan umum di sekolah dan manfaatnya

Pemilihan Ketua OSIS bisa menjadi sarana pengenalan dasar terhadap sesuatu yang lebih besar, seperti pemilihan umum (Pemilu). Saat memilih, siswa dapat menentukan pemimpin mana yang bakal berakibat besar pada kebijakan di sekolah.

Sebelum dilakukan pemilihan yang resmi, sekolah juga dapat melaksanakan kegiatan simulasi. Siswa dapat dibagi menjadi beberapa golongan yang bertindak sebagai calon, panitia pemilihan, dan pemilih.

Setiap calon Ketua OSIS lampau diberikan kesempatan untuk berkampanye. Mereka bisa menyampaikan visi dan misi di depan teman-teman yang berkedudukan sebagai pemilih.

"Tujuan pembelajaran, siswa dapat memahami sistem pemilihan umum yang demokratis, pentingnya kewenangan suara, serta tanggung jawab sebagai pemilih," tulis Widya Trio Pangestu dalam kitab Pembelajaran PKN SD Berorientasi Outdoor Learning.

"Hasilnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang pemilu, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan sekolah, dengan sikap yang lebih aktif terhadap kegiatan demokrasi."

Tata langkah dalam pemilihan Ketua OSIS di sekolah

Pemilihan Ketua OSIS dapat digelar selayaknya Pemilu, Bunda. Melansir dari laman Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jambi, tahapan dalam pemilihan dapat dimulai dari agenda pendaftaran, verifikasi informasi calon, pengundian nomor urut, masa kampanye, penyampaian visi dan misi kandidat, hari pencoblosan, sidang pleno penetapan kandidat, hingga kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan.

Nah, untuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS, setiap kandidat calon kudu memenuhi beragam persyaratan. Misalnya, pasangan calon kudu di usung dari partai peserta alias lewat jalur independen di mana kandidat mendapat support tiap kelas minimal lima siswa.

Setiap kandidat juga perlu memenuhi persyaratan dokumen, seperti menyertakan kartu pelajar, dan mempunyai visi dan misi untuk dibawa dalam kampanye.

Di hari pemungutan suara, sekolah dapat menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang beranggotakan beberapa panitia. Setiap panitia mempunyai tugas yang berbeda, seperti memberikan kertas suara, mengarahkan pemilih ke bilik suara, menjaga kotak suara, dan menjaga keamanan selama pemilihan.

Setelah pemungutan suara, ketua panitia dapat memimpin perhitungan. Layaknya pemilu, kertas bunyi yang digunakan pemilih juga perlu dipastikan sah sesuai ketentuan.

Setelah ketua dan wakil ketua terpilih dengan bunyi terbanyak, mereka kudu mengusulkan calon pembantunya kepada MPK (Majelis Perwakilan Kelas). MPK lampau melakukan uji kepatutan dan kepantasan terhadap calon pembantunya tersebut.

Demikian serba-serbi pemilihan Ketua OSIS dan manfaatnya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan