Banyak orang tua yang mengaitkan keluhan nyeri sendi pada anak dengan kelelahan alias pertumbuhan normal pada anak. Namun ada kondisi medis yang lebih serius, ialah radang sendi pada anak.
Penyakit ini kerap tidak terdiagnosis lantaran gejalanya menyerupai cedera ringan alias nyeri tumbuh biasa, padahal penemuan awal sangat menentukan kualitas hidup anak di masa depan.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Radang Sendi pada Anak?
Radang sendi pada anak, yang dikenal sebagai Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) alias Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA), adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri.
Kondisi ini mengakibatkan peradangan kronis yang dapat merusak sendi secara permanen jika tidak ditangani.
Apakah anak bisa terkena radang sendi? Jawabannya adalah ya.
Juvenile Arthritis didefinisikan sebagai arthritis pada anak yang dimulai sebelum usia 16 tahun dan berjalan minimal enam minggu.
Penyebab radang sendi pada anak belum diketahui secara pasti, namun kombinasi aspek genetik dan paparan lingkungan diyakini berkedudukan sebagai pemicu respons sistem imun anak yang keliru, sehingga menyebabkan inflamasi berkepanjangan pada jaringan sendi.
Mengapa Sulit Dikenali sejak Awal?
Anak-anak, khususnya yang tetap balita, belum bisa menggambarkan rasa kaku alias nyeri dengan jelas. Mereka mungkin hanya tampak lebih rewel, mudah lelah, alias enggan berjalan.
Kondisi inilah yang membikin penyakit rematik anak sering disalahartikan sebagai nyeri tumbuh alias kelelahan biasa.
Selain itu, sistem imun anak yang sedang berkembang membikin tanda-tanda peradangan sinovial tidak selalu tampak mencolok.
Diagnosis radang sendi lantaran gangguan autoimun baru dipertimbangkan andaikan radang kronis berjalan lebih dari enam minggu dan tidak mempunyai penyebab lain yang jelas.
Tanda Radang Sendi pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Berikut adalah indikasi radang sendi pada anak yang perlu mendapat perhatian serius dari orang tua maupun tenaga medis.
1. Pembengkakan Sendi
Pembengkakan sendi adalah tanda paling objektif dari arthritis pada anak.
Sendi bengkak pada anak, terutama pada area lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki, pinggul, alias siku, terjadi akibat penumpukan cairan inflamasi di dalam rongga sendi.
Lutut bengkak pada anak yang tidak disertai riwayat cedera merupakan sinyal yang perlu segera dievaluasi.
Pembengkakan ini biasanya membikin corak sendi terlihat lebih bulat alias lebih besar dari biasanya.
2. Kekakuan Sendi di Pagi Hari
Sendi kaku saat pagi hari adalah karakter unik yang membedakan radang sendi dari cedera biasa. Setelah bangun tidur, anak mungkin kesulitan berjalan, merangkak, alias mengepalkan tangan.
Kekakuan ini umumnya mereda setelah anak bergerak aktif alias mandi air hangat selama 30 hingga 60 menit.
Kekakuan sendi yang muncul secara konsisten setiap pagi merupakan indikasi krusial untuk dilakukan pemeriksaan arthritis pada anak lebih lanjut.
3. Nyeri dan Rasa Hangat pada Sendi
Nyeri dengkul anak alias radang dengkul pada anak yang disertai rasa hangat saat disentuh menandakan adanya peradangan aktif.
Anak mungkin tidak mengungkapkan rasa sakit secara verbal, tetapi bakal menunjukkan perubahan langkah berjalan, seperti pincang alias enggan menggunakan sendi yang bersangkutan.
Peradangan sendi yang aktif biasanya juga ditandai dengan kemerahan di sekitar area yang terkena.
4. Keterbatasan Gerak dan Penurunan Mobilitas
Peradangan kronis pada sendi menyebabkan keterbatasan mobilitas yang signifikan.
Anak yang mengalami gangguan muskuloskeletal anak mungkin tidak bisa meluruskan dengkul alias tangan sepenuhnya.
Dalam konteks kegiatan fisik, mobilitas dan kegiatan bentuk anak seperti berlari, bermain sepak bola, futsal, melakukan sprint, tendangan bola, alias aktivitas perubahan arah mendadak (cutting movement) bakal terasa sangat menyakitkan alias apalagi tidak bisa dilakukan sama sekali.
5. Pincang Tanpa Riwayat Cedera
Pincang yang muncul tiba-tiba tanpa didahului jatuh alias tumbukan adalah tanda ancaman yang tidak boleh diabaikan.
Kondisi ini merupakan respons tubuh untuk mengurangi beban pada sendi yang meradang, khususnya akibat nyeri muskuloskeletal pada anak di area dengkul alias pergelangan kaki.
Jenis-Jenis Juvenile Idiopathic Arthritis
Juvenile Idiopathic Arthritis mempunyai beberapa subtipe dengan karakter berbeda yang memengaruhi prognosis dan pendekatan pengobatan juvenile idiopathic arthritis.
1. Oligoarticular JIA
Oligoarticular JIA menyerang kurang dari lima sendi besar, seperti dengkul alias pergelangan kaki, dalam enam bulan pertama.
Tipe ini paling umum ditemukan dan lebih sering terjadi pada anak perempuan. Risiko komplikasi mata berupa uveitis cukup tinggi pada jenis ini.
2. Polyarticular JIA
Tipe ini menyerang lima sendi alias lebih secara bersamaan, baik sendi mini maupun besar, dengan pola yang seringkali simetris. Tipe ini menyerupai penyakit autoimun pada orang dewasa.
3. Systemic Juvenile Idiopathic Arthritis alias Penyakit Still
JIA jenis ini ditandai oleh demam tinggi yang muncul setiap hari, biasanya pada sore alias malam hari, disertai ruam kemerahan berwarna merah muda yang muncul saat demam.
Komplikasi serius seperti Macrophage Activation Syndrome dapat menakut-nakuti jiwa.
Jenis ini lebih sering menyerang anak laki-laki di atas delapan tahun, dengan peradangan tidak hanya pada sendi tetapi juga pada titik perlekatan tendon ke tulang, seperti di tumit alias sekitar tempurung lutut.
5. Psoriatic Arthritis
Psoriatic Arthritis disertai dengan ruam kulit bersisik alias perubahan pada kuku, serta dapat menimbulkan pembengkakan seluruh jari tangan alias kaki.
Perbedaan Radang Sendi dan Nyeri Biasa
Orang tua sering kali kesulitan membedakan perbedaan radang sendi dan nyeri biasa pada anak.
Sebagai pedoman umum, nyeri tumbuh biasanya muncul pada sore alias malam hari setelah anak beraktivitas, tidak disertai pembengkakan, dan membaik setelah dipijat alias diistirahatkan.
Sebaliknya, peradangan sendi pada penderita JIA condong lebih terasa pada pagi hari alias setelah rehat panjang, disertai pembengkakan yang teraba hangat, dan tidak membaik hanya dengan pijatan.
Lokasi nyeri pun lebih spesifik, ialah pada sendi tertentu seperti lutut, pergelangan tangan, alias siku, bukan pada otot paha alias betis seperti nyeri tumbuh biasa.
Faktor Risiko Radang Sendi pada Anak
Beberapa aspek akibat radang sendi pada anak yang telah diidentifikasi meliputi:
- Riwayat family dengan penyakit autoimun
- Jenis kelamin wanita yang lebih rentan terhadap jenis Oligoarticular dan Polyarticular
- Paparan lingkungan seperti asap rokok
- Infeksi virus tertentu yang dapat memicu respons sistem imun yang keliru pada anak dengan predisposisi genetik.
Komplikasi Radang Sendi pada Anak
Tanpa penanganan yang tepat, komplikasi radang sendi pada anak dapat berakibat jangka panjang.
Peradangan kronis mengikis tulang rawan dan menyebabkan sinovitis yang berpotensi melumpuhkan kegunaan sendi secara permanen.
Gangguan pertumbuhan juga dapat terjadi, misalnya perbedaan panjang tungkai akibat radang dengkul yang tidak tertangani, alias gangguan perkembangan rahang jika sendi temporomandibular terlibat.
Pemantauan jangka panjang penyakit kronis ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi mata berupa uveitis yang jika tidak terdeteksi dapat berujung pada kebutaan.
Diagnosis Arthritis pada Anak
Proses pemeriksaan arthritis pada anak dilakukan secara komprehensif oleh master anak alias ahli rheumatologi pediatrik.
Pemeriksaan meliputi anamnesis mendalam mengenai riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, seperti Lupus pada anak alias psoriasis, serta pemeriksaan bentuk pada sendi yang terkena.
Proses pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur penanda inflamasi seperti LED (Laju Endap Darah) dan CRP (C-Reactive Protein), serta pemeriksaan ANA Test dan Rheumatoid Factor (RF) untuk menentukan subtipe penyakit.
Pemeriksaan pencitraan menggunakan Foto Rontgen, USG muskuloskeletal, alias MRI dilakukan untuk menilai kondisi tulang rawan dan jaringan sinovial.
Pemeriksaan mata dengan slit lamp juga wajib dilakukan secara rutin untuk mendeteksi uveitis yang sering tidak bergejala.
Cara Mengobati Radang Sendi pada Anak
Tujuan langkah mengobati radang sendi pada anak bukan sekadar menghilangkan nyeri, melainkan menghentikan proses peradangan agar tidak terjadi kerusakan sendi jangka panjang.
Pendekatan pengobatan berkarakter multidisiplin, melibatkan master ortopedi, master anak, fisioterapi, dan terapi okupasi.
Dari sisi farmakologi, obat antiinflamasi seperti NSAID digunakan untuk mengatasi nyeri dan bengkak ringan.
Kortikosteroid dapat diberikan melalui injeksi sendi langsung untuk pengaruh cepat, alias dalam corak pil pada kasus sistemik.
DMARDs seperti Methotrexate menjadi jagoan untuk mengendalikan respons imun dan mencegah kerusakan sendi progresif, sementara Terapi Biologi menargetkan molekul spesifik pemicu inflamasi.
Dari sisi non-farmakologi, fisioterapi berkedudukan krusial dalam menjaga rentang mobilitas sendi dan memperkuat otot yang melemah akibat peradangan.
Terapi bentuk dan terapi latihan yang terstruktur, kompres dingin untuk serangan akut, serta metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) direkomendasikan untuk penanganan awal.
Rehabilitasi jangka panjang juga diperlukan agar anak dapat kembali beraktivitas secara optimal.
Penggunaan brace dengkul dapat membantu stabilisasi sendi selama masa pemulihan.
Pada kasus yang lebih berat, prosedur seperti injeksi sendi dengan injeksi viskosuplemen alias Prosedur Richard Wolf dapat dipertimbangkan.
Untuk kasus nyeri dengkul kronis yang tidak merespons terapi konvensional, klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik seperti Klinik Patella menyediakan beberapa terapi sebagai pilihan lanjutan setelah lini pengobatan pertama tidak memberikan hasil optimal:
- Terapi PRP (Platelet-Rich Plasma)
- Injeksi Stem Cell
- Injeksi Secretome
- Radiofrekuensi Ablasi
Kesimpulan tentang Radang Sendi pada Anak
Radang sendi pada anak adalah kondisi serius yang memerlukan kewaspadaan dan penanganan dini.
Tanda-tanda seperti pembengkakan sendi, kekakuan di pagi hari, pincang tanpa sebab, alias demam berkepanjangan yang berjalan lebih dari enam minggu kudu segera dikonsultasikan kepada tenaga medis yang berilmu dalam rheumatologi pediatrik dan kesehatan sendi anak.
Dengan pengobatan juvenile idiopathic arthritis yang tepat, sebagian besar anak dapat mencapai remisi dan mempertahankan kualitas hidup anak yang optimal.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Sendi Terbaik
“Deteksi awal nyeri dengkul adalah langkah terpenting untuk mencegah kerusakan permanen lutut, dan memastikan penyebab nyeri hilang,” ujar salah satu master ahli Klinik Patella, dr. Windi Martika, Sp.OT.
Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Sebagai klinik ahli nyeri dengkul dan sendi, Klinik Patella menyediakan beragam pilihan pengobatan mulai dari:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Prosedur Richard Wolf
- Total Knee Replacement
Tim master Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ: Radang Sendi Pada Anak
Apa itu radang sendi pada anak dan siapa saja yang bisa terkena?
Radang sendi pada anak alias Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendinya sendiri, khususnya sinovium.
Kondisi ini dapat menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, dan berjalan minimal enam minggu.
Apa saja tanda-tanda radang sendi pada anak yang perlu diwaspadai orang tua?
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Pembengkakan sendi tanpa riwayat cedera
- Kekakuan sendi di pagi hari yang berjalan lebih dari 30 menit
- Sendi terasa hangat saat disentuh
- Keterbatasan gerak
- Anak tiba-tiba pincang tanpa karena yang jelas
Jika gejala-gejala ini berjalan lebih dari enam minggu, segera konsultasikan ke dokter.
Apa perbedaan radang sendi pada anak dengan nyeri tumbuh biasa?
Nyeri tumbuh biasanya muncul pada sore alias malam hari setelah beraktivitas, tidak disertai pembengkakan, dan membaik setelah dipijat alias diistirahatkan.
Sebaliknya, radang sendi pada anak condong terasa lebih berat pada pagi hari alias setelah rehat panjang, disertai pembengkakan yang teraba hangat pada sendi tertentu seperti lutut, pergelangan tangan, alias siku, dan tidak membaik hanya dengan pijatan.
Bagaimana langkah mengobati radang sendi pada anak?
Pengobatan radang sendi pada anak berkarakter multidisiplin.
Dari sisi obat-obatan, master dapat meresepkan NSAID untuk nyeri ringan, DMARDs seperti Methotrexate untuk mengendalikan sistem imun, hingga Terapi Biologi untuk kasus berat.
Dari sisi non-farmakologi, fisioterapi, terapi latihan, kompres dingin, dan metode RICE digunakan untuk menjaga kegunaan sendi.
Pada kasus yang tidak merespons terapi konvensional, tersedia pilihan lanjutan seperti terapi PRP, injeksi stem cell, dan radiofrekuensi ablasi di klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik seperti Klinik Patella.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·