Raisa Ungkap Pengalaman Baby Blues, Ingin Jatuh Dari Tangga Agar Bisa Istirahat Di Rs

Apr 21, 2026 04:30 PM - 2 jam yang lalu 92

Jakarta -

Risiko baby blues kerap dialami para ibu pasca melahirkan. Tuntutan menjadi seorang ibu yang tak mudah membikin baby blues susah dihindari seperti yang dialami penyanyi elok Raisa Andriana. Dalam sebuah kesempatan, Raisa ungkap pengalaman baby blues, mau jatuh dari tangga agar bisa rehat di RS.

Ya, baby blues memang terlihat sepele tetapi sebenarnya sebuah ancaman serius bagi para ibu pasca melahirkan. Ada yang sukses melewatinya dengan mulus tetapi ada juga yang akhirnya memengaruhi kualitas kehidupannya seperti dialami penyanyi cantik, Raisa.

Raisa yang dikenal dengan lagu hits Serba Salah ini menuturkan bahwa dirinya rupanya sempat juga mempunyai pengalaman baby blues. Diakui Raisa bahwa tantangan menjadi ibu sempat membuatnya agak kehilangan jati diri.

"Kalau secara fisik, enggak pernah tidur tidur, apa segala macam. Kalau in general rada kehilangan jati diri. Ada momen-momen kayak, 'eh gue tuh siapa sih sih, tek tek tek gitu,"ujarnya.

Selain emosi kehilangan jati diri, saat itu, ibu dari Zaline Raine Wyllie yang mengalami baby blues juga mengungkapkan dirinya apalagi sampai mau merasakan jatuh dari tangga agar bisa masuk rumah sakit dan beristirahat sejenak.

"Iya pokoknya apa ya, gue tuh keluar bilik gue, sebelah kiri langsung tangga ke bawah. Gue setiap lewat tangga itu gue kaya, duh jatuh lezat banget deh. Kayak jatuh, gue masuk rumah sakit tapi gue nggak meninggal. Even pengen masuk rumah sakit tapi pengen rehat deh,"katanya dalam tayangan Podcast Vindes.

Apa yang dirasakan Raisa mengenai baby blues-nya memang perihal yang wajar ya, Bunda. Karena realitasnya memang tidak hanya Raisa yang merasakan baby blues tetapi juga sebagian besar para ibu di luar sana.

"Gue percaya gue ngomong gitu banyak yang relate sih, gue mau masuk rumah sakit agar gue bisa tidur, bisa istirahat,"tambahnya.

Beruntung, masa-masa susah sebagai ibu dengan serangan baby blues yang cukup parah tersebut sukses dilewatinya dengan baik ya, Bunda. Menurutnya, support dari orang-orang terdekat menjadi dirinya bisa melewati semuanya.

"Gimana ya caranya overcome, support system sih, ya dibantuin, ditanyain. Jangan jadi semuanya sendirian,"imbuh Raisa.

Baby blues, ancaman serius pada ibu usai melahirkan

Menurut WHO (2014), nomor kejadian baby blues syndrome di Asia bervariasi antara 26-85 persen. Di Indonesia, angkat kejadian ini berkisar 50-70 persen alias dapat disimpulkan kejadian baby blues di Indonesia ialah 1 sampai 2 per 1.000 kelahiran.

Mengutip dari laman Kemenkes, postpartum blues ini terjadi pada sekira 50 persen wanita dalam waktu 4-5 hari setelah melahirkan. Kondisi ini dialami oleh ibu postpartum dan sifatnya sementara di mana biasanya terjadi pada minggu pertama setelah kelahiran.

Menurut penelitian, support sosial dari suami menjadi aspek akibat yang paling dominan berkontribusi terhadap kejadian postpartum blues. Guna menangani kondisi tersebut, perlu adanya tindakan preventif seperti melibatkan suami dalam memberikan info tentang kesehatan ibu dan anak, serta antisipasi terhadap penemuan awal postpartum blues dengan kualitas penggalian info pasien sehingga dapat menurunkan nomor kejadian postpartum blues.

Kenali indikasi baby blues

Kehamilan dan momen mempunyai bayi mungkin jadi fase terindah meski di dalamnya banyak bergolak ragam emosi. Tak jarang, para wanita merasa kewalahan melewati fase tersebut sehingga muncul kesedihan, alias rasa resah pada waktu yang berbeda selama kehamilan dan apalagi setelah bayi lahir.

Sebagian wanita mungkin merasakan emosi ini bisa lenyap dengan sendirinya. Tetapi sebagian lainnya, gangguan ini menjadi serius dan mungkin berjalan beberapa waktu.

Pada kondisi baby blues usai melahirkan, wanita biasanya mengalami emosi yang tak biasa dan menunjukkan perilaku yang tidak lazim dalam dua hingga tiga hari setelah melahirkan. Gejala umum dari baby blues meliputi sebagai berikut ya, Bunda:

1. Merasa depresi alias cemas
2. Mudah marah
3. Merasa marah pada bayi baru, alias pasangan
4. Menangis tanpa argumen yang jelas
5. Mengalami kesulitan tidur, makan, dan membikin keputusan
6. Mempertanyakan pada diri sendiri apakah bisa merawat bayi

Penting diketahui bahwa baby blues dapat datang dan pergi dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan dan biasanya membaik dalam beberapa hari alias dalam satu hingga dua minggu tanpa pengobatan seperti dikutip dari laman American Dental Association.

Baby blues sedianya bagian normal dari proses penyesuaian menjadi seorang ibu. Sehingga, perihal ini memang dianggap normal bagi sebagian ibu baru. Bahkan, sebagian besar ibu baru merasakannya beberapa hari setelah melahirkan.

Memang, mempunyai bayi baru lahir tentu sangat membahagiakan. Tetapi di saat yang berbarengan juga melelahkan dan menantang secara fisik. Rasa tanggung jawab bisa sangat berat dengan peran baru sebagai ibu. Tak jarang, emosi tidak bisa dan rasa bersalah pun bisa sangat membebani.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan baby blues pada sebagian besar ibu. Biasanya, baby blues sendiri dimulai sekitar hari ke-3 setelah bayi lahir. Ketika tubuh Bunda kembali normal, sebenarnya emosi ini perlahan menghilang. Mencari support dari orang terdekat seperti pasangan, personil keluarga, kawan dekat, bisa menjadi langkah terbaik mengatasi kondisi tersebut, seperti dikutip dari laman Hse.

Dengan support penuh dari circle terdekat tentunya dapat membantu Bunda mendapatkan rehat sebanyak mungkin. Dan, support positif yang diterima dapat meminimalisir serangan baby blues semakin parah. Meskipun rasanya cukup tertekan dengan baby blues, biasanya dengan support yang tepat, baby blues bakal berlalu dengan sigap ialah dalam 1 hingga 2 minggu.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya