Kabar duka datang dari negara Uganda. Penguasa tradisional Uganda yang dinobatkan sebagai raja termuda di dunia, Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, telah meninggal bumi pada usia 34 tahun.
Pria yang tercatat sebagai raja termuda yang memerintah menurut Guinness World Records itu tutup usia pada hari Kamis, 27 Agustus 2026. Dilansir People, Raja Oyo dikabarkan meninggal setelah sakit kritis dan menjalani perawatan di Amerika Serikat.
Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV menjadi raja Tooro di Uganda Barat, pada tahun 1995, alias ketika dia berumur 3 tahun. Raja Oyo naik takhta setelah ayahnya meninggal dunia.
Perdana Menteri Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki, mengumumkan kematian rajanya dalam sebuah pernyataan. Ia mengungkap kesedihan yang dialami family Kerajaan dan rakyat atas kepergian sang raja.
"Ini adalah kehilangan yang tak terukur bagi Keluarga Kerajaan, rakyat Tooro, dan bangsa Uganda," katanya.
"Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Tooro untuk tetap bersatu, tenang, dan bermohon selama masa yang sangat susah ini."
Rwomiire menyampaikan bahwa bahwa pengaturan pemakaman bakal dilakukan pada waktu yang tepat. Sementara itu, identitas mahir waris sang raja bakal diungkapkan secara resmi sesuai dengan tradisi dan budaya istiadat Kerajaan Tooro.
Kerajaan Tooro menganut sistem turun-temurun dalam memilih rajanya. Akiiki mengatakan bahwa kelangsungan suksesi Kerajaan bakal terjamin.
"Yang Mulia meninggalkan seorang Pangeran sebagai mahir warisnya, yang identitasnya bakal diungkapkan secara resmi pada waktu yang tepat, sesuai dengan tradisi dan budaya istiadat Kerajaan Tooro," ujarnya.
Menurut The Daily Monitor, Rwomiire tidak menyebut secara spesifik penyebab kematian Raja Oyo. Namun sebelumnya, seorang menteri pemerintah Uganda menyatakan bahwa raja dalam kondisi kritis dan sedang mencari perawatan di AS.
Sosok mendiang Raja Oyo
Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV menjadi raja pada tahun 1995. Sepanjang masa kecilnya, pemerintahan kerajaan diawasi oleh sebuah majelis perwakilan yang terdiri dari personil family dan Presiden Uganda.
Pada saat Oyo berumur 18 tahun, kerajaan mengadakan penobatan secara resmi. Dikutip dari BBC, Raja muda itu sangat dihormati oleh rakyatnya, Bunda. Ia diketahui pernah mempromosikan beragam rumor seperti pemberdayaan pemuda, pendidikan, dan pelestarian iklim, serta kesadaran tentang HIV/AIDS.
Ia juga sempat meluncurkan kerangka pembangunan Visi Kerajaan Tooro 2045 untuk menjamin standar hidup yang lebih baik dan kemakmuran jangka panjang. Di luar tugas kerajaan, Oyo adalah fans sepak bola. Surat berita The Independent melaporkan bahwa dia mendukung klub asal Inggris, Arsenal, dan sering menghadiri pertandingan Piala Amasaza di Tooro.
Guinness World Records mencatatnya sebagai raja termuda di bumi yang memerintah, dan dia memimpin lebih dari dua juta rakyat. Ia adalah raja ke-13 kerajaan tersebut setelah didirikan lebih dari 200 tahun yang lalu.
Seperti beberapa raja tradisional Uganda lainnya, raja tidak memegang kekuasaan politik tetapi mempunyai pengaruh budaya yang cukup besar di negara yang dipimpin oleh presiden terpilih.
Lembaga tradisional terbesar dan paling berpengaruh di negara itu, Kerajaan Buganda, menyatakan turut bersungkawa cita berbareng rakyat Tooro menyusul kematian raja mereka. Kerajaan itu menyebutnya sebagai tokoh yang berbobot bagi Uganda.
Hal yang sama juga disampaikan pihak Kerajaan Rwenzururu. Mereka turut bersungkawa atas kehilangan besar ini yang dialami rakyat Tooro.
Demikian berita terbaru dari raja termuda di bumi yang baru tutup usia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)