Dalam praktik ibadah sehari-hari, banyak umat Muslim mengamalkan zikir dan wirid sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya adalah Ratib Al-Haddad.
Selain berfungsi sebagai pengingat kepada Allah, amalan ini diyakini memberi ketenangan batin dan memohon perlindungan dari berbagai musibah.
Berikut rangkuman lengkap Ratib Al-Haddad dalam tulisan Arab, transliterasi latin, serta makna terjemahannya.
Apa itu Ratib Al-Haddad?
Dikutip dari berbagai sumber, Ratib Al-Haddad adalah kumpulan zikir dan doa yang menggabungkan ayat-ayat Al-Qur'an serta doa-doa yang disusun untuk dibaca bersama atau sendiri sebagai wirid harian.
Amalan ini umum diamalkan untuk memperteguh iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Siapa penyusun Ratib Al-Haddad?
Menurut kitab Kumpulan Tanya Jawab Islam (PISS-KTB), Ratib Al-Haddad dinamai menurut penyusunnya, yakni Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang ulama pembaharu (mujaddid) yang dikenal luas.
Susunan ayat, doa, dan nama-nama Allah dalam Ratib ini bersumber dari Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Panduan bacaan Ratib Al-Haddad lengkap Arab, latin, dan artinya
Di bawah ini disajikan tata urut amalan Ratib Al-Haddad beserta teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahannya.
1. Membaca Al Fatihah sebagai pembuka
الْفَاتِحَةُ إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَاتِحَةُ
Al-Faatihatu ilaa hadhrati sayyidina wa syafi'ina wa nabiyyina wa maulaana Muhammadin Shallallahu 'Alaihi Wa sallama. Al-Faatihah
Artinya:
“Bacalah Al-Fatihah kepada Tuan, pemberi syafaat, Nabi dan penolong kita, Muhammad SAW. Al-Fatihah.”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحْيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحْيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ٧
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. Ar-Rahmaanir Rahiim. Maaaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta-'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhaalliin
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat; bukan jalan yang dimurkai dan bukan jalan yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 1-7)
2. Melanjutkan dengan ayat kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيعُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَابِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuum, laa ta'khudzuhu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illa bi'idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-'a, wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, wa laa yauuduhuu hifzhuhumaa wa huwal 'aliyyul 'azhiim
Artinya:
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan terus memelihara ciptaan-Nya; Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang memberi syafaat tanpa izin-Nya. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan memelihara keduanya tidak memberatkan-Nya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
3. Membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah
ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ، وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَ بِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu-minuun, kul-lun aamana billaahi wa malaa-ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qaaluu sami'naa wa atha'naa, ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir
Artinya:
“Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Mereka beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya; mereka tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya. Mereka berkata: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Berdoa): ‘Ampunilah kami ya Tuhan kami, kepada Engkaulah tempat kembali.’” (QS. Al-Baqarah: 285)
Laa yukallifullahu nafsan illa wus-'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa, rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa ish-ran kamaa hamaltahuu 'alal ladziina min qablinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qata lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fan-shurnaa 'alal qaumil kaafiriin
Artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuan-Nya. (Setiap orang) mendapat pahala dari apa yang diusahakannya dan mendapat siksa dari apa yang dikerjakannya. (Doa): ‘Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah; janganlah Engkau bebankan kepada kami beban berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang sebelum kami; ampunilah kami, ampunilah dan rahmatilah kami; Engkau Penolong kami, tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.’” (QS. Al-Baqarah: 286)
4. Membaca rangkaian zikir: tahlil, tasbih, tahmid, selawat, dan doa
Selanjutnya dibaca rangkaian zikir pokok yang umum dipakai dalam Ratib Al-Haddad, antara lain tahlil, tasbih, tahmid, dan shalawat sesuai urutan berikut:
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-'in qadiir (Dibaca 3x)
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya; bagi-Nya kerajaan dan pujian; Dia menghidupkan dan mematikan; Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Subhaanallaahi wal hamdu lillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar (Dibaca 3x)
Artinya:
“Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Subhaanallaah wa bihamdihi subhaanallaahil 'azhiim (Dibaca 3x)
Artinya:
“Mahasuci Allah, segala pujian bagi-Nya; Mahasuci Allah Yang Maha Agung.”
Rabbanagh firlanaa wa tub 'alainaa innaka antat tawwaabur rahiim (Dibaca 3x)
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosa kami dan terimalah tobat kami; sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad, Allahumma shalli 'alaihi wa sallim (Dibaca 3x)
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, dan kesejahteraan atas beliau.”
A'uudzu bikalimaatillaahit taam-maati min syarri maa khalaq (Dibaca 3x)
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”
Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma-'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samii-'ul 'aliim (Dibaca 3x)
Artinya:
“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada sesuatu di bumi maupun di langit yang dapat menimpakan bahaya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Radhiina billaahi rabba wa bil islaami diina wa bimuhammadin nabiyyaa (Dibaca 3x)
Artinya:
“Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi kami.”
Bismillaahi wal hamdu lillaahi wal khairu wasy-syarru bimasyii-atillaah (Dibaca 3x)
Artinya:
“Dengan nama Allah; segala puji bagi-Nya; segala kebaikan dan keburukan adalah kehendak Allah.”
Aamannaa billaahi wal yaumil aakhiri tubnaa ilallaahi baathinaw wa zhaahira (Dibaca 3x)
Artinya:
“Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir; kami bertaubat kepada Allah lahir dan batin.”
Yaa rabbanaa wa'fu 'annaa wamhul ladzii kaana minnaa (Dibaca 3x)
Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan hapuskanlah dosa-dosa kami.”
Yaa dzal jalaali wal ikraami amitnaa 'alaa diinil islaam (Dibaca 7x)
Artinya:
“Wahai Tuhan Yang Mahaagung dan Pemurah, wafatkanlah kami dalam keadaan beragama Islam.”
Yaa qawiyyu yaa matiinu ikfi syarrazh zhaalimiin (Dibaca 3x)
Artinya:
“Wahai Yang Maha Kuasa dan Kuat, lindungilah kami dari kejahatan orang zalim.”
Ash-lahallahu umuural muslimiina sharafallahu syarral mu'dziin (Dibaca 3x)
Artinya:
“Semoga Allah memperbaiki urusan kaum Muslimin dan menjauhkan mereka dari gangguan orang yang suka mengganggu.”
Yaa 'aliyyu yaa kabiiru yaa 'aliimu yaa qadiiru yaa samii'u yaa bashiiru yaa lathiifu yaa khabiiru (3x)
Artinya:
“Wahai Yang Mahamulia, Mahabesar, Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Lemah lembut, Maha Mengetahui.”
Yaa faarijal hammi yaa kaasyifal ghammi yaa man li'abdihi yaghfiru wa yarham (Dibaca 3x)
Artinya:
“Wahai Yang Menghilangkan kesusahan, Yang melapangkan kesempitan, Yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya.”
Astaghfirullaaha rabbal baraayaa astaghfirullaaha minal khathaayaa (Dibaca 4x)
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah, Tuhan seluruh makhluk, aku memohon ampun dari segala kesalahan.”
Laa ilaaha illallaah (Dibaca 5, 25, atau 50x sesuai kebiasaan)
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah.”
Laa ilaaha illallaah muhammadur rasuulullaah shallallahu 'alaihi wa aalihi wa sallama wa syarrafa wa karrama wa majjada wa 'azh-zhama wa radhiyallahu ta-'aalaa 'an aali wa ashhaabi rasuulillaahi ajma-'iin, wat taabi-'iina wa taabi-'it taabi-'iina bi- ihsaanin miy yauminaa haadzaa ilaa yaumid diini wa 'alainaa ma-'ahum wa fiihim birahmatika yaa arhamar raahimiin
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad ialah Rasulullah; semoga Allah limpahkan shalawat dan keselamatan atas beliau dan keluarganya; semoga Allah meridhai keluarga dan sahabat beliau serta pengikut mereka yang beramal saleh, dan semoga kita disatukan bersama mereka dengan rahmat-Nya. Aamiin.”
5. Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali
Selanjutnya dibaca surat Al-Ikhlas tiga kali atau sesuai kebiasaan wirid setempat.
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
6. Membaca surat Al-Falaq sebanyak tiga kali
Setelah itu dianjurkan membaca surat Al-Falaq sebanyak tiga kali untuk memohon perlindungan dari berbagai bahaya.
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin naf-faa-tsaati fil 'uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kegelapan bila telah tiba, dari wanita tukang sihir yang meniup pada ikatan, dan dari hasad ketika ia hasad.'” (QS. Al-Falaq: 1-5)
7. Membaca surat An-Nas sebanyak tiga kali
Terakhir dalam rangkaian ini dibaca surat An-Nas tiga kali sebagai permohonan perlindungan dari bisikan jahat.
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril was-waasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shudhuurin naas. Minal jinnati wan naas
Artinya:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, dari kejahatan pembisik yang menyelinap yang membisikkan di dalam dada manusia, dari jin dan manusia.'” (QS. An-Nas: 1-6)
Di bagian akhir Ratib terdapat doa-doa khusus yang dipanjatkan untuk para guru, ulama, keluarga, dan kaum mukminin secara umum, berikut niat pembacaan untuk kebaikan dunia-akhirat.
Alfaatihata ilaa ruuhi sayyidinaa al-faqiih al-muqaddam muhammadin ibni 'aliyyi baa- 'alawi wa ushuulihim wa furuu-'ihim wa kaffati saadaatinaa aali abii 'alawi annallaha yu'lii darajaatihim fil jannati wa yanfa-'unaa bihim wa bi-asraarihim wa anwaarihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah
Artinya:
“Bacalah Al-Fatihah untuk ruh penghulu al-Faqih al-Muqaddam Muhammad ibn Ali Ba'alawi beserta asal-usul dan keturunannya; semoga Allah tinggikan derajat mereka di surga dan memberi manfaat kepada kita melalui mereka di urusan agama, dunia, dan akhirat.”
Alfaatihata ilaa ruuhi shaahibir raatibi quthbil irsyaadi wa ghautsil 'ibaadi wal bilaadi al-habiibi 'abdillaahi ibni 'alawi al-haddaadi wa ushuulihi wa furuu-'ihi annallaha yu'lii darajaatihim fil jannah wa yanfa-'unaa bihim wa asraarihim wa anwaarihim barakaatihim fid diini wad dunyaa wal aakhirah
Artinya
“Bacalah Al-Fatihah untuk ruh penyusun ratib ini, al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad, beserta keturunan dan pengikutnya; semoga Allah meninggikan derajat mereka dan memberi berkah bagi kita di dunia dan akhirat.”
Alfaatihata ilaa kaaffati 'ibaadallahish-shaalihiin wal waalidiina wa jamii'il mu-miniina wal mu-minaati wal muslimiina wal muslimmati annallaha yaghfiru lahum wa yarhamuhum wa yanfa'unaa bi asraarihim wa barakaatihim
Artinya:
“Bacalah Al-Fatihah untuk semua hamba Allah yang saleh, orangtua, kaum mukminin dan mukminat, serta muslimin dan muslimat; semoga Allah mengampuni, merahmati mereka, dan memberi manfaat kepada kita melalui rahasia dan berkah mereka.”
Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Hamdan yuwaafii ni'amahu wa yukaafi-u maziidah, allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa mahir baitihi wa shahbihi wa sallim. Allaahumma innaa nas-aluka bihaqqil-faatihatil mu-'azh-zhamah was sab-'il matsaanii an taftah lana bikulli khairin, wa an tatafadhdhala 'alainaa bikulli khairin, wa an taj-'alnaa min ahlil khair, wa an tu-'aamilunaa yaa maulaanaa mu-'aamalatika li-ahlil khair, wa an tahfa-zhanaa fii adyaaninaa wa anfusinaa wa aulaadinaa wa ash- haabinaa wa ahbabinaa min kulli mihnatin wa bu'sin wa dhiirin innaka waliyyun kulla khairin wa mutafadh-dhalun bikulli khairin wa mu'thin likulli khairin yaa arhamar raahimiin
Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam; segala puji atas nikmat-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Tuhan, dengan kedudukan Al-Fatihah yang agung, bukakanlah bagi kami segala kebaikan, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berbuat baik, peliharalah agama, diri, anak, dan orang-orang yang kami kasihi dari segala kesusahan; Engkaulah pelindung kebaikan, ya Arhamar Rahimin.”
Allaahumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na-'uudzu bika min sakhatika wan naar. (Dibaca 3x)
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon keridaan-Mu dan surga-Mu, serta berlindung dari murka-Mu dan neraka.”
Subhaanallaahil 'azhiim, alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin, laa ilaaha illallaah, allaahu akbar, laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiim
Artinya:
“Mahasuci Allah Yang Maha Agung; segala puji bagi Allah; tidak ada tuhan selain Allah; Allah Maha Besar; tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil
Artinya:
“Cukuplah Allah sebagai penolong, dan Dia sebaik-baik Pelindung.”
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji-'uun
Artinya:
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”
Astaghfirullahal 'azhiim
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Keutamaan membaca Ratib Al-Haddad
Menurut penuturan Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi, mereka yang membaca Ratib Al-Haddad dengan penuh keyakinan dan ditambah wirid La ilaha illallah seratus kali diyakini akan memperoleh karunia dan peristiwa baik sebagai nikmat dari Allah SWT.
Kapan waktu yang dianjurkan untuk membaca Ratib Al-Haddad?
Praktiknya, Ratib Al-Haddad sering diamalkan secara berjamaah setelah salat Isya. Namun pada bulan Ramadan biasanya jadwal dimajukan sebelum Isya agar ada kelonggaran waktu untuk melaksanakan salat Tarawih.
Selain itu, bacaan ini juga dapat diamalkan kapan saja bila menghadapi kesulitan atau ketika membutuhkan doa khusus.
Demikian panduan lengkap mengamalkan Ratib Al-Haddad beserta teks dan terjemahan yang lazim dibaca; semoga bermanfaat dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.