Filosofi Bambu – Filosofi Bambu merupakan sebuah karya pengembangan diri yang ditulis oleh Rita Lauw Fu, penulis produktif yang sudah menghadirkan sejumlah kitab berpengaruh. Beberapa titel karyanya yang cukup dikenal antara lain Tiongkok Wise Stories, 365 Tips for Women, serta Diet Sehat Berdasarkan Shio.
Dalam bukunya kali ini, Rita Lauw Fu kembali mengangkat tema kehidupan yang diharapkan dapat membuka wawasan pembaca agar lebih arif dalam memandang dunia. Filosofi Bambu diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer pada 26 Januari 2022. Buku setebal 136 laman ini termasuk dalam kategori referensi umum sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja. Namun, kebanyakan pembacanya berasal dari kalangan dewasa lantaran isi kitab ini lebih banyak menyajikan kebijaksanaan yang relevan dengan tantangan hidup sehari-hari.
Mungkin muncul pertanyaan di dalam akal Grameds, kenapa tanaman bambu dipilih sebagai pusat refleksi dalam kitab ini. Apa yang membuatnya begitu spesial hingga dijadikan metafora?
Asal usul dan nilai Bambu
Bambu merupakan jenis rumput besar yang mempunyai batang berkayu dan termasuk ke dalam famili Poaceae. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu tumbuhan dengan laju pertumbuhan paling sigap di dunia, lantaran beberapa jenis bisa memanjang nyaris satu meter dalam satu hari. Kecepatan pertumbuhannya menjadikan bambu sebagai sumber daya yang sangat ramah lingkungan dan dapat diperbarui secara berkelanjutan, karena pemanenannya tidak merusak tanaman maupun ekosistem sekitarnya. Jejak penggunaan bambu sudah ada sejak masa lampau.
Pada masa prasejarah di Asia, terutama di era yang sering disebut Zaman Batu, masyarakat kemungkinan lebih mengandalkan bahan alami lain selain batu untuk membikin peralatan. Hal ini terlihat dari minimnya penemuan perangkat batu berbobot di area Asia Tenggara jika dibandingkan dengan Eropa. Kondisi tersebut berangkaian erat dengan melimpahnya bambu yang tumbuh di daerah tropis Asia Tenggara yang telah berhutan lebat sejak jutaan tahun lalu.
Hingga kini, daerah ini tetap menyimpan salah satu rimba bambu terluas di dunia. Besar kemungkinan manusia pada masa awal lebih mengutamakan bambu sebagai bahan utama kebutuhan hidup mereka. Itulah sebabnya hingga saat ini bambu tetap mempunyai makna budaya yang sangat kuat di Asia dibandingkan di tempat lain.
Sejak dulu bambu dikenal sebagai tumbuhan serbaguna yang dimanfaatkan oleh masyarakat di beragam bagian dunia. Dalam perjalanan sejarah, bambu digunakan untuk keperluan pangan, obat-obatan, bangunan, hingga sarana transportasi. Di Tiongkok, bambu bisa dijadikan instrumen musik. Di Jepang, dia digunakan dalam pembuatan pedang serta perlengkapan pelindung tubuh. Di India, bambu menjadi bahan dasar furniture, tikar, dan keranjang.
Manfaat bambu juga terlihat di benua lain. Di Afrika, bambu bisa dipakai untuk mendirikan rumah, membikin alat-alat rumah dan juga, dan apalagi bisa dijadikan sumber untuk membikin bir. Di Amerika Selatan, masyarakat setempat memanfaatkannya untuk membikin perangkap ikan serta perangkat musik tradisional. Dalam kehidupan modern, bambu menempati posisi baru sebagai bahan serat, pangan, maupun material ramah lingkungan yang mendukung kualitas hidup manusia. Bambu sendiri bukan hanya satu jenis tumbuhan, melainkan golongan besar rumput raksasa yang terdiri atas lebih dari seribu dua ratus jenis yang tersebar dari area tropis hingga daerah beriklim sedang.
Sinopsis Buku Filosofi Bambu


Bambu mempunyai kedudukan yang sangat krusial dalam kehidupan manusia maupun dalam pandangan filosofis beragam budaya. Bambu termasuk ke dalam family rumput-rumputan dengan karakter batang beruas dan berongga. Salah satu karakter bambu adalah kemampuannya tumbuh dengan sangat cepat, menjadikannya tanaman yang mengagumkan sekaligus bermanfaat.
Di banyak negara, bambu tidak hanya dimanfaatkan secara praktis, tetapi juga diberi makna simbolis. Masyarakat Tiongkok menjadikannya lambang keteguhan hati dan ketulusan, sedangkan masyarakat India menganggap bambu sebagai simbol keakraban dan persahabatan.
Dalam budaya Jawa, bambu pun mempunyai kedalaman makna yang tercermin dalam aliran yang disebut Ngelmu Pring alias Belajar dari Bambu yang menekankan pentingnya keahlian untuk menyesuaikan diri. Sifat lentur bambu menjadi gambaran gimana manusia sebaiknya bersikap ketika menghadapi kesulitan. Ketika masalah datang, seseorang dituntut untuk tidak kaku menolak ataupun sekadar menyerah dan melarikan diri, melainkan menyesuaikan diri dengan keadaan.
Penolakan yang terlalu keras terhadap masalah dapat menghancurkan diri sendiri, sementara mengelak dan melarikan diri bakal menghapus jati diri serta membikin kita kehilangan arah. Justru dengan sikap lentur, manusia bisa tetap berdiri tegak meski diterpa kesulitan, sama seperti bambu yang tetap tumbuh bagus meski diterjang angin kencang.
Dari bambu kita belajar bahwa elastisitas adalah kekuatan, bukan kelemahan. Sikap ini memungkinkan seseorang untuk terus eksis, tetap berfaedah bagi lingkungannya, dan tidak mudah goyah meski orang lain di sekitarnya berguguran menghadapi tantangan. Dengan demikian, bambu tidak hanya datang sebagai tumbuhan biasa, melainkan juga pembimbing kehidupan yang memberi teladan tentang keteguhan, kebermanfaatan, dan ketahanan diri.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Filosofi Bambu
Pros & Cons
Pros
- Buku yang singkat dan padat.
- Penggunaan metafora yang tepat.
- Penjelasan yang rinci.
- Format cerita yang unik dan menarik.
Kelebihan Buku Filosofi Bambu
Buku Filosofi Bambu karya Rita Lauw Fu mempunyai banyak sekali kelebihan yang menjadikan kitab ini sebagai salah satu kitab yang wajib untuk kalian miliki.
- Buku yang singkat dan padat.
Sekalipun hanya terdiri dari 136 halaman, setiap bagian di dalam kitab ini padat dengan makna. Tidak ada ruang yang terbuang lantaran setiap narasi berisi pengetahuan yang positif serta membuka wawasan pembaca pada perspektif pandang baru.
- Penggunaan Metafora yang tepat
Penulis sukses menggunakan metafora bambu dengan langkah yang sangat efektif. Karakter bambu tidak hanya dijadikan contoh semata, tetapi ditelusuri lebih dalam hingga menemukan kesamaan dengan karakter manusia. Dari sinilah muncul nilai nilai yang dapat dijadikan pedoman hidup yang inspiratif dan layak untuk diteladani.
- Penjelasan yang rinci.
Gaya bahasa penulis sangat lugas, detail, dan efektif. Penjelasan yang diberikan mudah dipahami tanpa kudu menggunakan kalimat yang bertele tele alias puitis secara berlebihan. Penulis sukses menyampaikan isi pesan nya secara lugas langsung ke intinya sehingga para pembaca dapat dengan sigap menangkap pesan yang mau disampaikan.
- Format cerita yang unik dan menarik.
Kekuatan lain dari kitab ini adalah langkah penyajiannya yang dikemas dalam corak cerita. Setiap karakter bambu digambarkan dalam kisah yang ringan namun sarat makna. Hal ini membikin proses membaca menjadi menyenangkan sekaligus penuh pembelajaran, dan pesan pesan yang ada di dalamnya lebih mudah diingat oleh pembaca.
Kekurangan Buku Filosofi Bambu
- Pesan repetitif
Pesan dan penjelasan dalam kitab ini terkadang terasa berulang. Beberapa bagian memberikan kesan seperti membaca pendapat yang sama dengan penekanan yang berbeda. Namun, pengulangan ini tampaknya memang sengaja dihadirkan sebagai corak pengingat agar nilai nilai yang disampaikan lebih mudah melekat dalam pikiran pembaca.
Penutup
Fleksibilitas yang dimiliki bambu memberikan pelajaran berbobot bagi manusia tentang langkah menghadapi kehidupan. Kelenturannya menunjukkan bahwa untuk tetap bertahan, kita perlu belajar menyesuaikan diri dengan keadaan, apalagi ketika berada dalam situasi yang susah sekalipun. Ketika angin besar masalah datang, sikap lentur memungkinkan kita untuk tidak mudah patah, tidak melawan dengan kaku, namun juga tidak larut alias melarikan diri.
Alam sebenarnya menyimpan begitu banyak hikmah yang dapat dijadikan pedoman untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna. Bambu hanyalah salah satu contohnya, tetapi melalui bambu kita diajak untuk menyadari nilai nilai kehidupan yang sering terabaikan. Pertumbuhan bambu yang begitu sigap dan sifatnya yang sederhana mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati tidak selalu datang dari perihal yang keras dan kaku, melainkan dari kelenturan, kesabaran, dan keahlian untuk terus tumbuh di tengah beragam keadaan.
Grameds, sekarang menjadi saat terbaik untuk mengubah pandangan hidup menjadi lebih positif. Banyak sekali perihal berfaedah dan membuka pengetahuan dari membaca kitab Filosofi Bambu karya Rita Lauw Fu ini.
Bagi Grameds yang mau mulai hidup lebih baik, Anda bisa langsung saja pesan kitab ini hanya di Gramedia.com. Masih banyak juga kitab best seller yang lain untuk menjadi media belajar kamu, tersedia hanya di Gramedia.com! Sebagai kawan #TumbuhBersama, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Rekomendasi Buku
10 Steps to a More Fulfilling Life: Menjadi Pribadi yang Bahagia & Inspiratif


Sebagian orang, menikmati hidup berlimpah dan sempurna yang mereka miliki. Orang-orang ini seumpama sebuah magnet; sangat bersinar, riang, dan menarik, sampai-sampai mereka tak perlu memaksa alias meminta orang lain untuk “membukakan jalan” bagi mereka. Pintu-pintu bakal selalu terbuka lebar dan mengundang mereka untuk memasukinya. Kehadiran mereka juga bakal membikin orang lain menjadi nyaman dan bahagia. Mereka mengerti gimana langkah terbaik untuk membujuk orang lain, apalagi tanpa kudu mengucapkan sepatah kata pun. Mereka sangat terkenal dalam lingkungan sosial dan pergaulan, apalagi pekerjaan dan pekerjaan mereka pun dapat melesat dengan pesat. Kemudian, dapatkah Anda menjelma menjadi pribadi yang menggoda ini? Ya, tentu saja bisa hanya dengan membaca kitab yang satu ini!
Start With Why


Start with Why menggunakan contoh bumi nyata untuk menguraikan konsep Lingkaran Emas yang merangkum pentingnya mengidentifikasi tujuan untuk keberadaan organisasi sebelum perihal lainnya, kemudian mengambil tindakan untuk membikin visi menjadi kenyataan. Asal mula perusahaan kudu menjadi alasannya. Begitu juga dengan kehidupan pribadi kita juga. Setiap orang alias organisasi dapat menjelaskan apa yang mereka lakukan; beberapa dapat menjelaskan gimana mereka berbeda alias lebih baik; tetapi sangat sedikit yang bisa mengartikulasikan mengapa.
Mengapa bukan tentang duit alias keuntungan, melainkan tentang hasil. Mengapa adalah perihal yang menginspirasi kita dan orang-orang di sekitar kita. Dengan menggunakan kisah Martin Luther King, Jr., Steve Jobs, hingga Wright Brothers, Simon Sinek menunjukkan bahwa para pemimpin yang menginspirasi semua berpikir, bertindak, dan berkomunikasi dengan langkah yang persis sama—dan itu sangat berlawanan dari apa yang dilakukan orang lain.
Buku ini memberikan kerangka kerja guna membangung organisasi, menghidupkan gerakan, dan membikin orang-orang menjadi lebih terinspirasi. Menariknya, semua itu dimulai dengan satu kata: mengapa?
Filosofi Teras


Lebih dari 2000 tahun lalu, sebuah ajaran makulat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, alias Filosofi Teras, adalah makulat Yunani-Romawi antik yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang handal dalam menghadapi naik-turun nya kehidupan. Jauh dari kesan makulat sebagai topik berat dan mengawang-awang, Filosofi Teras justru berkarakter praktis dan relevan dengan kehidupan Generasi Milenial dan Gen-Z masa kini.
Penulis: Gabriel
English (US) ·
Indonesian (ID) ·