Review Buku Rain Karya Tere Liye

Gramedia Official Blog Aug 04, 2026 09:44 AM 1002

Rain – Hai Grameds! Apakah Anda pernah membaca sebuah novel yang bisa membikin diri Anda tersenyum, terharu, sekaligus merenungkan makna pertemuan dan perpisahan dalam hidup?

Jika belum, Rain karya Tere Liye bisa menjadi referensi yang cocok untuk masuk ke dalam daftar baca kamu. Novel ini menawarkan kisah yang hangat, emosional, dan penuh makna, dengan latar masa depan yang berpadu apik berbareng sentuhan drama, persahabatan, dan romansa.

Kisah dalam Rain bercerita tentang perjalanan hidup Lail, seorang gadis yang kudu kehilangan kedua orang tuanya akibat musibah luar biasa yang melanda kotanya.

Di tengah masa-masa susah tersebut, dia berjumpa dengan Esok, sosok yang perlahan menjadi tempatnya berbagi angan dan semangat untuk melanjutkan hidup.

Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang begitu erat. Namun, perjalanan hidup membawa mereka pada pilihan dan jalan yang berbeda, sehingga mereka kudu menghadapi realita yang tidak selalu sejalan dengan angan mereka.

Buku Rain diterbitkan oleh Sabak Grip Nusantara pada 7 April 2025 dengan ketebalan 318 halaman. Lewat style berkata yang puitis dan menyentuh, Tere Liye bakal membawa Grameds untuk merenungkan makna cinta, harapan, kehilangan, serta keberanian untuk merelakan seseorang yang pernah begitu berarti.

Lantas, seperti apa kisah yang ditawarkan novel ini hingga bisa meninggalkan kesan mendalam bagi para pembacanya? Gramin sudah menyiapkan ulasan komplit mengenai Rain di bawah ini. Yuk, simak sampai selesai!

Profil Tere Liye – Penulis Buku Rain

Tere Liye adalah seorang novelis terkenal di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya dengan beragam genre. Sejak mulai menulis novel pada tahun 2005, jumlah karyanya terus bertambah, begitu pula dengan jumlah penggemarnya.

Tere Liye lahir di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada 21 Mei 1979. Nama “Tere Liye” hanyalah nama pena, sementara nama aslinya adalah Darwis. Ia berasal dari family sederhana, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan mempunyai tujuh anak, dengan Tere Liye sebagai anak keenam.

Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap berupaya mendidik anak-anak mereka dengan baik agar menjadi pribadi yang pandai dan berilmu. Tere Liye menghabiskan masa kecilnya di desa berbareng family dan teman-temannya.

Ketika mencapai usia sekolah, dia mulai mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Kikim Timur, yang terletak di Kecamatan Kikim Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melanjutkan ke SMP Negeri 2 Kikim yang berada di Kabupaten Lahat. Pendidikan tingkat menengah pertama ini dilaluinya dengan baik hingga dia sukses lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Untuk pendidikan SMA, dia memilih berguru di luar kampung halamannya, tepatnya di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Lampung.

Tinggal di Bandar Lampung membawa perubahan dalam dirinya, terutama dalam kebiasaannya mencari info dan memperluas wawasan. Ia mulai giat membaca beragam kitab untuk menambah pengetahuan.

Setelah lulus SMA, dia berkeinginan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dengan Universitas Indonesia (UI) sebagai sasaran utamanya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, dia terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Banyak orang mungkin mengira dia mengambil bidang sastra lantaran kiprahnya sebagai penulis, namun rupanya dia memilih bagian ekonomi dan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UI. 

Sinopsis Buku Rain

Elijah menarik napas dalam-dalam sebelum membenarkan posisi duduknya. “Baiklah, Lail. Pertanyaan pertama, kenangan apa yang mau Anda hapus dari ingatanmu?”

Suasana di dalam ruangan berbentuk kubus itu begitu sunyi.

“Lail, apakah Anda mendengarkanku?” tanya Elijah dengan bunyi tenang. Gadis yang duduk di hadapannya tetap menundukkan kepala tanpa memberikan jawaban.

Perlahan, Lail mengangkat wajahnya dan mengusap air mata yang menggenang di perspektif matanya. Sejak beberapa saat lalu, dia berupaya keras menahan luapan kesedihan.

“Kamu tidak perlu menahan tangismu,” ucap Elijah penuh empati sembari mengetuk layar tabletnya. “Aku berjanji, ini bakal menjadi tangisan terakhirmu.”

Kelebihan dan Kekurangan Buku Rain

Pros & Cons

Pros

  • Kisah emosional yang menyentuh.
  • Mengangkat pesan kehidupan.
  • Karakter utama berkembang dengan baik.
  • Perpaduan romansa dan fiksi ilmiah yang unik.
  • Dipenuhi quote yang inspiratif.

Cons

  • Ritme cerita condong lambat.
  • Penggambaran bumi masa depan belum tergali maksimal.

Kelebihan Buku Rain

Buku Rain karya Tere Liye merupakan karya yang direkomendasikan lantaran menyajikan beragam kelebihan sebagai berikut.

1. Kisah emosional yang menyentuh

Salah satu kelebihan utama Rain terletak pada kemampuannya untuk membangun kisah yang penuh emosi.

Perjalanan hidup para tokohnya dipenuhi beragam peristiwa yang menyentuh hati sehingga pembaca dapat ikut merasakan kesedihan, harapan, hingga kebahagiaan yang mereka alami.

Setiap fase perjalanan tokohnya bisa meninggalkan kesan yang mendalam sehingga pembaca bakal diajak terus untuk terhubung dengan emosi cerita.

2. Mengangkat pesan kehidupan

Di kembali kisah romansa yang disajikan, novel ini memuat banyak refleksi mengenai kehidupan. Tere Liye mengangkat tema tentang menerima kehilangan, memaafkan, bertumbuh setelah mengalami masa sulit, hingga pentingnya tetap mengejar cita-cita meskipun dihadapkan pada beragam cobaan. Pesan-pesan tersebut membikin cerita terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Karakter utama berkembang dengan baik

Perkembangan karakter, terutama Lail, menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diikuti. Tere Liye sukses membangun karakter utama dengan perkembangan yang terasa alami.

Setiap pengalaman yang dilalui para tokohnya memberikan dimensi baru pada kepribadian mereka sehingga terasa semakin hidup dari bab ke bab.

Sementara itu, sosok Esok digambarkan sebagai karakter yang cerdas, dewasa, dan peduli melalui tindakan-tindakannya, sehingga sukses meninggalkan kesan positif bagi banyak pembaca.

4. Perpaduan romansa dan fiksi ilmiah yang unik 

Tidak banyak novel Indonesia yang menggabungkan kisah romansa dengan latar bumi masa depan.

Rain menghadirkan beragam penemuan teknologi, musibah global, serta gambaran kehidupan pada masa mendatang sebagai latar yang memperkaya cerita.

Perpaduan tersebut memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan novel romansa pada umumnya.

5. Dipenuhi quote yang inspiratif

Sepanjang cerita, pembaca bakal menemukan banyak perbincangan dan quote yang membahas kenangan, hujan, cinta, serta proses merelakan seseorang.

Kalimat-kalimat tersebut tidak hanya memperkuat suasana emosional, tetapi juga menjadi bahan refleksi yang mudah diingat apalagi setelah novel selesai dibaca.

Kekurangan Buku Rain

Meskipun Buku The Rain karya Tere Liye menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

1. Ritme cerita condong lambat
Sebagian pembaca merasa perkembangan bentrok utama berjalan cukup perlahan sehingga tempo cerita pada bagian awal hingga pertengahan terasa tenang.

Novel ini lebih banyak berfokus pada pembangunan karakter dan hubungan antar tokoh sebelum memasuki bentrok yang lebih besar.

Bagi pembaca yang menyukai cerita dengan ketegangan sejak awal, ritme tersebut mungkin terasa kurang sesuai.

2. Penggambaran bumi masa depan belum tergali maksimal
Latar cerita yang mengambil waktu di masa depan menghadirkan beragam teknologi canggih yang menarik. Namun, beberapa pembaca merasa penjelasan mengenai sistem teknologi maupun kondisi bumi pada masa tersebut tetap belum dieksplorasi secara mendalam.

Akibatnya, latar futuristik yang sebenarnya mempunyai potensi besar terkadang lebih berfaedah sebagai pendukung cerita dibandingkan menjadi komponen yang betul-betul dikembangkan.

Apa Itu Petrichor? 

Rain. Sebuah titel yang sangat singkat, tetapi dipilih Tere Liye dengan makna yang begitu dalam. Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang cinta, kehilangan, dan harapan, tetapi juga membikin kita kembali mengingat hal-hal sederhana yang sering datang saat hujan turun.

Nah, Grameds, apakah kalian termasuk orang yang senang ketika hujan turun? Pernahkah kalian mencium aroma unik yang muncul ketika tetes hujan pertama menyentuh tanah? Jika pernah, rupanya aroma tersebut mempunyai nama ilmiah, ialah petrichor.

Istilah petrichor berasal dari bahasa Yunani, ialah petra yang berfaedah batu dan ichor yang merujuk pada cairan yang dipercaya mengalir dalam tubuh para dewa dalam mitologi Yunani.

Secara harfiah, petrichor dapat diartikan sebagai “cairan dari batu”. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh dua intelektual Australia, Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas, melalui sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada tahun 1964 untuk menjelaskan aroma unik yang muncul ketika hujan pertama membasahi tanah yang kering.

Aroma tersebut sebenarnya dihasilkan oleh proses ilmiah yang cukup menarik. Saat cuaca kering, tumbuhan melepaskan minyak alami yang tersimpan di permukaan tanah dan bebatuan. Pada saat yang sama, kuman tanah, terutama dari golongan Actinobacteria, menghasilkan senyawa berjulukan geosmin yang menjadi penyebab utama aroma tanah basah.

Ketika hujan mulai turun, tetesan air menghantam permukaan tanah dan melepaskan gelembung-gelembung udara berukuran sangat mini yang membawa partikel geosmin serta minyak alami tersebut ke udara. Campuran inilah yang kemudian tercium oleh hidung kita sebagai aroma hujan yang begitu khas.

Menariknya, aroma petrichor bukan hanya menyenangkan untuk dihirup, tetapi juga berangkaian dengan langkah kerja otak manusia. Indra penciuman mempunyai hubungan yang sangat erat dengan sistem limbik, ialah bagian otak yang mengatur emosi dan memori. Itulah sebabnya aroma hujan sering kali membangkitkan kenangan tertentu, menghadirkan rasa tenang, alias apalagi memunculkan emosi nostalgia yang susah dijelaskan. Tidak sedikit orang yang merasa lebih tenteram ketika mencium aroma hujan pertama setelah musim kemarau.

Fenomena sederhana ini menjadi pengingat bahwa sains selalu datang di sekitar kita, apalagi dalam momen yang sering dianggap biasa.

Di kembali aroma hujan yang menenangkan, terdapat perpaduan proses biologi, kimia, dan fisika yang bekerja secara alami. Mungkin itulah argumen kenapa titel Rain terasa begitu tepat.

Sama seperti petrichor yang meninggalkan kesan mendalam setelah hujan turun, kisah dalam novel ini juga meninggalkan kenangan yang bakal terus melekat di akal pembacanya.

Penutup

Buku Rain menjadi pilihan referensi yang tepat bagi Grameds yang menyukai novel dengan cerita yang hangat, emosional, dan sarat bakal makna kehidupan. Perpaduan antara drama, romansa, dan sentuhan fiksi ilmiah membikin novel ini bisa menghadirkan pengalaman membaca yang menghibur serta membujuk kita untuk berakhir sejenak merenungkan beragam perihal yang sering luput dari perhatian kita.

Setelah lembar terakhir ditutup, mungkin yang bakal tertinggal bukan hanya kisah para tokohnya, melainkan juga beragam pertanyaan tentang kenangan, harapan, dan makna melepaskan.

Lantas, jika suatu hari Grameds diberi kesempatan untuk menghapus satu kenangan dari hidup, apakah kalian betul-betul bakal memilih untuk melupakannya, alias justru menyimpannya sebagai bagian yang membentuk diri kalian hari ini?

Buku Rain karya Tere Liye ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Sang Eksekutor

Sang Eksekutor

Di sebuah negeri, penegakan norma kacau balau.

Pada yang mini norma sangat bengis, pada yang kuat norma bisa diatur semaunya. Maka seorang penyelenggara datang menghabisi petinggi negeri. Mulai dari menteri, jenderal polisi, jaksa, hakim, pengacara, dibunuh satu per satu.

Negeri itu menjadi chaos, rakyat terinspirasi dari pembunuhan berantai itu, demonstrasi besar meletus di mana-mana.

Siapa Sang Eksekutor ini?

Apa masalahnya dengan masa lalu?

Dan, apakah nasib Presiden berhujung sama di tangan Sang Eksekutor?

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah

Ada tujuh miliar masyarakat bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya bakal ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris separuh juta sehari-semalam, seseorang entah di bagian bumi mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, canggung menyatakan perasaanya.

Cinta Antara Jakarta & Kuala Lumpur 

Cinta Antara Jakarta & Kuala Lumpur

James adalah jenis laki-laki green flag, jomblo berbobot tinggi. Pintar, lulusan kampus top luar negeri, punya pekerjaan dan pekerjaan yang cemerlang, tampan, baik hati. Dengan family yang spesial.

Masalahnya, dia pemalu, terlalu sibuk kerja, konsentrasi pada kariernya. Jadilah dia tidak kunjung mendapat jodoh.

Hingga suatu hari, dia jatuh cinta. Pada wanita yang betul-betul di luar dugaan. Dan dimulailah semua kekacauan cerita ini.

Selengkapnya
Review Buku Rain Karya Tere Liye