Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1 – Siapa yang tidak mengenal Sherlock Holmes? Tokoh fiksi yang satu ini merupakan detektif legendaris buatan penulis Inggris, Sir Arthur Conan Doyle. Dalam kisah-kisahnya, Holmes menyebut dirinya sebagai seorang “detektif konsultan” yang dikenal lantaran keahliannya dalam observasi tajam, penalaran logis, serta penerapan pengetahuan forensik dengan langkah yang luar biasa. Berkat kemampuannya itu, dia bisa memecahkan beragam misteri yang apalagi membikin Scotland Yard kewalahan.
Sejak kemunculannya pertama kali pada tahun 1887, Sherlock Holmes telah menjadi ikon dalam bumi sastra dan budaya populer. Sosoknya sebagai detektif jenius yang selalu ditemani Dr. John Watson berhasil memikat pembaca lintas generasi. Bersama Watson, Holmes menyingkap rahasia kasus-kasus pelik dengan keahlian kajian dan ketelitian yang jarang dimiliki orang lain.
Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1 datang dalam jenis Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 4 Februari 2015. Bagi Grameds yang menggemari kisah misteri dan bumi detektif, kitab ini wajib ada di daftar bacaan. Dalam 832 laman yang penuh intrik dan teka-teki, kalian bakal diajak menelusuri setiap kasus yang dijamin membikin rasa penasaran tidak berakhir hingga laman terakhir.
Profil Sir Arthur Conan Doyle – Penulis Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
Sir Arthur Ignatius Conan Doyle KStJ DL merupakan penulis dan master yang berasal Inggris. Sir Arthur pada tahun 1887 menciptakan karakter Sherlock Holmes yang sangat terkenal hingga saat ini. Melalui karya pertamanya yang berjudul A Study in Scarlet, dimulai perjalanan produksi empat novel dan lima puluh enam cerita pendek dengan tokoh utama Sherlock Holmes dan Dr. Watson. Cerita-cerita Sherlock Holmes sendiri menjadi tonggak sejarah dalam bagian fiksi kriminal.
Sir Arthur Conan Doyle menjadi panutan bagi penulis lain, lantaran dia dikenal produktif. Selain cerita Sherlock Holmes, dia juga menciptakan karya lain bergenre fiksi ilmiah dan fantasi, contohnya mengenai Profesor Challenger. Selain itu, ada juga cerita komedi mengenai Brigadir Gerard, sang tentara Napoleon. Lalu, ada juga aliran non fiksi, roman, drama, puisi, dan novel sejarah.
Sir Arthur Conan Doyle lahir di 11 Picardy Place, Edinburgh, Skotlandia, pada 22 Mei 1859. Ayahnya berjulukan Charles Altamont Doyle, merupakan orang Inggris keturunan Irlandia dan seorang Katolik, begitu pun dengan ibunya, Mary (née Foley). Ayah dan ibunya menikah pada tahun 1855. Namun, pada 1864, family mereka berpisah, lantaran Charles mempunyai adiksi yang parah terhadap alkohol. Anak-anak mereka untuk sementara diungsikan ke Edinburgh. Arthur Conan Doyle menetap dengan Mary Burton, tante dari temannya, di Liberton Bank House daerah Gilmerton Road, ketika belajar di Newington Academy. Pada 1867, family itu kembali berasosiasi dan tinggal di rumah petak di 3 Sciennes Place.
Ayah Sir Arthur Conan Doyle meninggal pada tahun 1893, di Crichton Royal, Dumfries, setelah bertahun-tahun menderita penyakit kejiwaan. Dimulai dari usia yang tetap sangat kecil, Doyle doyan menulis surat untuk ibunya. Didukung oleh pamannya yang berada, Doyle yang berumur sembilan tahun dikirim ke Inggris untuk sekolah di Jesuit Hodder Place, Stonyhurst di Lancashire. Dia kemudian melanjutkan studi di Stonyhurst College, hingga tahun 1875.
Namun, Doyle tidak senang studi di Stonyhurst, lantaran dia tidak mempunyai kenangan bagus tentang itu. Ia mengatakan sekolah itu dijalankan dengan prinsip-prinsip abad pertengahan. Satu-satunya mata pelajaran yang dibahas adalah klasik, dasar-dasar, retorika, aljabar, dan Geometri Euclidean. Selain itu, dia juga menganggap sekolah itu keras. Ia mengingat bahwa bukannya kasih sayang dan kehangatan, sekolah itu malah suka memberikan ancaman balasan bentuk dan menghina ritual. Dari tahun 1875 sampai 1876, Arthur Conan Doyle menempuh pendidikan di sekolah Jesuit Stella Matutina di Feldkirch, Austria. Ia menempuh studi selama satu tahun di sana untuk menyempurnakan bahasa Jermannya dan mengasah bagian akademiknya, yang juga menjadi bekal baginya untuk menjadi penulis populer.
Sinopsis Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1


Koleksi Kasus Sherlock Holmes 1 dibuka dengan kisah Penelusuran Benang Merah, novel pertama yang mempertemukan sang detektif jenius nan eksentrik, Sherlock Holmes, dengan rekannya yang setia, Dr. Watson. Kemudian dilanjutkan dengan Empat Pemburu Harta, kisah penuh kejutan dan teka-teki yang menantang logika.
Dalam Petualangan Sherlock Holmes, pembaca bakal menemukan pertemuannya dengan seorang wanita yang begitu dikaguminya. Sementara itu, Memoar Sherlock Holmes menghadirkan momen krusial ketika dia untuk pertama kalinya berhadapan dengan musuh abadinya, Dr. Moriarty. Tak kalah menarik, Anjing Setan Sherlock Holmes menutup rangkaian kisah dengan petualangan yang menegangkan dan bisa membikin bulu kuduk berdiri.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
Pros & Cons
Pros
- Tokoh detektif legendaris.
- Kompilasi kasus yang seru.
- Terjemahan yang baik.
- Detail yang mengagumkan.
Cons
- Kesalahan ketik.
- Ukuran tulisan kecil.
Kelebihan Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1 karya Sir Arthur Conan Doyle mempunyai banyak kelebihan yang membuatnya menjadi kitab terkenal yang layak untuk dikoleksi.
- Tokoh detektif legendaris
Sherlock Holmes tanpa diragukan lagi adalah salah satu detektif terbaik sepanjang masa. Meskipun kisahnya telah berumur lebih dari seabad, daya tarik kasus-kasusnya tetap terasa hidup dan relevan hingga kini.
Setiap ceritanya sukses memancing rasa penasaran pembaca, menuntun mereka untuk mengikuti setiap langkah pemikiran sang detektif brilian hingga menemukan kebenaran di kembali misteri ini.
- Kompilasi kasus yang seru
Buku ini merupakan kumpulan kasus terbaik Sherlock Holmes yang dikemas secara komplit dan menarik. Pembaca tidak perlu mencari kitab terpisah untuk menikmati petualangan Holmes, lantaran semua kisah menariknya sudah terangkum dalam satu kitab ini.
Rasanya seperti mendapatkan paket komplit yang penuh kejutan dan logika tajam karya unik Doyle.
- Terjemahan yang baik
Kualitas terjemahan kitab ini juga patut diacungi jempol. Gaya bahasanya terasa mengalir dan mudah untuk dipahami, sehingga pembaca bisa mengikuti setiap alur dan perbincangan dengan nyaman tanpa kehilangan nuansa aslinya.
Hal ini juga membikin pengalaman membaca menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
- Detail yang mengagumkan
Sir Arthur Conan Doyle dikenal dengan kemampuannya menghadirkan perincian yang kaya dan realistis.
Dalam kitab ini, pembaca bakal dibuat kagum dengan kedalaman misteri, latar tempat yang kuat, serta karakter yang hidup. Setiap perincian mini terasa krusial dan bisa menggugah khayalan seolah-olah pembaca ikut terlibat dalam penyelidikan berbareng Holmes.
Kekurangan Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
Meskipun Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1 karya Sir Arthur Conan Doyle mempunyai banyak kelebihan, tetapi kitab ini tetap mempunyai sedikit kekurangan.
- Kesalahan ketik
Beberapa bagian kitab tetap terdapat sedikit kesalahan ketik yang cukup terlihat. Namun, perihal ini tidak sampai mengganggu alur cerita secara keseluruhan, sehingga tetap bisa dimaklumi oleh pembaca.
- Ukuran tulisan kecil
Ukuran huruf dalam kitab ini tergolong mini dibandingkan dengan ukuran bukunya yang besar. Bagi sebagian pembaca, perihal ini mungkin terasa kurang nyaman dan membikin sigap capek saat membaca dalam waktu lama.
Meski begitu, isi cerita yang menarik membikin kekurangan ini tetap bisa ditoleransi.
Mengenal Inspirasi Karakter Sherlock Holmes
Sherlock Holmes merupakan tokoh fiksi yang diciptakan oleh Sir Arthur Conan Doyle dan pertama kali diperkenalkan dalam novel A Study in Scarlet pada tahun 1887. Menariknya, karakter detektif brilian ini terinspirasi dari sosok nyata berjulukan Dr. Joseph Bell, seorang guru besar di Universitas Edinburgh yang dikenal mempunyai keahlian observasi dan konklusi luar biasa ketika mendiagnosis pasiennya. Karena ketenaran Holmes yang luar biasa, Doyle kemudian menulis lebih banyak kisah yang mencakup empat novel dan lima puluh enam cerita pendek tentang petualangan sang detektif.
Memiliki nama komplit Joseph Bell FRCSE, sosok inspirasi bagi tokoh Sherlock Holmes ini lahir pada 2 Desember 1837 dan wafat pada 4 Oktober 1911. Ia merupakan putra dari Cecilia Barbara Craigie dan Benjamin Bell, serta cicit dari Benjamin Bell, sosok yang dikenal sebagai mahir bedah ilmiah pertama di Skotlandia. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Edinburgh dan meraih gelar ahli (MD) pada tahun 1859 dengan tesis berjudul Kanker Epitel: Patologi dan Pengobatannya. Selama masa kuliah, dia aktif di Royal Medical Society dan apalagi menyampaikan disertasi yang hingga sekarang tetap disimpan oleh organisasi tersebut.
Dalam proses pengajarannya, Dr. Joseph Bell selalu menekankan pentingnya keahlian observasi yang tajam dalam menegakkan diagnosis. Ia kerap memberikan contoh dengan memilih seseorang secara acak, kemudian menebak pekerjaan serta kegiatan orang tersebut hanya berasas pengamatan singkat.
Kemampuan luar biasa inilah yang menjadikannya dianggap sebagai salah satu pelopor dalam bagian pengetahuan forensik, jauh sebelum pengetahuan tersebut digunakan secara luas dalam penyelidikan kriminal.
Selain dikenal sebagai pengajar dan mahir bedah, Bell juga menjadi master pribadi Ratu Victoria saat sang ratu berjamu ke Skotlandia. Ia menulis sejumlah kitab teks kedokteran dan merupakan personil kehormatan Royal College of Surgeons of Edinburgh. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai pengadil perdamaian dan deputi letnan di wilayahnya.
Penutup
Pernahkah Grameds membayangkan apakah di bumi nyata betul-betul ada detektif seperti Sherlock Holmes? Nyatanya, karakter jenius buatan Sir Arthur Conan Doyle ini memang lahir dari sosok nyata yang menginspirasinya.
Bagi Grameds yang doyan mengumpulkan kisah-kisah penuh misteri, kitab ini wajib masuk dalam koleksi. Setiap halamannya bakal membawa Anda menyelami bumi penyelidikan yang cerdas, penuh kejutan, dan tentu saja memanjakan rasa mau tahu pembaca dari awal hingga akhir.
Buku Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1 karya Sir Arthur Conan Doyle bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya! Sebagai kawan perjalananmu untuk #TumbuhBersama, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Rekomendasi Buku
Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 2


Koleksi Kasus Sherlock Holmes 2 ini dimulai dengan Kembalinya Sherlock Holmes yang mempertemukan kembali Dr. John Watson dengan Holmes. Memasuki masa senja, Sherlock Holmes yang mau pensiun menjadi detektif terpaksa kembali menghadapi ingar-bingar pidana internasional dalam Salam Terakhir Sherlock Holmes. Lembah Ketakutan menyajikan kasus yang begitu pelik dan memaksa Holmes berhadapan lagi dengan musuh bebuyutannya, Dr. Moriarty. Dalam Koleksi Kasus Sherlock Holmes, Dr. Watson mencatat beragam kasus yang bakal mengundang decak kagum, membangkitkan rasa haru, dan menegangkan.
Sherlock Holmes : Misteri Penyelidikan Benang Merah


Setelah bekerja sebagai seorang master di Angkatan Darat Inggris, Dr. Watson kembali ke kota London untuk menyambung hidupnya. Ia pun dikenalkan pada seorang laki-laki misterius berintelegensi tinggi. Tak disangka, mereka pun menjadi kawan satu apartemen. Dr. Watson semakin tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang dirinya. Dia adalah Sherlock Holmes, seorang konsultan detektif yang mempunyai skill pengetahuan deduksi. Bermacam-macam jenis orang yang kehabisan buahpikiran kerap menyambangi kediamannya, demi sebuah pemecahan suatu masalah.
Sepucuk surat pun tiba di apartemen Sherlock Holmes. Dikatakan bahwa pihak kepolisian Scotland Yard minta support untuk mengungkap peristiwa misterius. Sesosok mayit laki-laki ditemukan di sebuah rumah tua, di Brixton Road. Anehnya, pada tubuh mayit itu tak ditemukan luka apapun. Berbagai kejadian janggal menyertai penyelidikan yang dilakukan oleh Sherlock Holmes dan Dr. Watson. Apakah penyebab kematian laki-laki asing tersebut? Misteri apakah yang sebenarnya terjadi di kembali kasus yang tidak biasa ini? Bagaimanakah tindakan Sherlock Holmes dan Dr. Watson dalam menelusuri setiap jejak kasus ini?
Salam Perpisahan Sherlock Holmes : His Last Bow Of Sherlock


His Last Bow alias Salam Perpisahan adalah cerita pendek karya Arthur Conan Doyle dan merupakan bagian dari antologi cerita pendek, Salam Perpisahan: Beberapa Kenangan Sherlock Holmes (1917). Ini adalah karya terakhir dalam seri misteri klasik Conan Doyle tentang detektif legendaris, Sherlock Holmes.
Cerita Sherlock Holmes kali ini tidak biasa, Salam Perpisahan adalah cerita mata-mata pendek yang bertentangan dengan misteri yang berpusat pada detektif. Diceritakan dari perspektif pandang orang ketiga, bukan orang pertama. Tidak ada yang sepenuhnya percaya mengapa. Namun, dikatakan bahwa cerita tersebut dapat dirancang untuk meningkatkan moral publik selama Perang Dunia I lantaran penggambarannya sebagai mata-mata Inggris dan Jerman.
Penulis: Gabriel
English (US) ·
Indonesian (ID) ·