Review Buku The Humans Karya Matt Haig

Dec 11, 2025 04:11 PM - 5 bulan yang lalu 171364

The Humans – Matt Haig kembali meramu cerita fiksi yang lagi-lagi bisa membikin banyak orang terpukau dan tidak menduga-duga. Kali ini, Matt Haig menampilkan alien sebagai tokoh utamanya. Alien, yang tetap dipertanyakan bukti kehidupannya itu dikisahkan bisa menyamar sebagai seorang manusia. Oleh lantaran kehidupan di planet yang berbeda dan jenis yang sama sekali tidak terhubung, alien memandang kehidupan manusia tidak lazim.

Pada tulisan ini, Gramin bakal membahas lengkap, mulai dari sinopsis kitab The Humans, hingga ulasan mengenai kelebihan serta kekurangannya. Buku karya Matt Haig ini sudah dicetak dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada 9 Februari 2025 dengan tebal 392 halaman.

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Bagi Anda yang belum kenal dengan sosok penulis asal Inggris ini, yuk kenalan dulu dengan profil singkat pengarang kitab best seller dunia ini!

Profil Matt Haig – Penulis Buku The Humans

Matt Haig dikenal sebagai penulis sejumlah novel terkenal seperti The Midnight Library, How to Stop Time, The Humans, The Radleys, dan The Life Impossible. Selain itu, dia juga menulis kitab anak-anak seperti A Boy Called Christmas serta memoar berjudul Reasons to Stay Alive.

Lahir pada 3 Juli 1975, Matt Haig merupakan seorang penulis dan wartawan asal Inggris. Ia menulis karya fiksi dan nonfiksi untuk pembaca anak-anak maupun dewasa, dengan tema yang sering kali berasosiasi dengan fiksi spekulatif. Ia menikah dengan Andrea Semple, yang telah dikenalnya sejak masa remaja. Mereka menetap di Brighton, Sussex, berbareng dua anak mereka, Lucas yang lahir pada tahun 2008 dan Pearl yang lahir pada tahun 2009, serta seekor anjing. Kedua anak mereka mengikuti pendidikan di rumah.

Matt Haig mengidentifikasi dirinya sebagai seorang ateis. Ia menyatakan bahwa kitab adalah satu-satunya corak kepercayaannya, sementara perpustakaan merupakan tempat yang dia anggap suci. Banyak dari karya tulisnya, khususnya kitab nonfiksi, terinspirasi dari pengalaman pribadinya menghadapi gangguan mental pada usia 24 tahun. Ia tetap sesekali merasakan kekhawatiran dan telah didiagnosis dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) serta autisme.

Sinopsis Buku The Humans

Ketika seorang makhluk asing tiba di Bumi, pandangannya terhadap manusia sama sekali tidak menyenangkan. Ia beriktikad menyelesaikan misinya secepat mungkin dan meninggalkan penyamarannya sebagai Profesor Andrew Martin, seorang mahir matematika ternama di Universitas Cambridge. Berasal dari peradaban yang telah mencapai keabadian dan pengetahuan tanpa batas, dia merasa jijik memandang rupa manusia, makanan yang mereka konsumsi, dan peperangan yang terus ditayangkan di berita. Selain itu, dia betul-betul tidak dapat memahami hal-hal asing seperti cinta dan keluarga.

Namun, seiring berjalannya waktu, pandangannya terhadap manusia mulai berubah. Ia mulai menikmati anggur, membaca puisi karya Emily Dickinson, mendengarkan lagu-lagu Talking Heads, dan perlahan menjalin hubungan dengan family Andrew Martin. Ia belajar bahwa rasa sakit, kesedihan, dan ketakutan merupakan bagian dari kehidupan manusia, dan bahwa angan dapat ditemukan dalam ketidaksempurnaan mereka. Semua pengalaman itu membuatnya mempertanyakan kembali tujuan sebenarnya dari misinya di Bumi, sebuah misi yang bukan hanya ditujukan untuk menghentikan kemajuan manusia, tetapi juga menuntut pengorbanan nyawa.

Kelebihan dan Kekurangan Buku The Humans

Pros & Cons

Pros

  • Membuka wawasan tentang manusia dengan perspektif pandang baru.
  • Humor yang tepat.
  • Plot menyenangkan dan menggugah.
  • Karakter memikat.

Cons

  • Kurang mendalami latar belakang alien.
  • Pesan terkesan dipaksakan.

Kelebihan Buku The Humans

Buku The Humans karya Matt Haig menawarkan beragam perihal menarik yang membuatnya berbeda dari kitab lainnya:

  • Membuka wawasan tentang manusia dengan perspektif pandang baru

Melalui The Humans, Matt Haig seolah mengarahkan kaca pembesar pada umat manusia. Dari pandangan alien berjulukan Andrew, pembaca diajak memandang sisi kocak sekaligus menyedihkan dari perilaku manusia yang kerap tidak masuk akal.

Seiring berjalannya cerita, perspektif pandang tersebut berkembang menjadi lebih dalam dan menyentuh. Andrew perlahan memahami makna menjadi manusia, berkah pertemuannya dengan seekor anjing, selai kacang, dan puisi-puisi Emily Dickinson.

Novel ini memberikan pandangan yang bagus tentang kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa rasa sakit, kehilangan, dan ketakutan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup.

  • Humor yang tepat

Keahlian Matt Haig dalam memadukan emosi dan lawakmenjadikan kisah ini terasa seimbang. Ceritanya tidak berlebihan alias sentimentil, justru hangat dan menyentuh. Banyak pembaca merasa terhibur dan tertawa terbahak-bahak di beragam bagian, hingga susah menahan diri untuk tidak ikut terbawa suasana kocak yang dihadirkan.

  • Plot menyenangkan dan menggugah

Jalan cerita The Humans memang tampak sederhana, tetapi tetap bisa memikat dengan detail-detail mini yang penuh makna. Haig menunjukkan bahwa keelokan tidak selalu terletak pada kejutan besar, melainkan pada langkah cerita disampaikan.

Pembaca bakal menikmati setiap bagian, mulai dari pembuka yang lucu, pertengahan yang memikat, hingga akhir yang penuh kehangatan dan harapan.

  • Karakter memikat

Setiap tokoh dalam cerita mempunyai kedalaman dan daya tarik tersendiri. Isobel dengan kesedihannya, Gulliver dengan pergulatan batinnya, serta Andrew dengan sifat kikuk dan ketidakpekaannya, semuanya terasa nyata dan mudah disukai.

Hubungan antar tokoh terbangun secara alami sehingga pembaca dapat merasakan kedekatan emosional dengan mereka.

Kekurangan Buku The Humans

Meskipun kitab The Humans mempunyai banyak kelebihan, bukan berfaedah kitab ini tidak mempunyai kekurangan sama sekali.

  • Kurang mendalami latar belakang alien

Kisah tentang alien yang berubah menjadi manusia terasa lebih seperti sarana untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan daripada betul-betul mengeksplorasi bumi makhluk luar angkasa itu sendiri.

Pembaca mungkin berambisi ada penjelasan lebih dalam tentang planet asal Andrew, ialah Vonnadoria, serta kebudayaan yang membentuknya. Akan lebih menarik jika Haig memperluas cerita dengan membawa pembaca mengenal peradaban tersebut, bukan hanya menyinggungnya sekilas.

  • Pesan terkesan dipaksakan

Walaupun karya sastra mempunyai kecenderungan untuk mempunyai pesan moral, dalam novel ini pesan-pesan tersebut disampaikan terlalu sering sehingga terasa berlebihan.

Pada bagian awal, kisah Andrew yang beradaptasi di Bumi ditulis dengan segar dan lucu, tetapi seiring waktu, nuansa itu bergeser menjadi terlalu reflektif. Humor pandai di awal cerita perlahan digantikan oleh renungan yang manis namun terasa dipaksakan, sehingga beberapa bagian menjadi kurang tajam dan condong membosankan.

Bukti Keberadaan Alien

Membaca kisah The Humans mungkin bakal membuatmu bertanya-tanya, “Mungkinkah makhluk luar angkasa nyata adanya?” Pertanyaan ini memang menarik, lantaran hingga sekarang belum ada bukti ilmiah yang absolut mengenai keberadaan alien yang diakui secara universal.

Meskipun banyak klaim penampakan dan pengalaman misterius yang beredar, sebagian besar belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Pihak NASA dan para intelektual astrofisika juga menegaskan bahwa belum ditemukan tanda nyata kehidupan di luar Bumi. Namun, mereka tetap membuka kesempatan bahwa kehidupan di planet lain bisa saja ada dan terus melakukan penelitian untuk mencari petunjuknya.

Ada beberapa argumen kenapa bukti nyata tentang keberadaan alien belum sukses ditemukan.

  • Kurangnya Bukti Fisik

Sebagian besar laporan mengenai keberadaan alien tidak disertai bukti bentuk yang kuat. Banyak di antaranya justru dapat dijelaskan sebagai kejadian alam, kesalahan persepsi, alias apalagi hasil dari teknologi manusia sendiri.

  • Keterbatasan Teknologi

Kemajuan teknologi manusia tetap terbatas untuk menjelajahi seluruh penjuru alam semesta. Hingga kini, kita belum mempunyai perangkat yang cukup canggih untuk membuktikan keberadaan kehidupan di planet lain secara pasti.

  • Hambatan Jarak

Jarak antar bintang yang sangat luas menjadi hambatan besar dalam upaya mencari dan berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa. Bahkan dengan teknologi tercepat saat ini, menempuh jarak antar galaksi memerlukan waktu yang luar biasa lama.

  • Masalah Definisi “Kehidupan”

Salah satu tantangan terbesar adalah menentukan apa yang sebenarnya dimaksud dengan “kehidupan.” Di luar Bumi, corak kehidupan mungkin sama sekali berbeda dari yang kita pahami di planet ini, sehingga susah dikenali dengan kriteria yang ada.

Adapun upaya yang telah dilakukan para mahir untuk menemukan bukti keberadaan kehidupan di luar planet Bumi ialah sebagai berikut.

  • Penelitian Ilmiah
  • SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence)

Berfokus pada pencarian sinyal radio alias sinar laser yang mungkin berasal dari peradaban pandai di luar angkasa.

  • Teleskop James Webb

Teleskop canggih ini digunakan untuk menganalisa sinar dari planet-planet di luar tata surya (exoplanet), guna mencari keberadaan gas seperti oksigen alias sulfur yang bisa menandakan adanya kehidupan.

  • Penyelidikan Fenomena Unidentified Anomalous Phenomena (UAP)

Walau tidak langsung menunjukkan keberadaan alien, kejadian udara tak dikenal tetap diteliti lantaran bisa memberikan petunjuk terhadap hal-hal yang belum kita pahami.

  • Eksplorasi Robotik

Berbagai misi robotik ke Mars, Jupiter, dan Saturnus telah membantu manusia memahami lebih jauh tentang kondisi di planet-planet tersebut. Beberapa di antaranya apalagi menunjukkan potensi adanya lingkungan yang bisa mendukung kehidupan.

Dengan semua upaya tersebut, pencarian bakal kehidupan di luar Bumi tetap terus berjalan. Siapa tahu, suatu hari nanti, jawaban atas pertanyaan besar tentang keberadaan makhluk asing betul-betul bakal terungkap.

Penutup

The Humans menghadirkan pandangan yang cerdas, menggelitik, dan tajam tentang prinsip manusia serta segala keelokan dan kekacauan yang menyertainya.

Melalui kisahnya, Matt Haig memperlihatkan bahwa meskipun alam semesta mungkin mempunyai makhluk paling logis, paling maju, dan paling sempurna sekalipun, tidak bakal ada yang bisa untuk menandingi kompleksitas, kehangatan, dan karakter manusia.

Jadi Grameds, novel ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di kembali segala ketidaksempurnaan, justru di sanalah terletak keajaiban kita, manusia.

The Humans karya Matt Haig bisa didapatkan dengan mudah di Gramedia.com ya! Sebagai kawan setia untuk menemanimu #TumbuhBersama, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Rekomendasi Buku

Perpustakaan Tengah Malam (The Midnight Library)

The Midnight Library

Di dalam Perpustakaan Tengah Malam, terdapat rak-rak yang menyimpan buku-buku untuk memberikan kesempatan Nora mencoba kehidupan lain yang bisa dia jalani. Ketika di periode kematian, Nora mencoba kehidupan lainnya yang mau dia jalani lewat buku-buku di Perpustakaan Tengah Malam, dibantu oleh penjaga perpustakaan, Mrs. Elm.

Nora tidak bisa kembali ke Perpustakaan andaikan dia tidak merasakan penyesalan saat menjalani kehidupan lainnya yang sedang dia jalani.

The Comfort Book: Buku yang Membuat Kita Nyaman

 Buku yang Membuat Kita Nyaman

button cek gramedia com

Untuk mencari, menemukan, dan merasakan kenyamanan kita bisa menggunakan beragam macam cara. Kita bisa mencari kenyamanan dari beragam hal. Akan tetapi, tahukah kamu, bahwa kita juga bisa menemukan kenyamanan dari dalam diri sendiri?

Menemukan kenyamanan dari dalam diri sendiri memang tidak selalu mudah, tapi selalu bisa dicoba dan diusahakan. Banyak pelajaran hidup yang paling jelas dan paling menghibur kita pelajari justru pada saat kita berada di titik terendah. Kita baru memikirkan makanan saat kita lapar dan baru memikirkan rakit penyelamat saat kita terlempar ke laut.

Catatan tentang Dunia yang Gelisah 

Catatan tentang Dunia yang Gelisah

Dunia sedang mempermainkan pikiran kita. Bagaimana jika ada sesuatu yang bisa kita lakukan?

Masyarakat tempat kita tinggal semakin membikin pikiran kita sakit, membuatnya merasa seolah-olah langkah kita hidup direkayasa untuk membikin kita tidak bahagia. Ketika Matt Haig mengalami gangguan panik, kecemasan, dan depresi sebagai orang dewasa, butuh waktu lama baginya untuk mengetahui gimana bumi luar dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya baik secara positif maupun negatif.

Penulis: Gabriel

Selengkapnya