Review Novel La Tahzan, Alina Karya Elizasifaa

Gramedia Official Blog Jun 17, 2026 09:09 AM 51136

La Tahzan, Alina – Dikhianati oleh seseorang yang sudah kita anggap kawan adalah sebuah perihal yang menyebabkan sakit hati yang parah.

Apalagi, jika pengkhianatan tersebut sampai merusak rumah tangga yang sudah dibangun. Ditambah lagi, wanita yang mengingkari itu alim beragama, dan dikenal baik oleh semua orang. Begitu baiknya hingga setiap orang yang dekat dengannya bisa jatuh hati, termasuk suami, anak kandung, apalagi ibu kandung dari Alina sendiri.

La Tahzan, Alina merupakan novel karya Elizasifaa yang mengangkat kisah nyata seorang wanita hebat. Novel ini diterbitkan oleh Rdm Publishers pada 28 Mei 2025 dengan ketebalan 288 halaman.

Novel yang satu ini dijamin bisa menyayat hati dan membuatmu merasakan segala emosi berbareng Alina yang diperlakukan tidak setara oleh orang-orang yang dicintainya.

Sembari mempersiapkan hati untuk membacanya, simak tulisan di bawah ini untuk mengetahui lebih banyak info tentang novel ini!

Profil Elizasifaa – Penulis Novel La Tahzan, Alina

Elizasifaa merupakan penulis, storyteller, sekaligus pembuat konten asal Malang, Jawa Timur, yang dikenal lantaran kemampuannya mengubah kisah nyata para pengikut media sosialnya menjadi cerita penuh emosi yang menarik perhatian publik. Namanya semakin dikenal luas setelah menghadirkan kisah-kisah viral seperti Ipar Adalah Maut dan La Tahzan, Alina.

Popularitas Eliza bermulai dari platform TikTok, tempat dia rutin membagikan cerita tentang perselingkuhan, bentrok keluarga, hingga beragam persoalan rumah tangga yang dikirimkan oleh para pengikutnya melalui pesan langsung alias Direct Message (DM).

Gaya bercerita yang menjadi karakter khasnya terletak pada penyampaian yang ekspresif, interaktif, dan disajikan dalam beberapa bagian sehingga membikin penonton terus mengikuti kelanjutan kisahnya.

Meski mengangkat cerita yang sarat emosi dan detail, Eliza tetap menjaga kerahasiaan identitas narasumber dengan menyamarkan nama, lokasi, serta beragam info pribadi lainnya.

Beragam kisah yang dia bagikan dapat ditemukan melalui akun IG @elizasifaa.

Sinopsis Novel La Tahzan, Alina

Dulu, saya mengira kehidupan dan pernikahanku melangkah begitu sempurna. Namun, tak pernah kubayangkan bahwa ujian terbesar dalam rumah tanggaku justru datang dari seorang wanita yang dikenal sangat religius.

Namanya Asih. Selama ini, saya merasa telah mengenalnya dengan baik, tetapi kenyataannya tidak demikian. Mengenalnya lebih dalam justru seperti mengupas lapisan demi lapisan bawang. Semakin banyak yang terungkap, semakin besar pula rasa sakit yang kudu kutanggung.

Di kembali sosoknya yang tampak baik, Asih mempunyai pengaruh yang begitu kuat terhadap orang-orang di sekitarku. Dengan pesona yang dimilikinya, dia bisa menarik perhatian dan merebut satu per satu orang yang berbobot dalam hidupku. Bukan hanya suamiku, tetapi juga anakku, apalagi ibuku sendiri.

Aku terus bertanya-tanya, apakah saya memang seburuk itu hingga mereka memilih berada di pihaknya? Bagaimana saya bisa memperkuat menghadapi semua ini? Dan gimana saya kudu melewati setiap luka ketika kudu menghadapinya seorang diri?

Kelebihan dan Kekurangan Buku La Tahzan, Alina

Pros & Cons

Pros

  • Diangkat dari kisah nyata
  • Konflik yang menyayat hati
  • Penuh harapan
  • Tampilan sampul penuh makna

Cons

  • Alur yang triggering
  • Tersegmentasi untuk pembaca berakidah Islam

Kelebihan Novel La Tahzan, Alina

Novel La Tahzan, Alina karya Elizasifaa merupakan novel bergenre romansa Islami yang digemari banyak pembaca lantaran menawarkan banyak kelebihan sebagai berikut.

  • Diangkat dari kisah nyata

La Tahzan, Alina, novel karya Elizasifaa ini bisa menggugah hati para pembacanya dengan menyajikan kisah nyata yang penuh dengan sakit hati, luka, tetapi juga menyimpan banyak harapan.

  • Konflik yang menyayat hati

Novel ini berpusat pada bentrok pengkhianatan yang sangat nyata menyayat hati pembaca. Terbayang sakitnya dari pengalaman yang nyata pernah dialami pembaca alias orang-orang di sekitarnya. Penulis sangat lihai dalam mendeskripsikan segala emosi Alina, mulai dari rasa curiga, sakit hati, dan juga kemauan untuk move on melanjutkan hidup dengan tegar.

  • Penuh harapan

Tokoh utama dalam novel ini, Alina, berupaya bangkit dari rasa sakit hati kepada orang-orang yang disayanginya. Ia percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari dalam dirinya yang bisa mengalahkan segala kesedihan yang Ia rasakan.

Dari Alina, pembaca juga bisa meneladani gimana Ia berpegang penuh pada harapan, dan percaya bahwa “La Tahzan” bukan sekedar frasa, tetapi sebuah panggilan untuk tetap sabar dan tawakal.

  • Tampilan sampul penuh makna

Salah satu perihal yang perlu diapresiasi dari novel ini, ialah dari tampilan sampulnya yang menampilkan seorang wanita memandang satu family dari belakang di jalan setapak.

Hal itu seperti menggambarkan Alina yang ditinggalkan oleh keluarganya sendiri; sementara dia berada di sana dengan pilihan untuk melangkah maju alias mundur. Digambarkan dengan style lukisan sketsa dengan perpaduan warna yang cantik, menarik banyak orang yang melihatnya.

Kekurangan Novel La Tahzan, Alina

Meskipun novel La Tahzan, Alina karya Elizasifaa menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.

  • Alur yang triggering

Untuk pembaca yang pernah mengalami perihal serupa, mengenai family yang terpecah-belah alias perselingkuhan, isi novel ini mungkin bisa memicu trauma alias membuka luka lama.

Jadi, pastikan hatimu kuat untuk membacanya, ya.

  • Tersegmentasi untuk pembaca berakidah Islam

Dari titel kitab hingga isinya, dapat diketahui bahwa novel ini kental dengan pengajaran Islami, meskipun bentrok dan premis yang diangkat terbilang umum. Hal ini menjadikan novel ini cukup tersegmentasi pada pembaca yang berakidah Islam.

Makna Mendalam La Tahzan

Secara harfiah, frasa La Tahzan (??? ????????) dalam bahasa Arab berfaedah “jangan bersedih”. Namun, maknanya jauh lebih luas daripada sekadar rayuan untuk menahan tangis alias mengabaikan rasa duka.

Ungkapan ini merupakan pesan spiritual yang terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah At-Taubah ayat 40, ketika Allah berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah berbareng kita.”

Kalimat tersebut datang sebagai sumber penguatan hati bagi setiap manusia yang sedang menghadapi kesulitan, kehilangan, maupun ketidakpastian dalam hidup.

Berikut beberapa makna mendalam yang terkandung dalam konsep La Tahzan:

  1. Pengakuan bahwa Sedih itu Manusiawi

La Tahzan bukanlah perintah untuk menolak alias memendam kesedihan. Sebaliknya, kalimat ini menunjukkan bahwa Allah memahami sungguh rapuhnya hati manusia ketika berhadapan dengan ujian kehidupan.

Kesedihan merupakan emosi yang wajar dan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman manusia. Kehilangan orang yang dicintai, kegagalan, pengkhianatan, alias beragam corak penderitaan lainnya adalah bagian dari perjalanan hidup.

Melalui ungkapan ini, Allah memberikan penghiburan bahwa rasa sedih boleh dirasakan, tetapi tidak boleh dibiarkan menguasai hati hingga menghilangkan harapan. Kesedihan adalah fase yang kudu dilalui, bukan tempat untuk menetap selamanya.

  1. Bentuk Penyerahan Diri (Tawakal)

Banyak kesedihan lahir dari kemauan manusia untuk mengendalikan segala sesuatu. Ketika angan tidak melangkah sesuai rencana, muncul rasa kecewa, cemas, dan putus asa.

Konsep La Tahzan mengajarkan bahwa tidak semua perihal berada dalam kuasa manusia. Ada masa lampau yang tidak dapat diubah dan masa depan yang tidak dapat dipastikan. Karena itu, manusia diajak untuk menyerahkan urusan yang berada di luar kemampuannya kepada Allah, tawakal.

Tawakal bukan berfaedah menyerah tanpa usaha, melainkan menjalani ikhtiar terbaik sembari meyakini bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih baik daripada apa yang dapat dipahami manusia.

Dengan sikap ini, hati menjadi lebih tenang lantaran tidak lagi dibebani oleh hal-hal yang berada di luar kendalinya.

  1. Kesadaran bakal Kehadiran Tuhan (Ma’iyyatullah)

Makna terdalam dari La Tahzan terletak pada kelanjutan ayatnya, ialah “Innallaha ma’ana” yang berfaedah “Sesungguhnya Allah berbareng kita.” Kalimat ini mengandung pesan bahwa di saat manusia merasa ditinggalkan, kehilangan arah, alias menghadapi masalah yang terasa terlalu berat, Allah tidak pernah betul-betul meninggalkannya.

Kehadiran Allah bukan sekadar konsep teologis, melainkan sumber kekuatan yang bisa menenangkan hati yang gelisah.

Kesadaran bahwa Allah senantiasa melihat, mendengar, dan mengetahui setiap kesulitan yang dialami bakal menumbuhkan rasa kondusif di tengah ketidakpastian. Ketika manusia menyadari perihal ini, kesenyapan perlahan berubah menjadi ketenangan, dan rasa takut berganti menjadi keyakinan.

  1. Sinyal untuk Bangkit dan Bergerak

Kesedihan yang dibiarkan berkepanjangan dapat menguras energi, melemahkan semangat, dan membikin seseorang kehilangan arah.

Dalam konteks ini, La Tahzan datang sebagai seruan lembut untuk kembali berdiri setelah terjatuh. Kalimat tersebut bukan hanya penghiburan, tetapi juga motivasi agar manusia tidak berakhir melangkah lantaran luka yang dialaminya.

Setiap ujian membawa pelajaran, setiap kehilangan menyimpan hikmah, dan setiap kesulitan membuka jalan menuju pertumbuhan diri. Oleh lantaran itu, La Tahzan dapat dipahami sebagai rayuan untuk menerima realita dengan lapang dada, mengambil pelajaran dari setiap pengalaman, lampau melanjutkan hidup dengan kepercayaan bahwa pertolongan Allah bakal selalu datang pada waktu yang paling tepat.

Penutup

La Tahzan, Alina karya Elizasifaa menghadirkan kisah tentang pengkhianatan, kehilangan, dan luka jiwa yang terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan.

Melalui alur yang penuh emosi, novel ini bisa membujuk pembaca merasakan setiap kekecewaan, amarah, hingga kesedihan yang dialami tokohnya.

Jika Anda siap menyelami cerita yang menguras emosi dan meninggalkan kesan mendalam, maka novel ini layak untuk masuk ke dalam daftar bacaanmu.

Novel La Tahzan, Alina karya Elizasifaa ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Di Waktu Duha

“Menyukai dan mengagumimu hingga mau memilikimu kenapa kudu sesakit ini? Apa saya terlalu takut bahwa rupanya Anda bukanlah untukku?”

Rezeki Allah rupanya seluas lautan dunia. Bukan hanya sekadar kekayaan dan takhta. Nikmat beragama kepada-Nya juga termasuk rezeki yang tidak semua orang bisa memilikinya. Termasuk nikmat menjalankan dan menyenangi ibadah bukan hanya yang wajib, tapi juga sunnah, salah satunya salat Duha. Ah, sesenang itu saya dengan salat Duha. Itu adalah hidayah terindah yang kupunya. Sampai akhirnya saya berjumpa dengan seseorang yang membuatku bertanya : apakah dia bingkisan dari duhaku selama ini?

Mihrab Qalbu

Mihrab Qalbu

“Zain Salman Sulaiman menjalani hidup tanpa banyak ekspresi. Kehilangan kedua orang tua serta sang adik menempa dirinya menjadi sosok dewasa yang tenggelam dalam pengetahuan dan tanggung jawab. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan pemimpin Pesantren Al-Faruq, dia juga menjadi satu-satunya pelindung bagi keponakan kecilnya, Ziyad Khayri Sulaiman.

Hidup Zain yang tertata dan terasa hening perlahan berubah ketika langkah polos Ziyad mempertemukannya dengan Safwa Zamira Azhari—gadis ceria yang hangat dan penuh kejujuran. Pertemuan yang tampak sederhana itu rupanya bukan kebetulan, melainkan awal dari jembatan takdir yang mengetuk hati Zain yang lama tertutup.

Nomik : Miya No Haru

Miya No Haru

Diam-diam, Miya punya rahasia besar: dia mau bebas! Didikan orang tuanya untuk selalu berhijab sejak TK membebaninya. Dia mau mencoba hal-hal baru yang menurutnya susah dilakukan jika tetap berhijab. Saat program pertukaran pelajar ke Jepang datang. Miya percaya ini adalah kesempatannya untuk menjadi “Miya yang baru” Miya yang bisa bereksperimen, bertualang, dan menemukan dirinya sendiri.

Namun, di sana Miya malah menghadapi drama tak terduga. Mulai dari Kaya Nakazawa, sang superstar Mirai Junior High School, yang selalu mencari masalah dan memusuhinya hingga Shohei Nakamura, laki-laki green flag dan calon presiden OSIS Mirai Junior High School yang selalu ada saat dia butuh bantuan. Yang paling mengejutkan, Miya berjumpa dengan Sara, gadis blasteran Palestina-Jepang yang misterius dan mengingatkannya pada misi dan pergulatan batinnya.

Selengkapnya
Review Novel La Tahzan, Alina Karya Elizasifaa
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting