Rheumatoid Arthritis: Inilah Gejala Dan Cara Mengobatinya!

Jan 06, 2026 09:00 AM - 3 bulan yang lalu 98425

Pernah merasakan nyeri persendian yang tidak hilang? Atau mungkin sendi terasa kaku, terutama saat bangun tidur di pagi hari? Bisa jadi itu adalah tanda dari rheumatoid arthritis.

Banyak orang mengira nyeri sendi hanya masalah orang tua alias akibat “pengapuran” saja. Padahal, rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit yang jauh lebih serius dan bisa menyerang siapa saja, termasuk usia muda.

Mari kita telaah dengan bahasa yang mudah dipahami tentang apa sebenarnya penyakit ini, gejalanya apa saja, kenapa bisa terjadi, dan gimana langkah mengatasinya.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Rheumatoid Arthritis?

Untuk memahami penyakit ini, kita perlu tahu dulu apa itu arthritis. Arthritis adalah istilah kedokteran untuk “radang sendi” alias peradangan yang terjadi pada persendian tubuh. Jadi, jika ada yang bilang “terkena arthritis”, artinya sendinya mengalami peradangan.

Nah, rheumatoid arthritis adalah jenis radang sendi yang khusus. Rheumatoid arthritis artinya peradangan sendi yang terjadi lantaran sistem pertahanan tubuh kita sendiri yang justru menyerang tubuh kita.

Kedengarannya aneh, ya? Bayangkan seperti tentara yang semestinya melindungi negara, malah menyerang penduduknya sendiri.

Dalam bahasa medis, kondisi seperti ini disebut penyakit autoimun. Artritis reumatoid masuk dalam kategori penyakit autoimun kronis lantaran berjalan dalam jangka waktu lama dan sistem kekebalan tubuh kita yang “salah sasaran” terus menyerang bagian sendi yang namanya sinovium.

Sinovium ini adalah lapisan tipis di bagian dalam sendi yang tugasnya menghasilkan cairan pelumas agar sendi bisa bergerak lancar.

Ketika sinovium diserang terus-menerus, terjadilah peradangan kronis yang membikin sendi bengkak, nyeri, dan lama-kelamaan rusak.

Yang membedakan Rheumatoid Arthritis (RA) dengan radang sendi biasa adalah sifatnya yang sistemik. Artinya, peradangan sendi sistemik ini tidak hanya menyerang satu alias dua sendi saja, tapi bisa menyebar ke banyak sendi sekaligus.

Bahkan dalam beberapa kasus, RA juga bisa mempengaruhi organ tubuh lain seperti mata, paru-paru, alias jantung. Inilah yang membikin RA termasuk dalam kategori penyakit rematik yang cukup serius.

Gejala Rheumatoid Arthritis

Mengenali indikasi rheumatoid arthritis sejak awal sangat penting. Semakin sigap diketahui, semakin baik hasilnya.

Masalahnya, indikasi RA sering muncul perlahan-lahan, jadi kadang diabaikan. Mari kita lihat ciri-ciri rheumatoid arthritis yang paling umum:

1. Nyeri Sendi yang Khas

Gejala paling utama adalah nyeri pada persendian. Yang unik dari RA adalah nyeri sendi simetris—kalau sendi di tangan kanan sakit, biasanya sendi yang sama di tangan kiri juga ikut sakit. Ini berbeda dengan cedera biasa yang biasanya hanya di satu sisi saja.

Nyeri ini bukan nyeri sesaat yang langsung hilang. Ini adalah nyeri dan kekakuan sendi yang berjalan terus-menerus, kadang membaik kadang memburuk.

2. Kaku di Pagi Hari

Ini adalah tanda yang sangat khas. Penderita RA biasanya merasakan kekakuan sendi pagi hari yang luar biasa.

Begitu bangun tidur, sendi terasa sangat kaku dan susah digerakkan. Kekakuan ini bisa memperkuat lebih dari 30 menit, apalagi sampai berjam-jam.

Kenapa pagi hari? Karena saat tidur, cairan yang mengandung zat-zat peradangan menumpuk di sekitar sendi.

Jadi begitu bangun, sendi terasa sangat kaku. Setelah bergerak dan beraktivitas, biasanya kekakuan ini berkurang sedikit.

3. Sendi Bengkak dan Terasa Hangat

Pembengkakan sendi adalah tanda nyata dari peradangan yang terjadi. Sendi yang terkena tidak hanya terasa sakit, tapi juga terlihat bengkak, teraba hangat saat disentuh, dan kadang kulitnya tampak kemerahan.

Kalau dibiarkan terus tanpa pengobatan, peradangan yang tidak terkontrol ini bakal menyebabkan kerusakan sendi progresif.

Artinya, tulang rawan dan tulang di dalam sendi perlahan-lahan terkikis dan rusak. Kalau sudah parah, corak sendi bisa berubah—ini yang disebut deformitas sendi.

4. Gejala di Seluruh Tubuh

Karena RA adalah penyakit inflamasi yang sistemik, gejalanya tidak terbatas di sendi saja. Banyak penderita yang juga merasakan:

  • Badan terasa sangat lelah, meskipun sudah cukup istirahat
  • Demam ringan yang hilang-timbul
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun tanpa karena jelas

Ada kalanya indikasi tiba-tiba memburuk dengan hebat—ini disebut flare rheumatoid arthritis. Fase flare bisa dipicu oleh stres, kelelahan, alias perubahan cuaca.

Setelah fase flare, biasanya ada periode di mana indikasi mereda. Naik-turunnya indikasi ini yang membikin penyakit ini dinamakan penyakit kronis.

Sendi Mana yang Paling Sering Kena?

Banyak yang bertanya: rheumatoid arthritis menyerang sendi apa sih? Pada tahap awal, RA biasanya mulai dari sendi-sendi kecil.

Sendi tangan adalah sasaran pertama, terutama sendi yang menghubungkan jari dengan telapak tangan. Sendi kaki juga sering terkena di awal.

Seiring waktu, penyakit ini bisa menyebar ke sendi yang lebih besar. Sendi dengkul adalah salah satu yang sering terkena, makanya rheumatoid arthritis dan nyeri lutut sering menjadi keluhan utama penderita RA yang sudah lama.

Selain itu, pergelangan tangan, siku, bahu, dan pergelangan kaki juga bisa terserang.

Yang perlu diingat: RA menyerang sinovial joint, ialah sendi yang punya lapisan sinovium. Dan pola serangannya nyaris selalu simetris—kiri dan kanan sama-sama kena.

Penyebab Rheumatoid Arthritis

Pertanyaan besar yang pasti muncul: kenapa saya bisa kena penyakit ini? Apa penyebab rheumatoid arthritis?

Sayangnya, sampai sekarang para master dan peneliti belum bisa menjawab dengan pasti. Yang jelas, ini bukan lantaran satu perihal saja, tapi kombinasi dari beberapa faktor.

1. Sistem Imun yang “Berkhianat”

Penyebab utamanya adalah gangguan sistem imun. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, rheumatoid arthritis autoimun terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh kita mengalami “kesalahan program”.

Seharusnya sistem imun hanya menyerang bakteri, virus, alias unsur asing yang berbahaya.

Tapi pada penderita RA, sistem imun malah menganggap sinovium (lapisan sendi) sebagai musuh yang kudu diserang.

Serangan ini memicu reaksi berantai: sel-sel imun berkumpul di sendi, melepaskan zat-zat kimia yang menyebabkan peradangan, dan akhirnya merusak jaringan sendi.

Kalau tidak dihentikan, proses ini bakal terus berulang dan membikin kerusakan semakin parah.

2. Faktor Keturunan

Meskipun RA bukan penyakit keturunan langsung, tapi ada pengaruh genetik. Kalau di family Anda ada yang menderita RA alias penyakit autoimun lainnya, akibat Anda untuk terkena memang sedikit lebih tinggi.

Tapi bukan berfaedah pasti bakal kena, ya. Gen hanya membikin Anda lebih “rentan”, tapi butuh pemicu lain untuk penyakit ini betul-betul muncul.

3. Pemicu dari Lingkungan

Beberapa aspek lingkungan dan style hidup bisa jadi pemicu munculnya RA pada orang yang memang sudah punya talenta genetik:

  • Merokok adalah aspek akibat terbesar yang sudah terbukti. Zat-zat kimia dalam rokok bisa memicu perubahan pada sistem imun yang akhirnya menyebabkan autoimmune disease.
  • Infeksi tertentu juga diduga bisa jadi pemicu. Beberapa jenis virus alias kuman mungkin “membingungkan” sistem imun kita.
  • Berat badan berlebih alias obesitas turut berkedudukan lantaran jaringan lemak menghasilkan zat-zat yang bisa memperparah peradangan dalam tubuh.

Kenapa Wanita Lebih Sering Kena?

Fakta menarik: rheumatoid arthritis pada wanita jauh lebih sering terjadi dibanding pada pria. Perbandingannya bisa 2-3 kali lipat lebih banyak.

Kenapa begitu? Para mahir menduga hormon berkedudukan di sini, khususnya hormon estrogen.

Gejala yang dialami wanita penderita RA juga condong lebih berat. Perubahan hormon saat hamil, setelah melahirkan, alias menjelang menopause bisa mempengaruhi kegiatan penyakit ini.

Tidak Hanya Orang Tua yang Kena

Banyak yang mengira RA adalah penyakit orang tua. Padahal, rheumatoid arthritis pada usia muda juga sangat mungkin terjadi.

Gejala pertama biasanya muncul pada usia 30-50 tahun, tapi tidak jarang juga menyerang usia lebih muda, apalagi remaja dan anak-anak (dalam kasus anak-anak disebut Juvenile Idiopathic Arthritis).

Munculnya RA di usia produktif tentu sangat mengganggu, lantaran penderita tetap aktif bekerja dan beraktivitas.

Makanya, penanganan yang sigap dan tepat sangat krusial agar kualitas hidup tetap terjaga.

Bedanya Rheumatoid Arthritis dengan “Pengapuran”

Banyak orang mencampur-adukkan antara rheumatoid arthritis dan osteoarthritis (yang sering disebut “pengapuran”). Padahal, perbedaan rheumatoid arthritis dan osteoarthritis sangat besar, loh!

Osteoarthritis

Kondisi ini adalah kerusakan sendi akibat pemakaian. Bayangkan seperti ban mobil yang aus lantaran dipakai bertahun-tahun.

Tulang rawan sendi terkikis lantaran usia alias lantaran terlalu sering dipakai (misalnya pada atlet alias orang dengan berat badan berlebih).

Osteoarthritis bukan penyakit autoimun, melainkan proses alami “keausan” yang memang lebih sering terjadi pada orang tua.

Rheumatoid Arthritis

Sebaliknya, RA adalah serangan dari sistem imun sendiri. Bisa terjadi pada usia berapa pun, apalagi pada orang muda yang sendinya tetap bagus.

Dari segi indikasi pun berbeda:

  • Kekakuan pagi pada Osteoarthritis biasanya hanya sebentar, kurang dari 30 menit. Kalau RA, bisa berjam-jam.
  • Osteoarthritis biasanya menyerang sendi-sendi besar yang banyak menahan beban seperti dengkul dan pinggul. RA dimulai dari sendi-sendi mini dengan pola simetris.
  • Osteoarthritis jarang menyebabkan bengkak hebat. RA sering membikin sendi bengkak, hangat, dan merah.

Membedakan keduanya krusial lantaran langkah pengobatannya sangat berbeda.

Makanya, jika Anda punya keluhan sendi, jangan asal minum obat pengapuran. Sebaiknya periksa ke master dulu untuk memastikan.

Bisakah Rheumatoid Arthritis Sembuh Total?

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan: apakah rheumatoid arthritis bisa sembuh? Jawabannya, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan RA secara total.

Penyakit ini termasuk penyakit autoimun kronis yang bakal terus ada sepanjang hidup.

Tapi jangan putus asa dulu! Meskipun tidak bisa sembuh total, RA sangat bisa dikendalikan.

Dengan pengobatan yang tepat, banyak penderita yang bisa hidup normal, tetap bekerja, dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa halangan berarti.

Tujuan pengobatan adalah:

  • Mengurangi rasa sakit dan kekakuan
  • Menghentikan alias memperlambat kerusakan pada sendi
  • Mencegah perubahan corak sendi
  • Membuat penderita bisa hidup dengan nyaman
  • Mencapai “remisi”—kondisi di mana indikasi minimal alias apalagi tidak terasa sama sekali

Jadi, meskipun tidak bisa lenyap 100%, dengan langkah mengatasi rheumatoid arthritis yang benar, penyakit ini bisa “tidur” dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.

Cara Mengobati Rheumatoid Arthritis

Kabar baiknya, sebagian besar kasus RA bisa ditangani dengan pengobatan rheumatoid arthritis tanpa operasi.

Pengobatan biasanya melibatkan kombinasi antara obat-obatan, terapi, dan perubahan style hidup.

1. Obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi RA:

Obat DMARD

Ini adalah obat utama yang sangat penting. DMARDs adalah singkatan dari Disease-Modifying Antirheumatic Drugs.

Nama panjangnya memang ribet, tapi langkah kerjanya sederhana: obat ini bekerja “memperbaiki” sistem imun yang bermasalah tadi.

Obat DMARDs tidak sekadar menghilangkan rasa sakit, tapi betul-betul menghentikan proses peradangan dari dasarnya.

Contoh obat DMARDs yang sering dipakai adalah methotrexate, leflunomide, dan sulfasalazine.

Biasanya master bakal langsung meresepkan obat ini begitu pemeriksaan RA ditegakkan, lantaran semakin sigap dimulai, semakin baik hasilnya.

Memang, obat DMARDs butuh waktu beberapa minggu sampai bulan untuk bekerja maksimal. Jadi kudu sabar dan alim minum obatnya sesuai rekomendasi dokter.

Obat Biologis

Jenis ini adalah obat yang lebih canggih lagi. Kalau DMARDs biasa tidak cukup manjur, master mungkin bakal menambahkan obat biologis.

Obat ini sangat spesifik menargetkan bagian-bagian tertentu dari sistem imun yang menyebabkan peradangan.

Obat pereda nyeri dan antiradang

Contohnya seperti NSAIDs (obat antiinflamasi) dan kortikosteroid juga dipakai. Tapi ingat, obat-obat ini hanya untuk mengurangi indikasi saja.

Mereka tidak bisa menghentikan kerusakan sendi seperti yang dilakukan DMARDs. Jadi, obat pereda nyeri bukan pengobatan utama, melainkan hanya pelengkap.

2. Terapi dan Latihan

Selain obat, terapi untuk rheumatoid arthritis juga sangat membantu. Ada dua jenis terapi utama:

Terapi Fisik

Terapi ini dilakukan berbareng fisioterapis. Tujuannya untuk menjaga sendi tetap lentur, memperkuat otot-otot di sekitar sendi, dan meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Fisioterapis bakal mengajarkan latihan-latihan yang kondusif dan tidak membahayakan sendi.

Terapi bentuk juga bisa menggunakan teknik-teknik lain seperti kompres hangat alias dingin untuk mengurangi nyeri dan kekakuan.

Ini semua bagian dari rehabilitasi dan terapi sendi yang krusial untuk mempertahankan kegunaan tubuh.

Terapi Okupasi

Jenis terapi ini membantu penderita menyesuaikan langkah melakukan kegiatan sehari-hari. Terapis okupasi bakal mengajarkan cara-cara yang lebih mudah dan tidak membebani sendi.

Misalnya, menggunakan perangkat bantu unik untuk membuka botol, mengenakan baju, alias memegang perangkat tulis.

Tujuannya agar penderita tetap bisa berdikari dan tidak terlalu berjuntai pada support orang lain, sekaligus melindungi sendi dari tekanan berlebihan.

3. Perubahan Gaya Hidup

Manajemen penyakit jangka panjang untuk RA juga melibatkan perubahan style hidup:

  • Berhenti merokok adalah langkah wajib pertama
  • Jaga berat badan ideal agar sendi tidak terlalu terbebani
  • Olahraga teratur yang ringan seperti jalan kaki, berenang, alias yoga
  • Kelola stres lantaran stres bisa memicu flare
  • Istirahat cukup untuk membantu tubuh memulihkan diri

Dengan perubahan style hidup ini, gelombang flare bisa dikurangi dan kualitas hidup penderita RA bisa meningkat.

Dokter yang Tepat untuk Rheumatoid Arthritis

Kalau Anda berprasangka mengalami indikasi RA, ke master mana sebaiknya? Yang paling tepat adalah master reumatologi.

Dokter reumatologi adalah ahli yang mahir menangani penyakit rematik dan penyakit autoimun seperti RA, Lupus, dan sejenisnya.

Dokter reumatologi bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh, tes darah, tes rontgen, dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.

Setelah pemeriksaan ditegakkan, mereka bakal merancang rencana pengobatan yang sesuai dan memantau perkembangan penyakit secara berkala.

Sementara itu, master ortopedi biasanya baru terlibat jika kondisi sudah sangat parah.

Misalnya, jika sendi sudah rusak berat dan bentuknya sudah berubah, mungkin diperlukan operasi seperti penggantian sendi.

Tapi dengan pengobatan yang baik sejak awal, biasanya kondisi tidak sampai perlu operasi.

Klinik unik seperti Klinik Patella menawarkan jasa terpadu yang menggabungkan master ahli ortopedi, master ahli kedokteran bentuk dan rehabilitasi, dan fisioterapis di satu tempat.

Hal ini memudahkan pasien mendapatkan perawatan lengkap.

Hidup Berkualitas dengan Rheumatoid Arthritis

Meskipun RA adalah penyakit kronis, bukan berfaedah kehidupan penderita kudu penuh penderitaan.

Dengan manajemen yang baik, banyak penderita RA yang tetap produktif, bekerja normal, dan menikmati hidup. Kuncinya adalah:

  • Deteksi dan pengobatan dini – semakin sigap ditangani, hasilnya semakin baik
  • Patuh pada pengobatan – jangan skip minum obat meskipun sudah merasa enakan
  • Kontrol rutin ke dokter – untuk memantau perkembangan dan menyesuaikan pengobatan jika perlu
  • Jaga style hidup sehat – ini sama pentingnya dengan minum obat
  • Dukungan keluarga – sangat membantu secara mental dan emosional

Setiap orang berbeda responnya terhadap pengobatan. Ada yang sigap membaik, ada yang butuh penyesuaian obat berkali-kali. Yang penting, tetap sabar dan jangan putus asa.

Dengan ketekunan dan kerja sama yang baik dengan dokter, kualitas hidup penderita RA bisa tetap terjaga dengan baik.

Kesimpulan tentang Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis memang penyakit yang serius, tapi bukan akhir dari segalanya.

Dengan pemahaman yang betul tentang apa itu rheumatoid arthritis, gejala-gejalanya, penyebabnya, dan langkah pengobatannya, kita bisa menghadapi penyakit ini dengan lebih baik. Ingat tanda-tanda pentingnya:

  • Nyeri sendi yang simetris
  • Kaku pagi hari yang lama
  • Bengkak pada sendi

Kalau Anda mengalami gejala-gejala ini, jangan tunda untuk periksa ke dokter, terutama master reumatologi.

Meskipun RA tidak bisa sembuh total, penyakit ini sangat bisa dikendalikan dengan kombinasi obat DMARDs, terapi fisik, perubahan style hidup, dan pemantauan rutin.

Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, penderita RA tetap bisa menjalani hidup yang produktif dan bahagia.

Jangan biarkan rasa takut menghalangi Anda untuk mencari pertolongan medis.

Semakin sigap ditangani, semakin besar kesempatan untuk menghentikan kerusakan sendi dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Rheumatoid Arthritis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang muncul seputar topik rheumatoid arthritis.

Apa perbedaan utama rheumatoid arthritis dengan pengapuran biasa?

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri dan bisa terjadi pada usia berapa pun.

Sementara pengapuran (osteoarthritis) adalah kerusakan sendi akibat proses pemakaian alami yang lebih sering terjadi pada orang tua.

RA ditandai dengan kekakuan pagi hari lebih dari 30 menit dan nyeri sendi yang simetris, sedangkan pengapuran kekakuannya lebih singkat dan biasanya tidak simetris.

Apakah rheumatoid arthritis bisa disembuhkan total?

Sampai saat ini, rheumatoid arthritis belum bisa disembuhkan secara total. Namun, dengan pengobatan yang tepat menggunakan obat DMARDs, terapi fisik, dan perubahan style hidup, penyakit ini sangat bisa dikendalikan.

Banyak penderita yang mencapai kondisi remisi, ialah kondisi di mana indikasi minimal alias apalagi tidak terasa sama sekali, sehingga tetap bisa hidup produktif dan berkualitas.

Sendi apa saja yang biasanya diserang rheumatoid arthritis?

Pada tahap awal, RA biasanya menyerang sendi-sendi mini seperti sendi tangan (terutama yang menghubungkan jari dengan telapak tangan) dan sendi kaki.

Seiring perkembangannya, penyakit dapat menyebar ke sendi yang lebih besar seperti sendi lutut, pergelangan tangan, siku, bahu, dan pergelangan kaki.

Yang khas, pola serangannya nyaris selalu simetris—jika sendi kanan terkena, sendi kiri yang sama juga bakal terpengaruh.

Ke master ahli apa sebaiknya jika berprasangka terkena rheumatoid arthritis?

Dokter yang paling tepat untuk menangani rheumatoid arthritis adalah master reumatologi. Dokter reumatologi adalah ahli yang mahir dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit autoimun dan penyakit rematik seperti RA.

Mereka bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh, tes darah, dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan diagnosis, kemudian merancang rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Selengkapnya