Kincai Media – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak level tertinggi dalam 11 minggu terakhir dengan menembus US$ 77.000. Namun menariknya, informasi terbaru dari Santiment justru menunjukkan sentimen pasar tetap didominasi pandangan negatif.
Alih-alih euforia, kondisi saat ini memperlihatkan adanya ketidakpercayaan dari penanammodal ritel, apalagi ketika nilai sedang naik.

Sentiment Negatif Masih Dominan
Berdasarkan informasi dari Santiment di media sosial X, saat ini terdapat sekitar 3 komentar bearish untuk setiap 2 komentar bullish mengenai Bitcoin di medi sosial.
Kondisi ini tergolong tidak biasa, lantaran biasanya kenaikan nilai bakal diiringi meningkatnya optimisme pasar. Namun kali ini, sentimen justru tertahan.
Salah satu penyebabnya adalah kelelahan penanammodal ritel terhadap situasi geopolitik, terutama bentrok yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Berita mengenai gencatan senjata yang berubah-ubah membikin banyak pelaku pasar memilih untuk bersikap hati-hati.
“Jadi meskipun ada reli akhir pekan mengenai pengumuman gencatan senjata terbaru Trump, ritel tampaknya menerima buletin apa pun dengan hati-hati,” ungkap Santiment.
FUD Justru Bisa Jadi Sinyal Bullish
Meski terdengar negatif, kondisi ini justru bisa menjadi sinyal positif bagi pasar.
Secara historis, pasar mata duit digital sering bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas. Ketika banyak pelaku pasar bersikap pesimis alias ragu, kesempatan kenaikan justru bisa lebih besar.
Baca Juga: BTC Dekati US$ 76.000, Analis Prediksi Lonjakan Besar
Santiment menilai bahwa kombinasi antara FUD (fear, uncertainty, doubt) dan tindakan ambil untung saat ini dapat membuka jalan bagi rally lanjutan.
Target US$ 90.000 Mulai Dibicarakan
Saat ini, banyak trader yang memperkirakan Bitcoin bakal mencapai puncak di sekitar US$ 84.000. Namun, ekspektasi yang terlalu ‘seragam’ ini justru membuka kesempatan pergerakan yang melampaui prediksi tersebut.
Dalam skenario bullish, Bitcoin apalagi berpotensi menembus US$ 90.000, terutama jika sentimen negatif mulai berbalik alias tidak bisa menahan momentum pasar.
Meski kesempatan kenaikan terbuka, arah pasar tetap sangat berjuntai pada aspek eksternal, seperti:
- Perkembangan bentrok geopolitik
- Pergerakan pasar saham global
- Kebijakan izin yang sedang dibahas
Perubahan pada faktor-faktor ini bisa dengan sigap mengubah arah sentimen dan harga.
“Jadi segala sesuatu bisa berubah dengan cepat, berasas apakah perang betul-betul tampak mereda, apakah S&P 500 bisa terus mendorong menuju rekor tertinggi sepanjang masa yang lebih tinggi lagi, dan apakah Clarity Act mencapai pengesahan penuh, serta banyak aspek lain,” pungkas Santiment.
🫨 Bitcoin sentiment is at an extreme low during a time you may expect FOMO to be trickling in. Despite $BTC surpassing $77K today (for the first time in 11 weeks), there are 3 bearish comments for every 2 bullish comments about Bitcoin.
😫 Retail is experiencing quite a bit of… pic.twitter.com/sO22pBLQ42
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·