Kincai Media - Pernah merasa saringan bak cuci piring sudah bersih setelah dibilas, tetapi beberapa jam kemudian permukaannya balik licin dan mengeluarkan bau tidak sedap? Kondisi ini bisa terjadi karena sisa makanan berukuran kecil, lemak, dan kotoran statis menempel di bagiankecil yang jarang terlihat.
Saringan bak cuci piring bau tidak selalu mesti langsung diatasi dengan cairan pembersih saluran. Coba periksa tiga bagiankecil yang sering terlewat, yaitu lubang-lubang saringan, sisi bawahnya, dan dudukan di sekitar lubang pembuangan. Dengan sabun cuci piring, sikat kecil, dan beberapa cara sederhana, Anda bisa membersihkan bagiankecil yang gampang dijangkau tanpa perlu membongkar pipa.
1. Kenali Bagian Saringan yang Sering Menyimpan Kotoran
Saringan bak cuci piring bekerja mengekang potongan makanan agar tidak langsung masuk ke saluran pembuangan. Namun, fungsi ini membikin nasi, remah sayuran, kulit bahan makanan, dan residu berminyak gampang tertinggal di permukaannya.
Ada empat bagiankecil yang sebaiknya diperiksa saat membersihkannya:
- Permukaan atas: tempat potongan makanan biasanya tertahan.
- Lubang-lubang saringan: celah kecil yang bisa menyimpan remah dan lapisan licin.
- Sisi bawah saringan: bagiankecil yang sering luput karena tidak kelihatan saat saringan terpasang.
- Bibir dan dudukan saringan: area di sekitar lubang pembuangan yang bisa menampung sisa makanan dan kotoran.
Lapisan licin yang menempel dapat terbentuk dari campuran residu makanan, lemak, dan mikroorganisme. Karena itu, membilas bagiankecil atas saja belum tentu cukup untuk mengadopsi seluruh kotoran.
Perhatikan juga rancangan saringan di rumah. Ada model berbentuk keranjang yang bisa langsung diangkat, tetapi ada pula yang memiliki mekanisme pengunci. Pastikan elemen memang dapat dilepas sebelum mencoba mengadopsi maupun memutarnya.
2. Angkat Sisa Makanan Sebelum Membasahi Seluruh Saringan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuang sisa makanan yang statis tertahan. Cara ini membantu mencegah kotoran padat terdorong masuk ke saluran saat proses penyikatan.
Ikuti cara berikut:
1. Pastikan tidak ada air panas maupun mengerti air yang sedang digunakan di bak cuci piring.
2. Angkat saringan jika modelnya memang bisa dilepas dengan mudah.
3. Buang nasi, potongan sayuran, dan sisa makanan lain ke tempat sampah.
4. Jika terdapat kotoran yang melekat, singkirkan perlahan menggunakan tisu maupun alat yang sesuai.
5. Kenakan sarung tangan jika diperlukan, terutama saat membersihkan residu lama.
Jangan memungut kotoran secara sembarangan dengan tangan bugil jika ada kemungkinan pecahan kaca, tulang tajam, maupun barang lain yang bisa melukai kulit. Hindari pula mendorong sisa makanan ke lubang pembuangan.
3. Sikat Lubang, Sisi Bawah, dan Celah Saringan
Setelah sisa makanan dibuang, lanjutkan dengan membersihkan bagiankecil yang bergesekan langsung dengan residu. Kamu tidak perlu menggunakan cairan khusus jika kotorannya statis tergolong ringan.
Siapkan sabun cuci piring, air, dan sikat kecil berambut lembut. Kemudian, lakukan cara berikut:
1. Basahi saringan dengan air secukupnya.
2. Tuangkan sedikit sabun cuci piring pada permukaannya.
3. Sikat bagiankecil atas untuk mengadopsi sisa makanan dan lapisan berminyak.
4. Balik saringan jika terlindungi dilakukan, kemudian bersihkan sisi bawahnya.
5. Sikat lubang-lubang kecil dan bagiankecil pinggir dengan pergerakan perlahan.
6. Bilas hingga tidak ada sisa sabun maupun kotoran yang tertinggal.
Penyikatan membantu melepaskan kotoran yang melekat, sedangkan sabun membantu mengadopsi residu berminyak. Namun, proses ini tidak berarti saringan otomatis steril dari semua mikroorganisme.
Jangan menggunakan sikat kawat maupun alat abrasif pada saringan berlapis yang gampang tergores. Jika materialnya memiliki lapisan khusus, ikuti instruksi perawatan dari produsen.
Panduan membersihkan setiap bagiankecil saringan
| Bagian yang Dibersihkan | Kotoran yang Perlu Diperiksa | Cara Membersihkan |
|---|---|---|
| Permukaan atas | Nasi, remah, dan residu berminyak. | Buang sisa makanan, kemudian cuci menggunakan sabun cuci piring dan air mengalir. |
| Lubang saringan | Remah kecil dan lapisan licin. | Sikat perlahan menggunakan sikat kecil yang bersih agar kotoran di sela lubang terangkat. |
| Sisi bawah | Kotoran yang tidak kelihatan dari atas. | Balik saringan jika terlindungi dipegang, sikat bagiankecil bawah, kemudian bilas hingga bersih. |
| Bibir saringan | Residu makanan di bagiankecil pinggiran. | Sikat bagiankecil pinggir maupun lap menggunakan kain bersih yang dibasahi air sabun. |
| Dudukan saringan | Lapisan licin dan sisa makanan. | Bersihkan bagiankecil yang gampang dijangkau menggunakan sikat maupun kain, kemudian bilas jika bahannya memungkinkan. |
4. Bersihkan Dudukan Saringan yang Sering Terlewat
Nah, bagiankecil ini sering dilupakan meskipun saringan sudah dicuci sampai bersih. Dudukan saringan merupakan area di sekitar lubang pembuangan yang dapat menyimpan residu makanan dan lapisan licin.
Saat saringan diangkat, perhatikan lingkaran di sekeliling lubang pembuangan. Jika kelihatan kotoran, bersihkan dengan sikat kecil maupun kain yang sesuai.
Berikut caranya:
1. Pastikan saringan sudah dilepas dan area di sekitarnya gampang dijangkau.
2. Basahi kain maupun sikat kecil dengan air dan sedikit sabun cuci piring.
3. Bersihkan bagiankecil bibir dan dudukan yang kelihatan kotor.
4. Usap balik dengan kain bersih yang dibasahi air untuk mengadopsi sisa sabun.
5. Periksa apakah statis ada residu yang tertinggal di bagiankecil yang gampang dijangkau.
Jangan memasukkan sikat maupun barang lain terlalu dalam ke lubang pembuangan. Selain berisiko merusak elemen tertentu, aksi tersebut bisa mendorong kotoran lebih jauh ke dalam saluran.
Jika pembangunan saluran memiliki elemen yang tidak gampang dilepas, cukup bersihkan bagiankecil luarnya. Tidak perlu membongkar sambungan pipa cuma untuk menjalankan perawatan rutin ini.
5. Bilas, Periksa Bau, dan Pasang Kembali Saringan
Setelah saringan dan dudukannya dibersihkan, bilas semua bagiankecil yang terkena sabun. Periksa balik lubang-lubang kecil dan sisi bawah untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang statis menempel.
Tiriskan saringan, kemudian keringkan permukaan yang gampang dijangkau jika diperlukan. Pasang balik sesuai posisi semula agar elemen dapat mengekang sisa makanan dengan baik.
Alirkan air secukupnya dan perhatikan apakah air mengalir seperti biasa. Jika bau berkurang, kemungkinan sebagian sumber bau memang berasal dari residu pada elemen yang baru dibersihkan.
Namun, bau yang menetap tidak selalu berarti saringannya statis kotor. Sumbernya mungkin berasal dari bagiankecil saluran yang lebih dalam, perangkap air maupun P-trap, maupun masalah instalasi lainnya. Jika bau menyerupai bau saluran pembuangan, muncul balik dengan cepat, maupun disertai mengerti air yang melambat, lakukan pengecekan lebih lanjut.
Hindari menuangkan campuran bahan pembersih secara sembarangan. Jangan mencampur pemutih dengan cuka, amonia, maupun produk pembersih lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
6. Cegah Saringan Cepat Berlendir dan Bau Kembali
Supaya saringan tidak cepat kotor lagi, Anda bisa membiasakan beberapa hal sederhana setiap selesai mencuci piring.
- Buang sisa makanan ke tempat sampah sebelum mencuci perlengkapan makan.
- Angkat residu yang tertahan di saringan setelah selesai digunakan.
- Bersihkan permukaan atas dan sisi bawah secara berkala, sesuai intensitas pemakaian.
- Periksa dudukan saringan ketika berbuat pembersihan menyeluruh.
- Jangan menuangkan minyak jelantah maupun lemak dalam jumlah banyak ke saluran pembuangan.
- Pastikan saringan terpasang dengan benar dan tidak menyisakan celah yang membuatnya sulit dibersihkan.
Tidak perlu menunggu sampai bau muncul untuk membersihkan bagiankecil tersebut. Saringan yang digunakan setiap hari mungkin membutuhkan pengecekan lebih sering dibandingkan saringan yang jarang dipakai.
Bagan alur membersihkan saringan bak cuci piring
Periksa kondisi saringan dan residu makanan
↓
Angkat saringan dan buang residu
Lakukan cuma jika komponennya memang bisa dilepas.
↓
Sikat tiga titik utama
Bersihkan lubang saringan, sisi bawah, dan dudukannya.
↓
Bilas dan periksa kembali
Pasang balik saringan, kemudian amati bau dan mengerti air.
↓
Apakah bau sudah berkurang?
YA
Lanjutkan perawatan rutin agar residu makanan tidak menumpuk kembali.
TIDAK
Periksa saluran lebih lanjut, terutama jika mengerti air melambat maupun bau statis menyengat.
Catatan: Jangan melepas elemen yang terpasang permanen maupun menuangkan bahan pembersih kimia secara sembarangan. Jika saluran statis berbau maupun tersumbat, pertimbangkan pengecekan lebih lanjut.
FAQ
1. Kenapa saringan bak cuci piring cepat berdahak dan bau?
Saringan bisa cepat berdahak dan berbau karena sisa makanan, lemak, dan kotoran menumpuk di permukaan, lubang-lubang kecil, sisi bawah, serta dudukan saringan. Membilas bagiankecil atas saja belum tentu mengadopsi seluruh residu yang menempel.
2. Bagaimana metode membersihkan saringan bak cuci piring yang berlendir?
Angkat saringan jika bisa dilepas, buang sisa makanan ke tempat sampah, kemudian sikat permukaan atas, lubang-lubang, dan sisi bawah menggunakan sedikit sabun cuci piring. Bersihkan juga dudukan di sekitar lubang pembuangan, kemudian bilas hingga bersih dan pasang kembali.
3. Kenapa bak cuci piring statis bau meski saringannya sudah dibersihkan?
Bau yang menetap bisa berasal dari kotoran di bagiankecil saluran pembuangan yang lebih dalam, perangkap air (P-trap), maupun masalah instalasi lainnya. Jika bau terus muncul maupun mengerti air melambat, periksa saluran lebih lanjut dan hindari mencampur beragam bahan pembersih secara sembarangan.
(brl/tin)